KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Ekspor Kayu dari Indonesia ke Eropa Semakin mudah dengan FLEGT licence

Bangsa Indonesia merasa bangga dan senang dengan kerja sama dengan pihak Eropa. Dengan adanya FLEGT license ini membuat Indonesia semakin lebih leluasa untuk bisa mengirim hasil ekspor ke Eropa. Mungkin sedikit asing dengan FLEGT, karena memang orang awam belum pernah istilah seperti itu. FLEGT adalah singkatan dari Forest Law Enforcement, Governance, and Trade yang merupakan surat perjanjian tentang ekspor kayu dari Indonesia ke Eropa.

Ekspor kayu dan produk kayu ke pasar Eropa kini akan semakin mudah, seiring dengan ditandatanganinya Voluntary Partnership Agreement (VPA) antara Indonesia dan Uni Eropa (UE), pada 30 September 2013, di Brussel, Belgia.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi Rabu (2/10/2013), mengatakan, dalam perjanjian itu terdapat peraturan yang disebut Forest Law Enforcement, Governance, and Trade (FLEGT). Isinya yakni, kayu dan produk kayu asal Indonesia yang sudah diverifikasi melalui Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLKL), bisa masuk dengan lebih mudah ke pasar UE tanpa melalui jalur merah (dilakukan pemeriksaan fisik dan dilakukan penelitian dokumen).

Bayu mengatakan, dengan perjanjian tersebut diharapkan ekspor kayu dan produk kayu ke negara-negara UE sepanjang 2013 ini bisa mencapai 1,8 miliar–2 miliar dollar AS.

Sebagai informasi, sepanjang 2012 lalu, ekspor kayu dan produk kayu ke negara-negara UE sebesar 1 miliar dollar AS, atau 10 persen dari keseluruhan pasar dunia yang tercatat sebesar 10 miliar dollar AS.

Dengan adanya FLEGT –VPA ini, para pelaku usaha UE tidak perlu lagi melakukan proses uji tuntas atau due diligence terhadap produk kayu yang telah memiliki FLEGT licence.

Bayu mengatakan, dalam pertemuannya dengan delegasi Australia beberapa waktu lalu ia juga memaparkan soal FLEGT-VPA yang sudah disepakati dengan UE.

“Berita penandatanganan dengan UE ini juga saya sampaikan ke Australia. Mereka dengan bahasa diplomatisnya mengatakan, mereka akan sangat mempelajari dan melihat kemungkinan adopsi dengan sistem ini dengan sistem perundang-undangan Australia,” jelas Bayu.

Begitupun saat bertemu dengan delegasi dari Amerika Serikat, ia memamerkan perjanjian FLEGT-VPA dengan UE. Kata Bayu, AS merupakan salah satu negara yang ketat soal ekspor-impor, seperti yang terjadi pada ekspor kertas dari Indonesia.

Sumber : JAKARTA, KOMPAS.com
 
Top