KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Cara Terbaik Menghindari Investasi Abal-abal atau Investasi Ilegal dan Berbahaya

Ada sebagian orang ingin mendapatkan hasil yang melimpah tanpa bekerja keras. Padahal, orang terkaya di dunia pun berusaha keras untuk bisa menjadi orang paling kaya raya nomor satu di dunia. Tidak ada yang tidak bekerja dan berusaha. Semua orang yang ingin kaya pasti berusaha lebih baik, lebih rajin dalam segala hal dan melakukan kegiatan serba lebih dibandingkan orang pada umumnya. Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua perlu proses dan pembelajaran secara terus menerus. Orang kaya pun juga belajar terus menerus untuk bisa menjadi semakin kaya.

Di sini ada informasi tentang cara menghindari investasi yang berbahaya atau investasi bodong yang membuat resah, kawatir dan cemas orang Indonesia.

Menurut Kamus Besar  Bahasa Indonesia, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Definisi ini sangat sederhana sekali, karena melupakan setidaknya tiga unsur mutlak yang harus ada dalam sebuah investasi, yaitu risiko, keterbukaan informasi dan terpercaya. Tiga hal itu sangat penting sekali untuk membedakan antara berinvestasi dengan berjudi.

Malangnya, pola pikir sebagian orang juga masih sesederhana definisi KBBI dalam memandang investasi. Sepanjang ada embel-embel keuntungan dalam sebuah penawaran produk, maka mereka tak segan-segan mengeluarkan uang, yang konon sampai ratusan juta rupiah, untuk sebuah produk yang belakangan terbukti abal-abal. Inilah yang disebut sebagai penipuan berkedok investasi.

Penipuan merupakan sebuah proses melakukan tipu muslihat. Sebuah proses memiliki dua faktor utama yaitu, tujuan dan jangka waktu. Tujuan sebuah penipuan jelas untuk keuntungan bagi si penipu dan sebaliknya kerugian bagi korban. Sedangkan jangka waktunya cukup bervariasi, mulai dari 1 jam, 1 hari atau 1 tahun bahkan lebih.

Semua jenis penipuan pasti ditawarkan dengan janji-janji yang manis. Dalam penipuan-penipuan yang dikelola secara profeional, tidak jarang sebagian janji-janji manis itu juga terealisasi dengan baik di awal. Ini yang biasa membuat korban penipuan merasa atau bahkan mungkin bersikeras saat diinggatkan, bahwa dia tidak sedang ditipu.

“Kalau Saya ditipu, kenapa saya justru dapat uang?’, demikian kalimat ketus si korban diawal proses penipuan. Mungkin Anda pernah mendengar kalimat itu. Atau, malah Anda sendiri pernah mengatakannya dan kemudian menyesal di kemudian hari. Ingat! Bahkan untuk memancing ikan saja butuh umpan, apalagi untuk menipu manusia. Tapi umpan bukan makanan, melainkan jebakan.

Berinvestasi tentu saja sebuah langkah yang sangat baik. Namun, agar tidak salah langkah, Saya akan saya uraikan empat rambu yang perlu diperhatikan untuk mengenali sebuah produk investasi.

1. Semua produk investasi pasti berisiko.

Risiko bukan kerugian. Risiko adalah sebuah peristiwa yang belum terjadi dan belum tentu akan terjadi, tapi kalau terjadi akan menimbulkan kerugian. Risiko selalu melekat dalam sebuah produk investasi. Jadi, kalau seorang penjual produk investasi menjanjikan produknya tanpa risiko, artinya itu lampu peringatan pertama untuk Anda. Itu janji yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan.

Salah satu prinsip dasar dalam investasi adalah high risk high return, semakin tinggi risiko maka semakin tinggi imbal hasil, pun demikian sebaliknya. Tentu saja dengan manajemen risiko yang baik dari pengelola investasi, maka dapat dilakukan mitigasi risiko dan memaksimalkan keuntungan. Namun, produk investasi tanpa risiko itu hanya omong kosong. Bahkan, sebuah negara pun bisa mengalami gagal bayar bunga obligasi, seperti yang terjadi di Argentina akhir Juli 2014 lalu.

