KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Alasan Para Karyawan Keluar dari Pekerjaannya

Jika karyawan ingin keluar dari pekerjaannya, itu hal yang wajar. Namun, apakah itu disebabkan dari karyawan itu sendiri atau disebabkan dari perusahaan itu. Hal itu disebabkan dari beberapa faktor. Mereka bisa datang dan pergi setiap saat. Akan tetapi, jika hal ini terjadi berulang-ulang kali dalam tempo yang singkat, dan terjadi pada karyawan kunci Anda, maka ada hal yang salah yang masih saja Anda lakukan. Anda harus segera memperbaikinya. Karena, meskipun mereka datang dan pergi, karyawan adalah aset yang paling berharga bagi bisnis Anda. Jadi, kenapa karyawan resign?


Mereka merasa menerima pepesan kosong

Pekerjaan yang Anda tawarkan ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi mereka di awal mereka masuk ke bisnis Anda. Hal ini paling sering dialami oleh pebisnis startup yang notabene harus mempekerjakan karyawan mereka dengan cara serabutan, satu orang mengurus banyak hal. Maka, ada baiknya di awal hari, Anda menegaskan apa-apa yang akan mereka kerjakan sebelum Anda mengikat kontrak dengan mereka.


Mereka ingin lari dari perlakuan buruk

Kadang-kadang, muncul konflik dalam hubungan vertikal dan horisontal karyawan dengan rekan kerja atau atasan mereka. Ketika Anda tidak mampu segera memfasilitasi penyelesaian konflik ini, maka konflik yang mereka hadapi akan meluas dan membuat mereka merasa terdzolimi / mendapat perlakuan buruk. Biasanya hal ini ditandai dengan performa mereka yang merosot tajam. Jika dibiarkan berlarut-larut, mereka akan pergi.


Mereka merasa kekurangan kompensasi

Bahkan ketika Anda merasa sudah sangat adil, bagi beberapa orang, keadilan Anda mungkin masih saja belum cukup. Sewaktu-waktu, mereka mungkin menerima penawaran yang lebih baik. Hal ini wajar sekali. Ketika menjalankan bisnis, Anda harus siap berkompetisi dengan kompetitor soal sumber daya dan tenaga kerja. Terutama untuk posisi-posisi kunci yang susah diisi. Disinilah pentingnya membangun loyalitas. Dan banyak orang bilang, loyalitas tidak bisa terbeli. Itu benar sekali. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membangun loyalitas karyawan Anda sekarang juga, tanpa harus menawarkan iming-iming tambahan kompensasi.


Mereka merasa tidak dihargai

Karyawan berhenti ketika mereka tidak merasa spesial dan ketika mereka merasa tidak mengerjakan sesuatu yang spesial. Setiap orang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sesuatu yang mengubah dunia, dan suara mereka membawa dampak pada setiap kebijakan perusahaan besar Anda. Maka, ada baiknya mulai sekarang Anda mengakui setiap hasil kerja karyawan Anda. Bahkan dengan ucapan sesederhana ‘kerja bagus’ saja mungkin sudah cukup.


Mereka kehilangan arah dalam bekerja

Kadang, karyawan Anda mengalami loss komunikasi dengan atasan mereka. Ketika atasan mereka tidak mampu mengatur, maka mereka akan kehilangan arah. Kerja mereka jadi seenaknya. Lama-lama, mereka akan merasa bahwa waktu mereka terbuang sia-sia. Saat itulah mereka resign. Akan tetapi, berlaku pula sebaliknya. Mereka akan berontak ketika atasan terlalu mengekang, bahkan memberi pekerjaan tanpa memperhatikan kapasitas mereka. Memang, mengarahkan karyawan ke jalur yang benar bukan hal yang mudah. Anda harus mengembangkan kemampuan tersendiri sebagai pemimpin.


Mereka merasa pertumbuhan mereka stuck

Di dalam profesi mereka saat ini, karyawan mencari peluang untuk bertumbuh dan maju. Apabila mereka stuck, sementara lingkungan sekeliling mereka dan sahabat lama mereka, terus bertumbuh dan mencetak prestasi, mereka akan mulai menyalahkan pekerjaan mereka saat ini. Mereka merasa Anda kurang memberi mereka kesempatan. Maka, Anda perlu merencanakan pengembangan karir mereka, sehingga karyawan Anda mampu melihat ke masa depan dan menemukan bahwa mereka masih punya banyak ruang untuk bertumbuh.

Sumber : yahoo.com
 
Top