KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Charoen Melakukan Investasi Sebesar Rp 5,5 Triliun untuk Memperoleh Laba lebih Besar

Banyak hal dipersiapkan oleh setiap perusahaan untuk bisa mendapatkan keuntungan dari setiap bisnisnya. Mulai dari pengelolaan keuangan dan juga anggaran untuk meningkatkan hasil produksi dan juga untuk kesejahteraan karyawan. Semua aspek sangat penting supaya perusahaan bisa bertahan dan berkembang menjadi lebih baik.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) siap menginvestasikan dana hingga sebesar Rp 5,5 triliun selama 2014-2015. Tahun ini, perseroan mengalokasikan dana senilai Rp 3 triliun. Sedangkan tahun depan sebesar Rp 2,5 triliun.

Direktur Keuangan Charoen Pokphand Ong Mei Siang mengatakan, belanja modal atau capital expenditure (capex) itu akan dipakai untuk mengembangkan tiga lini bisnis, yaitu pakan ternak, anak ayam, dan daging ayam olahan.

Perseroan berencana meningkatkan kapasitas produksi sebesar 10-15 persen per tahun untuk memenuhi pertumbuhan permintaan pasar.

“Tahun ini, dana capex meningkat dari rencana semula sebesar Rp 2 triliun, karena banyak pengembangan dan akuisisi di daerah baru. Sedangkan tahun depan akan dibangun feed mill baru di Semarang,” kata Ong Mei di Jakarta, Kamis (20/11).

Hingga September 2014, Charoen sudah menyerap capex sekitar Rp 2,3 triliun. Dana tersebut telah digunakan untuk menyelesaikan pembangunan feed mill di Cirebon dan akuisisi peternakan.

Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, pembangunan pabrik Cirebon menelan biaya sebesar US$ 40 juta. Kapasitas produksi pabrik tersebut sekitar 20 ribu ton pakan ternak per bulan.

Baru-baru ini, Charoen telah menuntaskan proses akuisisi aset breeding farm milik PT Sierad Produce Tbk (SIPD). Peternakan tersebut terletak di kawasan Kabupaten Lebak, Banten.

Peternakan itu mencakup tanah seluas 237,2 ha dengan Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 124 ha dan area hatchery sebesar 30,2 ha. Perseroan juga menguasai mesin, peralatan, dan inventaris, serta persediaan hewan ternak berumur pendek. Nilai keseluruhan aset mencapai Rp 430 miliar.

Dengan demikian, Charoen tercatat memiliki delapan pabrik pakan, 90 peternakan, 49 penetasan, dan lima fasilitas produksi pangan. Perseroan juga memiliki lebih dari 2.500 agen distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tahun ini, Charoen Pokphand menargetkan penjualan meningkat sekitar 15 persen menjadi Rp 28,5 triliun dari proyeksi 2013 sebesar Rp 24,8 triliun. Pertumbuhan penjualan antara lain ditopang peningkatan volume penjualan dan kenaikan harga jual.

Selama Januari-September 2014, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 21,7 triliun atau tumbuh 16,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 18,6 triliun. Meski pendapatan naik, laba bersih tercatat turun 22,7 persen dari Rp 2,2 triliun pada kuartal III – 2013 menjadi Rp 1,7 triliun pada periode sama tahun ini.

Investor Daily

Penulis: TIM/FMB

Sumber:Investor Daily , Jakarta , beritasatu.com
 
Top