KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Cerita Perjalanan Religi Keluarga Mbak Tiwi Tri Widayanti ke Malaysia

Alhamdulillah sampai bandara juga. Nungguin flight jam 1.30 dinihari nanti.

Hari ini untuk pertama kalinya dedek Bilal mbolang keluar negeri. Jadi sudah hampir 2 tahun kami absen buat mbolang kemana mana.

Ehh ada umroh deng kemarin saya dan abi. Hehe... tapi perjalanan religi. Beda rasanya dengan mbolang 😅. (Baca bocah ilang 😛)

Kakak fathima dari umur 3 bulan udah punya paspor. Jaman masih suka berburu tiket Rp 0 😅. Niat bangettt yaaa, hahaha...

Dlu yg ada dipikiran saya adalah nyari banyak uang by online. Gag mau terkenal. Menikmati hidup, backpackeran terus. Dan bahagia.

Sekarang perlahan tapi pasti, Allah menakdirkan sesuatu yg berbeda di hidup kami.

Kata mas saptuari, kami ini pasangan terheboh di jagat maya. Hahaha...

Kami didesain Allah menjadi seperti sekarang, relasi bertambah banyak, ilmu ilmu kami bermanfaat buat banyak orang.

Saya yg tak suka bertemu orang. Lebih suka berinteraksi dalam dunia maya, lebih nyaman tidak dikenal oranglain, lebih nyaman tidak dianggap sebagai apa apa. Sekarang semua terbalik.

Menikmati berbagai skenario yg Allah berikan ke kami. Allah merancang kami untuk tidak diam dan menyembunyikan diri lagi.

Ternyata rencana Allah lebih baik dari rencana manusia.

Jatah seneng senengnya diganti dengan dakwah. Mengajarkan ke temen2 lain bahwa rezki itu sudah diatur Allah dan tinggal dijemput dengan cara yg Allah suka.

Bagi yg malas menjemput maka rezki itu diantarkan seadanya. Tapi bagi mereka yg rajin dan ikhtiarnya kuat dalam menjemput rezkiNya maka rezki itu diantarkan sesuai dengan permintaan kita.

Man jadda wajada.

Allah tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum dia mengubah nasibnya sendiri.

Kami seperti sekarang karena kami membuka diri kami untuk berubah. Allah melihat usaha usaha kami, Allah melihat betapa terpontang pantingnya kami untuk menujuNya.

Bahagia itu ternyata ketika kita bisa bermanfat untuk oranglain.

Dakwah terus!!!

Sampai Allah katakan Saatnya Pulang.

Karena hidup adalah perjalanan, teruslah berjalan dalam pencarian. Mencari apa yang sebenarnya hati teramat membutuhkan. Kita ini sebenarnya hanya butuh Allah. Sambil menyiapkan sebaik baik bekal kematian.

Semoga Allah meluruskan niat kami hanya untukNya.

Ada seorang anak muda yg bilang,

Takut RIYA, Perbarui NIAT, Berlatih IKHLAS, Jangan berhenti BERBUAT BAIK.

Jika semua amalan kau sembunyikan, bagaimana dengan mereka yang masih mencari apa itu kebenaran??

Jika semua amalan kau sembunyikan, lantas bagaimana bisa tersampaikannya pesan kebaikan??

Jika semua amalan kau sembunyikan, apakah akan sampai apa yang kita lakukan pada generasi setelah kalian??

Bagiku, ariflah dalam berbuat kebaikan...

Sedikit dibagikan untuk kau syiarkan, sisanya cukup kau lakukan dan kau lupakan...

Semoga lelah ini berganti fillah, billah, lillah

Tri Widayanti
 
Top