Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

FAKTA : Masyarakat Indonesia mulai Sadar Pentingnya Melindungi Diri sehingga Investasi Asuransi Jiwa Mencapai 41% dari Aset Nasional di Indonesia




Beberapa orang yang belum paham dan mengerti tentang asuransi mungkin akan mengabaikan tentang berita ini. Padahal asuransi sangat penting untuk melindungi jiwa dan raga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terdapat laporan bahwa Pertumbuhan industri asuransi di Indonesia semakin cepat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, aset keseluruhan dari industri asuransi jiwa nasional mencapai Rp330 triliun.

Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK M Ihsanudin menjelaskan, catatan tersebut diambil dari data OJK per 31 Desember 2015. Dari total aset tersebut terdiri dari Rp284 triliun aset investasi dan sisanya sekitar Rp48 triliun bukan aset investasi.

"‎Sementara perusahaan asuransi jiwa memiliki 41 persen dari aset asuransi nasional kita," terangnya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Lebih jauh Ihsanudin menerangkan, investasi dari dana industri asuransi tersebar ke empat jenis portofolio. Di antaranya investasi saham ‎29 persen, reksa dana 24 persen, deposito 17 persen, dan SUN 16 persen.

Menurutnya, industri asuransi ke depannya masih bisa berkembang lebih jauh. Namun para pelaku harus menerapkan manajemen pengelolaan yang baik untuk menyumbang peranan ke pertumbuhan sektor riil

"Harus melihat investasi yang dimanage keamanannya dan memberikan leverage kepada entitas lain kalau bisa, syukur menyumbangkan fund yang khusus untuk disalurkan sektor rill. Tanpa sektor riil gerak sulit suatu bangsa sustain kondisi dunia yang ketidakpastian seperti ini‎," katanya.

Sementara, Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga AAJI Christine Setyabudhi mengungkapkan saat ini porsi sumbangsih premi dari produk unit link untuk industri cukup besar, yakni sekitar 60 persen. Sedangkan premi dari produk asuransi tradisional hanya sebesar 30 persen.

"Untuk tahun lalu sendiri kontribusi premi yang berasal dari unitlink mencapai Rp72 triliun dan tradisional hanya Rp56 triliun. Jadi porsi premi dari unit link masih 60 persen lebih," tukas dia.

(mrt)


Sumber : okezone.com
 
Top