KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Cara Paling Mudah Mengetahui Investasi LEGAL atau ILEGAL


Banyak orang di Indonesia ingin cepat kaya tanpa bekerja. Hal itu terbukti dengan adanya model-model investasi atau bisnis atau dengan adanya komunitas amal atau yang lainnya. Padahal jika memang ingin kaya itu perlu bekerja, setelah bekerja sebagian dana bisa diinvestasikan. Tempat investasi juga beragam, ada yang jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Semua jenis investasi tersebut juga memiliki fungsi masing-masing. Dengan adanya tempat investasi yang bermacam-macam, maka perlu dianalisis terlebih dahulu bagaimana sistem kerja tempat investasi itu sehingga investasi itu tergolong legal atau ilegal. Ada beberapa tips sehingga setiap orang bisa cepat mengetahui tentang investasi tersebut benar-benar ada atau hanya sebagai istilah saja (investasi bodong).

1.Terlibat langsung

Kepala Divisi Research and Development PT Bursa Berjangka Jakarta Lie Ricky Ferlianto mengingatkan masyarakat awam agar tidak sembarang investasi. Bila memungkinkan, investor terlibat langsung mengelola produk investasinya.

"Lebih baik kita trading sendiri atau mau kita transaksi sendiri. Kalau masih trading emas secara fisik ya udah ada uang ada barang. Jangan 'ini uang saya barang nanti'," imbuhnya.

Di luar itu, "jangan menyerahkan uang kita kepada orang lain untuk dikembangkan kecuali itu reksa dana yang sudah dilegalisasi oleh pemerintah."

2.Lihat legalitas perusahaan

Jangan mau berinvestasi dengan perusahaan yang tidak jelas dan tidak terdaftar secara legal. "Lihat dia terdaftar di bursa atau tidak. Jadi cara sederhana ini mampu menahan masyarakat agar tidak terjebak investasi bodong," kata Lie.

3.Lihat keuntungan yang ditawarkan

Jika imbal hasil yang ditawarkan tak masuk akal, dipastikan itu adalah investasi bodong.

"Misal ada yang nawarin 5 persen tiap bulan, dikali 12 bulan itu 60 persen. Itu dia gak usah ngajak kita investasi, dia pinjam di bank saja paling cuma berapa bunga kredit untuk usaha. Itu udah pasti bohong," ungkap Frederica.

"Biasanya mereka akan ngasih beneran uang, tiap bulan dapat dulu, sebulan, dua bulan, tiga bulan, habis itu berhenti."

Sumber : Merdeka.com
 
Top