Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

AS Siap Melakukan Investasi US$ 61 Miliar di Indonesia

Saat debat calon presiden antara Jokowi dan Prabowo, sosok Jokowi terlihat lebih tenang dan santai dalam menghadapi Prabowo. Terkadang juga, Jokowi hanya sedikit berbicara ketika melakukan debat calon presiden Indonesia. Namun, setelah Jokowi resmi menjadi presiden dan melakukan pidato di Beijing, ternyata banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.

Pidato Presiden Joko Widodo dalam forum APEC di Beijing Senin (10/11) lalu, berhasil menarik perhatian para pengusaha dunia. Investor Amerika Serikat yang tergabung dalam AmCham Indonesia (Kamar Dagang Amerika-Indonesia) menyatakan siap mendanai kebutuhan proyek infrastruktur yang akan dibangun di Indonesia.

Dalam forum US-Indonesia Investment Summit yang digelar di Hotel Mandarin Oriental Jakarta hari ini, Rabu (12/11), para pelaku bisnis Amerika Serikat menyatakan komitmen mereka membantu Indonesia mencapai ambisi pertumbuhan ekonomi tujuh persen dengan meningkatkan kerjasama ekonomi.

"Pidato yang sangat luar biasa di Beijing kemarin. Kami investor Amerika Serikat jadi sangat bersemangat untuk bekerja dengan beliau dan bersedia membantu rencana mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Myron Brilliant, Wakil Presiden Senior Urusan Internasional Kamar Dagang Amerika Serikat.

Managing Director AmCham Andrew White menyatakan jika iklim investasi Indonesia cukup kondusif maka dalam lima tahun mendatang diperkirakan akan ada tambahan investasi baru sebesar US$ 61 miliar dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. "Kami melihat adanya tanda-tanda positif dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo serta semangat baru untuk menjalin kerja sama dari para investor Amerika Serikat," ujar White.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo yang turut hadir dalam acara tersebut mengaku senang mendengar pernyataan tersebut. Menurutnya, rencana pemerintah untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur dalam lima tahun kedepan menjadi lebih mudah.

"Sangat senang. Sekarang investor sudah datang, tinggal para stakeholder yang bekerja," ujarnya.

Sumber : cnnindonesia.com
 
Top