KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Cara Mudah Mengatasi Kerugian Investasi Emas Berjangka

Pada umumnya, orang ingin menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas, namun dalam perkembangannya ketika investasi emas berjangka bisa membuat orang malah rugi. Perlu adanya cara mudah untuk bisa mengatasinya. Diketahui bahwa elemen penting dalam transaksi berjangka terutama di Komoditas Emas adalah psikologi trading, dimana anda perlu membangun keyakinan dari dalam diri anda sendiri bahwa anda bisa sukses.

Caranya bisa dari mengurangi informasi-informasi negatif yang dapat men-sabotase anda sendiri ketika bertransaksi.

Prinsip lainnya yang utama adalah diperlukan sikap untuk terorganisir, ketika hendak memulai trading diperlukan persiapan, sikap reaktif terhadap penguatan atau pelemahan yang terjadi secara dinamis di pasar berjangka.

Berikut ini beberapa aspek kedisiplinan yang perlu kita gali agar memberikan anda karakter untuk trading di pasar berjangka seperti Forex, Index dan Komoditi, seperti dipaparkan oleh Periset dan Analis Senior Monex Investindo Futures Albertus Christian K:

1. Belajar
Ya, belajar dan terus belajar. Kebanyakan trader pemula di Komoditas Emas tidak mau meluangkan waktu untuk mempelajari apa yang menggerakkan harga Emas. Terutama belajar analisa fundamental.

2. Hindari Overtrading
Transaksi yang terlalu agresif, dilakukan berkali-kali dengan jarak Stop-Loss yang terlalu pendek, dan target Take-Profit yang terlalu pendek juga, maka hanya akan menguntungkan broker-nya saja. Ya, untung atau rugi, komisinya tetap harus dibayarkan kepada broker.

Target Take-Profit hanya beberapa dollar saja dalam sehari, dengan cara mengunci profit dalam jumlah yang sangat kecil, saat keadaan sedang memungkinkan untuk mengambil Take-Profit yang lebih besar, adalah merupakan strategi yang merugikan dan lebih menjurus pada gambling.

3. Hindari Over Leveraged
Leverage boleh dibilang pedang bermata dua. Broker tertentu dapat memaksa Anda untuk menggunakan High Leverage. Artinya, income yang didapatkan broker semakin besar, yang dihasilkan dari spread, karena position-size-nya tersebut akan semakin menentukan jumlah income dari spread. Jadi, semakin besar posisi dengan High Leveraged, maka semakin besar spread income yang didapatkan broker.

4. Tidak Tergantung Pada Orang Lain
Trader sejati adalah trader sesungguhnya yang bisa berhasil karena usaha dan kemampuannya sendiri. Membuat keputusan sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Belajar atau minta bantuan trading kepada trader yang lebih berpengalaman itu baik, namun akan lebih baik jika semua keputusan tetap berada pada diri kita sendiri.

5. Perhatikan Faktor Dollar dan Komoditas Lainnya
Untuk memprediksi arah, sebaiknya tidak hanya pada faktor supply dan demand Emas saja, karena hal itu baru sampai pada setengah analisa saja. Harus dilakukan prediksi terhadap arah mata uang Dollar yang menjadi denominasi kontrak Emas Berjangka, selain itu juga resiko pada komoditas lainnya yang sejenis seperti minyak, maupun pasar aset saham dan obligasi, karena pergerakan di aset lainnya tersebut dapat dijadikan acuan sebagai pengukur sentimen regional atau kadangkala dijadikan sebagai pengukur permintaan.

6. Persiapan Sebelum Trading
Yakni memasang kuda-kuda, berupa kebijakan-kebijakan dalam trading dan rule yang spesifik, seperti, Anda siap loss atau profit berapa? 30 point? 50 point? Atau 70 point per enter market? Atau 30  persen? 50 persen? 70 persen dari modal awal? Tentukan sikap Anda di sini. Jika Anda tidak memiliki kebijakan dan rule yang spesifik, maka sebenarnya Anda tidak memiliki persiapan dalam trading, dan Anda cenderung menggolongkan diri pada statistic 95 persen Loss-Trader, yang pada akhirnya berhenti trading, meninggalkan gelanggang dengan menyalahkan instrument bisnis dan market-nya.

7. Mengikuti Trend
Terdapat perbedaan yang cukup besar antara; Membeli di harga rendah, ketika harga sedang turun-turunnya dengan membeli di harga murah. Harga rendah dengan segera akan menjadi harga yang tinggi, ketika Anda melakukan trading melawan trend.

8. Liquidasi Transaksi yang Buruk
Jika Anda sedang dalam posisi transaksi, dan ternyata hasilnya tidak bagus, yang harus Anda lakukan adalah; bakar (liqudasi)-lah posisinya dengan kadar yang sesuai, jangan berlarut-larut sehingga menambah kerusakannya.

