Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Deposito Turun Drastis Membuat PT Taspen (Persero) Mengalihkan Investasi ke Sektor Lain




Pemerintah yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang investasi kini beralih mengalokasikan aset perusahaan khususnya PT Taspen (Persero) ke investasi yang lain. Hal ini dilakukan karena bunga di bank semakin menurun drastis sehingga perlu dilakukan perubahan supaya aset bisa meningkat dengan pesat. Namun, orang atau lembaga yang tahu tentang bunga deposito di bank yang terus menurun membuatnya harus berfikir dan segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan aset yang ada.

PT Taspen (Persero) akan menyiasati pola alokasi portofolio investasi deposito, saham, surat berharga maupun investasi langsung menyusul rencana Pemerintah menekan suku bunga deposito perbankan.

Direktur Utama Taspen, Iqbal Latanro menuturkan berlanjutnya penurunan suku bunga memberikan sinyal agar perseroan segera mengalihkan alokasi investasinya ke portofolio yang lebih menjanjikan atau yang tidak sensitif terhadap gejolak suku bunga.

Pada tahun ini, ujar Iqbal, Taspen menargetkan dana kelolaan investasi sekitar Rp162 triliun, atau meningkat 21,2 persen dibanding tahun lalu.

Dari total dana kelolaan sebesar Rp162 triliun itu, lanjutnya, sebesar 16 persen dialokasikan untuk deposito diturunkan dari tahun 2015 sebesar 32 persen.

Alokasi untuk saham dinaikan dari sekitar 4 persen pada 2015 menjadi 12,3 persen pada 2016, sedangkan investasi pada obligasi negara naik dari 64 persen menjadi 68 persen.

Selain itu, tuturnya, Taspen juga meningkatkan portofolio investasi menjadi 2,64 persen pada tahun 2016, dari sebelumnya hanya 0,59 persen dari total investasi pada 2015.

"Pengurangan alokasi deposito tentu sejalan dengan penurunan suku bunga. Sedangkan peningkatan pada saham menggunakan asumsi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berkisar pada level 5.200 poin, naik dari rata-rata Indeks 2015 sekitar 4.500 poin," ujar Iqbal saat Paparan Kinerja 2015 dan Proyeksi 2016, di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (22/2).

Sementara itu, pada investasi langsung, Direktur Investasi Imam Firmansyah mengatakan Taspen pada tahun 2016 menyasar tiga sektor yaitu infrastruktur, properti dan jasa keuangan.

"Porsi investasi langsung sebesar 2,64 persen dati total dana kelolaan akan didominasi pada sektor infrastruktur, kemudian properi dan jasa keuangan," ujar Imam.

Ia menjelaskan, saat ini Taspen sedang menjajaki investasi langsung pada 2 perusahaan BUMN Konstruksi yang diharapkan bisa terealisasi pada tahun 2016.

Selain itu, Taspen menempatkan investasi langsung pada PT Reasuransi Internasional Indonesia atau Reindo menjadi kepemilikan saham.

"Prinsipnya, Taspen siap mengalihkan dari satu instrumen ke instrumen lainnya, sepanjang dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi pasar. Taspen menganut "flexible asset allocation", namun ada batasan yang tidak boleh dilanggar," tegas Imam.

Pada tahun 2016, Taspen menargetkan hasil investasi sekitar Rp14,98 triliun, naik dari realisasi hasil investasi tahun 2015 sebesar 12,36 triliun.

Saat yang bersamaan pada tahun 2016, Taspen memperkirakan laba bersih sekitar Rp581 miliar, menindkat tipis dibandingkan realisasi laba tahun 2015 sebesar Rp577,9 miliar. (ags)

Sumber : cnnindonesia.com
 
Top