Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

FAKTA : Beli Mobil Pasti Rugi jika Dijual Kembali karena Mobil bukan sebagai Investasi

Setiap orang tentunya ingin menjadi kaya. Namun, perlu diketahui cara dan proses supaya bisa menjadi kaya. Namun, kini sudah sangat banyak sekali orang yang ingin dilihat seperti orang kaya (padahal sesungguhnya belum kaya dan belum mampu membeli mobil) , namun dipaksakan membeli mobil yang dianggap sebagai investasi dan supaya dianggap lebih kaya daripada yang tidak punya mobil. Faktanya, orang yang punya mobil belum tentu punya banyak orang dibandingkan dengan orang yang hanya naik motor. Karena, perlu dipahami juga setiap individu memang punya cara pandang dan karakteristik berbeda.

Termasuk dalam pemilihan investasi. Sebagian kalangan menganggap mobil sebagai investasi. Padahal, pemikiran ini salah besar!

Sebagai profesional yang sudah lama berkecimpung di dunia mobil bekas, General Manajer Mobil88 Halomoan Fischer, seperti dilansir KompasOtomotif, menuturkan, setiap mobil yang dibeli dipastikan akan terus menurun nilainya setiap tahun, bukan sebaliknya.

"Justru, semakin mahal mobil yang Anda beli, semakin besar depresiasi harganya di masa depan," tukas Fischer.

Dalam perhitungan kasar depresiasi nilai mobil baru yang sudah dibeli konsumen, ada tiga kategori utama. Pertama, jenis kendaraan kelas murah sampai menengah seperti LCGC sampai Toyota Avanza, misalnya. Pada tahun pertama pembelian, nilainya sudah turun 7-10 persen dari harga beli.

Kedua, kategori kendaraan menengah sampai atas. Pada kategori ini biasa masuk sedan mini sampai menengah atau sekelas sport utility vehicle (SUV). "Untuk jenis mobil-mobil besar seperti ini, penurunan nilai bisa mencapai 10-15 persen di tahun pertama, terus menerus di tahun-tahun selanjutnya," beber Fischer.

Ketiga, kategori mobil premium, yang biasanya harga beli barunya di atas Rp 1 miliar. Untuk mobil-mobil seperti ini, penurunan nilai kendaraan justru lebih besar, bisa mencapai 20 persen pada tahun pertama.

"Apalagi kalau pedagang mobkas sangat selektif mau membeli mobil premium, biasanya harus di bawah 10.000 km. Kalau di atas, mereka memilih tidak akan membelinya," lanjut Fischer.

Berbeda dengan warga negara-negara maju, membeli mobil adalah membeli sarana transportasi bukan sebagai produk investasi. Pemikiran ini yang perlu diubah konsumen ketika mau beli mobil baru. Mereka harus sudah siap rugi!

Sumber : SRIPOKU.COM, JAKARTA
 
Top