Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Anak Kelahiran 1992 ini Menghasilkan 50juta/bulan dari Bisnis Tempe

Sebuah inspirasi yang sangat luar biasa dari pemuda yang lahir pada tahun 1992 ini, karena meskipun masih muda namun dia bisa menghasilkan 50juta setiap bulan dari bisnis tempe. Mungkin hanya beberapa orang saja yang mampu menghasilkan uang 50juta per bulan dari tempe. Bahkan, pria ini yang mungkin pertama kali di Indonesia dengan usia yang sangat muda yang mampu menghasilkan uang 50juta per bulan dari bisnis tempe.

Hal ini berawal dari fakta bahwa harga daging sapi di dalam negeri yang semakin melejit, justru jadi peluang bagi sebagian orang untuk mengambil keuntungan. Muhammad Hidayat salah satunya. Dia mampu berinovasi menciptakan 'daging nabati'.

Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan kelahiran 29 April 1992 ini, sukses membuat daging nabati. Ia mengaku, rasa daging yang dibuatnya seperti rasa daging sapi, meski dibuat dari tempe.

"Idenya saya berminat pada bisnis dan kuliner, dan tercetus suatu ide yang beda. Harga daging sapi di Makassar cukup mahal, yaitu Rp 95.000/kg. tTetapi bagaimana membuat daging sehat dan manfaatnya jauh lebih panjang ke depan, serta dibuat tampilan spesial, modern, dan ekonomis," kata Hidayat saat ditemui detikFinance, pada acara Penjurian Nasional Program Wirausaha Mandiri 2014, di Gedung Wisma Mandiri Club, Jalan Mataram Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2015).

Hidayat mengaku, produk daging yang dibuatnya murni dari tempe dengan diberi beberapa pelengkap bumbu. Pria yang masih aktif di Universitas Hasanuddin (Unhas) jurusan Perikanan itu mengatakan, dari hasil eksperimen, dirinya sukses membuat daging nabati rasa daging sapi.

"Daging nabati ini tempe jadi pemeran utama, diberi pelengkap bumbu lalu dihancurkan (digiling). Saat dicoba pelanggan, ekspresi orang pertama yang menilai adalah ini daging apa? Kebanyakan orang coba dari sana dan mengatakan seperti daging sapi," paparnya.

Hidayat memulai usaha ini sejak 2013. Di 2012 Hidayat terus melakukan eksperimen, hingga berhasil menciptakan daging nabati. "Rasanya seperti daging sapi, padahal nggak ada campuran daging sama sekali," katanya.

Sukses bereksperimen, Hidayat mencoba membuka usaha outlet kebab dan burger di Makassar, sebagai cara mempromosikan daging nabati miliknya. Hasilnya sungguh memuaskan, Hidayat mampu meraup omzet Rp 7 juta per hari dari satu outlet miliknya.

Kemudian Hidayat memberanikan diri menjual daging nabati di Makassar, dengan harga Rp 2.000/pcs. Mantan reseller baju itu akhirnya mendapatkan omzet Rp 50 juta/bulan.

"Kebutuhan segmen daging nabati ini cukup terjangkau khususnya bagi kalangan remaja. Penjualan masih di Makassar. Hanya ada target, 3-5 tahun harus sudah ekspansi di seluruh Indonesia melihat besarnya peluang pasar kita," jelasnya.

Tertarik ingin melihat produk terbaru daging nabati produksi Muhammad Hidayat?
(hen/dnl)

Sumber : Wiji Nurhayat - detikfinance
 
Top