KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Banjir Bandang Menimpa Wilayah Blitar Jatim



Di wilayah Blitar kini terkena banjir karena hujan terus-menerus selama beberapa hari. Sedikitnya 200 orang dievakuasi ke kantor Kelurahan Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, akibat banjir bandang yang terjadi Sabtu tadi malam. Hingga kini, hujan deras terus mengguyur kawasan Blitar selatan tersebut.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Blitar, Joni Setiawan, mengatakan banjir bandang ini menimpa sekitar 200 warga tiga kelurahan di Kecamatan Sutojayan, yakni Bacem, Kedung Bunder, dan Sutojayan. "Ketinggian air mencapai setengah meter," kata Joni kepada Tempo, Minggu, 22 Desember 2013.

Banjir bandang terjadi karena melubernya sejumlah sungai kecil yang mengalir dari hutan Kepek di Kecamatan Wonotirto. Akibatnya, volume air di Sungai Bogel yang melalui Kelurahan Sutojayan meluap. Sungai itu tak mampu menampung debit air dari atas. Selain tingginya curah hujan yang terjadi sejak tiga hari terakhir, kondisi hutan Kepek yang gundul turut memicu timbulnya banjir bandang ini.

Hingga kini, sebanyak 200 warga masih bertahan di lokasi pengungsian di kantor Kelurahan Sutojayan. Mereka tak bisa bertahan di dalam rumah yang terendam air hingga di atas lutut orang dewasa itu. Sebagian besar pengungsi ini terdiri dari anak-anak, perempuan, dan orang tua. Adapun para laki-laki dewasa sebagian bertahan di rumah mereka untuk menyelamatkan harta benda.

Proses evakuasi yang berlangsung semalam dipimpin sendiri oleh Bupati Blitar Heri Nugroho. Bersama aparat kepolisian dan TNI, Heri memboyong warganya menaiki kendaraan evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi.

Siti Sulaikah, salah seorang warga di Kelurahan Sutojayan yang turut mengungsi dalam musibah itu, mengaku trauma dengan peristiwa banjir bandang tahun 2004 silam. Saat itu sebanyak tujuh orang tewas akibat terseret arus sungai yang meluap dari kawasan hutan Kepek. "Takut airnya semakin tinggi," kata dia.

Hingga hari ini, Siti bersama ratusan warga lainnya memilih bertahan di kantor kelurahan. Hal ini disebabkan hujan yang mengguyur belum reda sama sekali. Seluruh permukiman warga juga masih terendam air bercampur lumpur.

Dengan adanya musibah seperti itu, sebaiknya kita sadar dan peduli terhadap lingkungan kita. Dengan menanam pohon yang lebih banyak akan mampu mengatasi banjir. Mulai dari kita untuk ikut serta berpartisipasi menanggulangi banjir, demi masa depan warga blitar, demi Jawa Timur, demi Indonesia dan Dunia.

Sumber : Tempo.co
 
Top