Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Dulu Karyawan Perusahaan Plastik, Sekarang Pria Ini jadi Terkaya di Asia Berharta Rp 394 Triliun

Setiap orang yang bekerja apapun dengan profesi apapun, seharusnya memang dihargai dan dihormati selama pekerjaan itu halal dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena, tidak sedikit juga orang yang awalnya menjadi buruh atau karyawan bisa menjadi orang yang paling kaya di wilayah tersebut. Maka dari itu, sebagai manusia dilarang sombong. Kehidupan yang akan datang dari orang tersebut belum tentu sama dengan sekarang. Bisa juga orang tersebut menjadi lebih kaya dibandingkan dengan orang lain yang dahulunya lebih kaya dan sukses dari orang itu.

Menjadi orang terkaya, tidak selamanya karena warisan orangtua. Li Ka-Shing, pria berumur 86 tahun menjadi orang terkaya di Asia berkat kerja kerasnya.

Seperti dilansir dari Forbes, Rabu (11/3/2015), Li merupakan orang terkaya nomor 17 di dunia, dan nomor satu di Asia. Nilai kekayaan Li mencapai US$ 32,9 miliar atau sekitar Rp 394 triliun.

Lahir di Cazhou, Guangdong, China, Li sudah kehilangan ayahnya saat usianya 15 tahun. Sekolahnya pun terhenti, dan dia harus mencari pekerjaan untuk menyambung hidup.

Pria ini menemukan pekerjaan pertamanya di perusahaan perdagangan plastik, dan harus bekerja 16 jam sehari.

Sifatnya yang ulet, membuat dia bisa mendirikan perusahaan sendiri di usia ke-22. Perusahaan bernama Cheung Kong industries dimulai dengan modal hasil pinjaman dari keluarga dan teman-temannya.

Dari situ usahanya berkembang dan semakin besar, lewat anak usaha bernama AS Watson Group, sebuah perusahan ritel dengan 7.800 toko di banyak negara.

Saat ini, perusahaan Li bergerak di banyak sektor. Selain ritel, dia juga bergerak di peralatan pelabuhan, teknologi, bahkan hingga properti.

Li mempekerjakan 270 ribu orang di 52 negara di dunia. Januari lalu, Li mengumumkan rencananya untuk membentuk 2 perusahaan yang akan didaftarkan di bursa Hong Kong.

Pertama adalah CKH Holdings, yang akan menjadi induk seluruh perusahaan non propertinya. Kedua adalah CK Property, yang akan menjadi induk usaha seluruh bisnis properti Li.

Sumber : Wahyu Daniel - detikfinance
 
Top