Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Baru kali ini bisa duduk sedikit tenang...
Untuk kemudian mengetik bahasa cinta...

Terima kasih kepada Kang Harri Firmansyah R yang sudah menjenguk kami di Bogor Berdaya. Bukan hanya menjenguk, tetapi air mata kami dibuat tumpah... termasuk Saya yang sudah lama gak ikut pelatihan berbasis emosi. Jujur.. kadang rindu juga dibasahi ilmu hati.

Ada tawa.. ada pencerahan... ada kesadaran... dan ada keharuan... terima kasih sekali...

Saya sangat mengetahui Kang Harri, bahwa kakang adalah Trainer Favorit berbagai korporasi besar di Indonesia. Setelah mengisi Bogor Berdaya, Kang Harri pun diminta mengisi di Indonesia Power. Lihat saja aktivitasnya di linimasa.

Maka kehadiran Kang Harri secara "gratisan" di Bogor Berdaya adalah pilihan "wakaf waktu dan keilmuwan" yang sangat berharga. Semua yang hadir terpuaskan 1000%. Terima Kasih kakang.

Momen yang paling menyentuh hati Saya adalah ketika Kang Harri bercerita tentang beberapa orang yang terjebak macet.

Ada 4 orang yang terjebak macet parah,

Yang pertama marah menggerutu,
Yang kedua menikmatinya dengan bernyanyi,
Yang ketiga membaca buku,
Dan yang keempat menghafal Quran.

Jika hal ini berlangsung dalam 5 tahun...

Yang pertama kemungkinan sakit saraf,
Yang kedua kemungkinan menjadi penyanyi,
Yang ketiga bisa makin luas pengetahuannya,
Yang keempat bisa menjadi Hafidz Qur'an

Kejadiannya sama.. tapi hasilnya berbeda...
Ternyata tergantung respon nya...

Kita suka merasa bahwa kita berada didalam sebuah kesulitan. Kita suka merasa bahwa kesulitan inilah yang membuat kita tidak bisa bertumbuh.

Kurang modal.
Jejaring pertemanan biasa-biasa saja.
Keluarga tidak mendukung.
Kemampuan bahasa lemah.
Pendidikan rendah.

Wajar jadinya, jikalau gak sukses.

Padahal ada ribuan orang yang mengalami situasi yang plek plek persis. Tetapi bisa keluar dari kubangan kesulitan.

Kuncinya sederhana : response .... apa response kita terhadap keadaan.

Menggerutu atau bersyukur?
Memilih diam atau bergerak?
Menyangkal atau menerima?
Menyalahkan orang lain atau mebgevaluasi diri?
Ngedumel atau berfikir mendalam?
Ngamuk atau bersabar?
Membenci atau mencinta?
Menyangka buruk atau menyangka baik?
Pamrih atau tulus?
Berpura-pura atau apa adanya?

Semoga dapat memaknai...
Follow Kang Harri...
Ikuti berbagai forumnya...
InsyaAllah.... banyak kebaikan...

Berjejaringlah dengan kami di bit.ly/masukzidclub
 
Top