Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Beberapa Orang Terkena Penipuan Investasi Bodong di Lamongan Jawa Timur




Dalam memilih sektor investasi, seharusnya setiap orang berusaha memahami tentang perusahaan yang akan digunakan untuk meningkatkan hasil investasinya itu. Karena saat ini banyak pihak atau orang yang kurang bertanggung jawab yang mengaku mampu melipatgandakan uang dengan janji-janji yang menggiurkan sehingga beberapa orang malah rugi ketika mengikuti program tersebut.

Dari pihak pemerintah Indonesia dan OJK serta BKPM padahal sudah sering diberitakan tentang penipuan berkedok investasi, tapi masih banyak saja orang-orang yang menjadi korban.

Telah dialami beberapa warga Kecamatan Turi, Lamongan. Bahkan, besarnya kerugian para korban investasi bodong mencapai miliaran rupiah.

Perwakilan para korban, telah melaporkan kasus penipuan berkedok investasi yang dilakukan Diky dan Febri, pasangan suami istri asal Dusun Kepatihan, Desa Sukorejo, Kecamatan Turi.

Fery, korban yang turut melaporkan ke polisi tengah menanamkan modalnya sebesar Rp 80 juta.

Bahkan, ada warga yang menanamkan modal Rp 350 juta seperti dialami Lely. Termasuk korban Heru merugi Rp 150 juta.

Ada puluhan korban yang sudah menyetorkan uang ke terlapor dan para korban lainnya segera menyusul lapor polisi.

Diantara korban, hanya sebagian yang pernah merasakan pembagian hasil investasi dari Diky.

"Dalam dua pekan setelah berinvestasi kita diberi keuntungan cukup tinggi. Dan rata - rata baru sekali diberi uang hasil investasi,"ungkap salah satu korban yang enggan disebut namanya di media.

Modusnya, memang semula terlapor memberikan uang bagi hasil dari investasi yang sangat fantastis dan membuat para korban tergiur.

Tapi, pembagian hasil itu hanya diberikan sekali saja. Terlapor kemudian mencari mangsa baru berantai dengan memamerkan para nasabah yang sudah merasakan uang hasil investasi.

Cara itulah yang membuat banyak korban tertarik menanamkan investasinya kepada Diky.

Nah, begitu dua terlapor mendapatkan dana mencapai miliaran, pembagian uang hasil investasi mulai tersendat.

"Bahkan, banyak yang belum menerima hasil,"ungkapnya.

Tak hanya itu, ketika mulai banyak 'nasabah' yang menanyakan pembagian hasil investasi, tersangka malah kabur meninggalkan rumahnya.

Para nasabah mengaku kesulitan mencari keberadaan pelaku hingga perkaranya dilaporkan ke Polsek Turi.

Paur Subbag Humas, Ipda Raksan, Minggu (14/2/2016) mengatakan, laporan korban di Polsek Turi sedang ditindak lanjuti. Bahkan terlapor sudah diburu ke beberapa tempat.

"Kini polisi sedang memburu tersangka. Dari sejumlah tempat yang ditengarai menjadi tempat persembunyian tersangka,"kata Raksan.

Raksan berharap masyarakat hendaknya bisa mempertimbangkan ketika ada penawaran investasi dengan imbalan bagi hasil yang cukup tinggi.

"Kalau bagi hasilnya besar dengan perbandingan waktu pendek alias tidak masuk akal, perlu dikaji dan dicurigai. Alias tidak mudah percaya," kata Raksan.


Sumber : TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LAMONGAN
 
Top