Besar kecilnya risiko tidak menentukan baik buruknya sebuah produk investasi. Sebuah produk investasi di pasar modal, biasanya diangap memiliki risiko yang lebih besar daripada produk investasi di pasar uang. namun, bukan berarti produk pasar uang lebih baik dari produk pasar modal, atau sebaliknya. Masing-masing produk memang memiliki karateristik risikonya sendiri-sendiri. Produk investasi mana yang tepat tergantung pada tujuan investasi, jangka waktu penempatan yang direncanakan dan kepribadian investor.

Untuk jenis-jenis risiko dalam masing-masing produk investasi tidak akan Saya jelaskan di sini. Silahkan Anda cari sendiri lewat sumber lain, misal lewat majalah atau koran ekonomi.

2. Keuntungan yang wajar.

Semua investor pasti menginginkan keutungan yang sebesar-besarnya. Namun, Anda perlu tahu berapa batas keuntungan yang paling besar dari sebuah produk investasi. Jangan sampai Anda mendapat janji keuntungan 10%, 20%, atau 30% per bulan bahkan lebih, yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Ini adalah rambu kedua yang harus membuat Anda waspada.

Bunga, laba atau bagi hasil atas investasi Anda bukan uang yang jatuh dari langit, tapi berasal dari keuntungan pengelolaan dana investasi. Karena itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana pengelola investasi menghasilkan keuntungan bagi Anda. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui, apakah uang yang Anda terima adalah benar-benar imbal hasil atau sekedar umpan yang manis.

Coba Anda pelajari lebih lanjut tentang 2 kata kunci ini: money game dan skema ponzi. Itu adalah cara yang paling sering dipakai penipu berkedok investasi dalam memikat korbannya, dengan cara menjanjikan keuntungan yang besar.

3. Keterbukaan Informasi.

Seorang investor berhak mengetahui bagaimana dana investasinya dikelola, siapa dan bagaimana jejak rekam orang yang mengelola, pola penempatan dana dan total dana keloaan. Semua informasi itu seharusnya dapat diperoleh secara mudah dan berkala. Jangan lupa juga membaca laporan keuangan tahunan yang telah diaudit akuntan publik ternama. Normalnya, semua informasi ini bisa Anda unduh lewat situs perusahaan investasi bersangkutan. Jika tidak, artinya ini satu lagi rambu yang seharusnya membuat Anda lebih awas dengan produk investasiyang ditawarkan.

4. Reputasi bukan sekedar apa kata orang.

Sering kita melihat tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat publik menjadi bagian dari promosi sebuah produk investasi. Kadang-kadang kesaksian dari kerabat atau keluarga menjadi faktor pendorong seseorang untuk membeli sebuah produk investasi. Namun, yakinlah mereka semua tidak bisa dimintai pertanggung jawaban saat uang yang Anda investasikan raib entah ke mana.

Reputasi bukan sekedar apa kata orang-orang di pasar, tapi bagaimana pendapat instansi yang berwenang soal itu. Dalam sektor dunia keuangan, maka rujukan yang utama adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika sebuah produk investasi keuangan tidak memiliki izin dari OJK, maka itulah lampu merah bagi Anda untuk melangkah lebih jauh.

Ragam produk investasi beredar di masyarakat dengan menawarkan berbagai macam iming-iming keuntungan. Masyarakat pun patut mewaspadai investasi bodong.

Umumnya, investasi yang ditawarkan berada di bidang properti baik tanah ataupun bangunan, investasi di sektor komoditas seperti emas batangan atau logam mulia, investasi di instrumen surat utang pemerintah, dan investasi di pasar saham.

Meski demikian masyarakat perlu memahami ragam produk investasi yang telah ada dan mewaspadai penipuan berkedok investasi.

“Sikap berpikir kritis serta senantiasa mengingat prinsip dasar berinvestasi ‘high risk high return’ harus terus ditanamkan sehingga tidak mudah tergoda dengan iming-iming imbal hasil yang terlalu tinggi dari produk investasi yang ditawarkan,” jelas Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/9/2014).

Pasar modal adalah salah satu sarana investasi yang dapat menjawab kebutuhan investor akan keamanan dalam berinvestasi sekaligus berpotensi menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan produk investasi lainnya dengan modal awal yang cukup terjangkau.

Sumber : okezone dan kompasiana
 
Top