KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

BKPM Yakin Investasi di Indonesia Sangat Positif Khususnya bagi yang Investasi Legal atau Resmi

Di Indonesia ada beberapa pihak yang kurang bertanggung jawab dan mengatasnamakan bisnis atau investasi yang bertujuan untuk melakukan penipuan. Memang harus ditindak lanjuti tentang tindak penipuan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena , dengan adanya penipuan yang berkedok investasi atau bisnis membuat orang yang begitu paham dan tahu tentang bisnis atau investasi menjadi takut atau khawatir untuk melakukan bisnis atau investasi.

Di tengah kericuhan parlemen dan adanya kekhawatiran dunia usaha, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih memandang optimis keberlangsungan investasi yang ada di dalam negeri.

Menurut Deputi Kepala BKPM Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariyoga, dari pengalaman roadshow ke Austria, Portugal, dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu, masih ada perusahaan yang berminat untuk investasi ke Indonesia.

"Pengalaman ketika roadshow itu banyak yang menyatakan minat tetap (investasi), minat perluasan," katanya seusai konferensi pers di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Salah satu contoh perusahaan yang tidak terkena dampak ricuh parlemen Indonesia adalah perusahaan agribisnis asal Austria yang berminat untuk membangun industri dan memproduksi essence di Indonesia.

Himawan menambahkan perusahaan agribisnis Austria tersebut hanya mempertanyakan jaminan pasokan di hulu dan cara mengakomodir infrastruktur. Pertemuan langsung seperti ini, menurut dia menjadi salah satu cara yang efektif menangkis isu kekhawatiran bagi para pelaku dunia usaha.

Gambaran dunia usaha sekarang ini dikatakannya masih bercampur antara pengusaha yang sedang menunggu momen dan yang sudah berinvestasi jangka panjang. "Dunia usaha memang ada yang wait and see dan ada yang akan investasi langsung dengan komitmen jangka panjang dan yang sudah mulai realisasi investasi tidak bisa stop, selalu gambarannya campuran seperti itu," tukasnya.

Investasi jangka panjang menurutnya akan tetap berlanjut karena sudah memperhitungkan semua faktor. Sedangkan investasi jangka pendek atau portofolio juga investor yang masih wait and see, lebih bergantung pada faktor nilai tukar dan situasi dalam negeri.

Himawan mengemukakan ada kemungkinan pelaku usaha menunggu sampai pemerintahan baru terbentuk.

"Ukurannya adalah tingkat keyakinan konsumen, kepercayaan konsumen, kepercayaan investor, sepanjang yang dikomunikasikan ke kami meningkat harapan, ekspektasinya," kata Himawan.

Pemerintahan baru di bawah presiden dan wakil presiden terpilih diutarakannya juga memegang peranan penting dalam menentukan kondisi dunia usaha.

Melihat latar belakang presiden dan wakil presiden terpilih yang berasal dari dunia usaha, BKPM menganggap pasangan ini memahami concern dunia usaha sehingga dapat meningkatkan investasi. Dalam masa jabatan yang tinggal sedikit, BKPM dan semua kementerian dikatakan Himawan masih terus berusaha menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.
WID

Sumber : metrotvnews.com
 
Top