Sebaliknya, jika transaksi Anda sudah bagus dan profit (sedikit), juga jangan terburu-buru untuk segera me-liquidasi posisi hanya karena bosan menunggu, atau ingin segera lepas dari stress. Sabarlah sedikit hingga sampai pada profit yang meyakinkan. Biasakanlah diri Anda dengan stress, karena stress adalah proses alami yang harus dilewati oleh seorang trader dalam trading.

9. Perhatikan Kondisi Teknikal
Menentukan apakah market trend telah berakhir, atau menemukan tahanan-tahanan? Adalah kunci dari harga-harga di pasar. Gerakan spikes adalah biasa terjadi, ketika pasar bergerak satu arah.

10. Trading Bebas Emosi
Ketika Anda tidak mempunyai persiapan, maka otomatis Anda melakukan trading dengan hanya menggunakan feeling, bukan berdasarkan ide. Feeling adalah cara yang sangat emosional dan buruk dalam trading. Dan kalau seseorang sudah dalam kondisi seperti itu, maka dia akan menjadi kesal dan emosi, selanjutnya cenderung akan mengungkapkan sesuatu yang hampir tidak pernah dengan menggunakan cara yang intelek. Bebaskan diri Anda dari situasi emosional tersebut dengan persiapan yang baik dan benar.

11. Percaya Diri
Percaya diri adalah cara terbaik untuk berhasil dalam trading. Wajar jika Anda kehilangan uang terlalu dini dalam karir trading Anda, sehingga Anda sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan diri sejati. Biasanya, kebanyakan orang memang sangat sulit menerimanya, jika sudah menyangkut uang. Ya memang, hal tersebut adalah tergantung pada sikap dan mental kita terhadap uang. Seperti apakah kita memandang uang dalam resiko hilang atau peluang bertambah?

Hal bijaknya adalah, Jangan memasak nasi setengah matang. Pelajarilah bisnisnya terlebih dahulu sebelum bertransaksi.

12. Takut Cut-Loss
Tidak ada yang dapat dibanggakan dari menahan posisi yang sedang rugi terlalu lama. Hal tersebut hanya menunjukkan sifat bodoh dan pengecut. Diperlukan keberanian dan kebesaran hati untuk menerima kerugian sementara. Kemudian menunggu kesempatan yang lebih baik untuk membalasnya dengan keuntungan. Banyak trader yang hancur karena berpendirian teguh pada posisi yang buruk tersebut.

Hal yang harus selalu diingat adalah, Tidak ada yang absolute di pasar. Seperti teori Einstein, relativitas atau ketidakmungkinan lah yang menjadi rutinitas di pasar. Sebuah transaksi bagus yang pernah Anda lakukan, bukan berarti sudah menjadikan Anda seorang trader yang sukses. Performa bulanan dan tahunan lah yang menentukan, apakah Anda termasuk trader yang baik atau tidak?

13. Prinsip Berani Jika Anda Yakin Benar
Saat polisi menggerebek sarang penjahat, atau petugas pemadam kebakaran yang harus masuk ke dalam api untuk menolong orang yang terjebak di dalam gedung yang terbakar dan harus memadamkan apinya, mereka sebenarnya ketakutan setengah mati, namun hal tersebut harus mereka lakukan! Dan akhirnya, mereka menyelesaikan pekerjaannya. Sama seperti yang terjadi dalam trading. Tidak apa-apa kita menjadi ketakutan, namun kita harus melakukan eksekusi terhadap sinyal-sinyal yang terjadi, seperti; cut loss, menunggu profit yang meyakinkan, dan lain sebagainya.

14. Konsistensi
Setiap jenis bisnis apapun, akan memerlukan business plan, termasuk berbisnis di pasar uang dalam mekanisme forex trading. Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk menentukan rule spesifik yang dapat diterapkan dan diikuti, maka trading Anda akan tidak focus dan tidak memiliki arah yang benar. Buatlah persiapan, miliki rule spesifik, terapkan dan tentukan target realistis yang dapat dicapai. Lakukan secara konsisten.

15. Overconfidence
Jika tidak ada moment yang benar-benar bagus dan mantab, sebaiknya Anda harus lebih konservatif. Hindari overconfident, meskipun telah berjaya berturut-turut. Jangan serakah dan mudah terpancing. Tetaplah rendah hati dan konservatif. Karena jika Anda terlalu percaya diri, Anda akan bisa terjerumus pada kerugian yang menyesakkan.

Sikap terorganisir yang dijabarkan diatas, bukan berarti suatu tips anti rugi dalam bertransaksi, melainkan meminimalisir kesalahan karena sesungguhnya perbedaan investor professional dengan pemula hanya terletak pada tingkat kesalahan yang lebih minim pada investor pro. Caranya bagaimana? ya dengan perencanaan matang, manajemen resiko serta sistem trading yang baik dan benar. Termasuk 15 cara diatas jika diikuti dengan disiplin maka anda bisa mengakumulasi keuntungan di jangka panjang layaknya seorang trader professional. (as/beritasatu.com)

Sumber : ciputraentrepreneurship.com
 
Top