Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Fakta Para Miliarder Tertua di Indonesia adalah Bergerak dalam Bidang Investasi, Diversifikasi, Kesehatan, Real estate, Ritel, dan Peralatan Berat serta Penjualan Barang

Banyak orang ingin menjadi miliarder mulai sejak muda hingga sampai tua. Namun, hanya beberapa orang saja yang bisa sukses sampai tua (usia lanjut). Karena, memang perlu dipahami bahwa untuk bisa sukses juga harus tahu bahwa beberapa hal yang dipilih oleh orang sukses (miliarder tertua) di Indonesia sehingga bisa mempertahankan bisnisnya atau bahkan mengembangkan usahanya sehingga bisa dinikmati sampai tua. Sangat penting juga tentunya jenis bisnis atau jenis usaha yang dilakukan oleh para miliarder-miliarder yang semakin kaya pada usia tuanya.

Usia tua ternyata bukan hambatan bagi para pengusaha berbakat untuk tetap menari di panggung bisnis nasional hingga mancanegara. Bahkan sejumlan nama pengusaha berusia lanjut masih menghiasi jajaran orang terkaya di Indonesia.

Seperti dilansir dari hasil penelusuran tim Forbes, Jumat (5/12/2014), di usia 91 tahun, Eka Tjipta Widjaja tercatat masih lihai berbisnis dan menuai total kekayaan senilai US$ 5,8 miliar. Pria berusia tua ini malah mampu menduduki peringkat keempat sebagai orang terkaya di dunia.

Tak hanya pria, wanita berusia lanjut juga ternyata masih mampu menguasai dunia bisnis di Tanah Air. Di usia 84 tahun, Kartini Muljadi melalui bisnis farmasinya berhasil mendulang total kekayaan hingga US$ 1,1 miliar.

Selengkapnya, berikut daftar miliarder tertua di Indonesia:

1. Eka Tjipta Widjaja

Usia: 91

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-4

Total kekayaan: US$ 5,8 miliar

Sumber kekayaan: Bisnis minyak sawit

2. Harjo Sutanto

Usia: 88

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-33

Total kekayaan: US$ 950 juta

Sumber kekayaan: Penjualan barang



3. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Usia: 87

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-42

Total kekayaan: US$ 800 juta

Sumber kekayaan: minyak sawit



4. Mochtar Riady

Usia: 85

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-8

Total kekayaan: US$ 2,7 miliar

Sumber kekayaan: Farmasi



5.Kartini Muljadi

Usia: 84

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-29

Total kekayaan: US$ 1,1 miliar

Sumber kekayaan: Farmasi



6. Achmad Hamami

Usia: 84

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-28

Total kekayaan: US$ 1,2 miliar

Sumber kekayaan: Peralatan berat



7. Ning King

Usia: 83

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-46

Total kekayaan: US$ 650 juta

Sumber kekayaan: Diversifikasi



8. Ciputra

Usia: 83

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-21

Total kekayaan: US$ 1,5 miliar

Sumber kekayaan: Real estate



9. Boenjamin Setiawan

Usia: 81

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-7

Total kekayaan: US$ 3,5 miliar

Sumber kekayaan: Farmasi



10. Soegiarto Adikoesoemo

Usia: 76

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-35

Total kekayaan: US$ 930 juta

Sumber kekayaan: Obat-obatan



11. Sjamsul Nursalim

Usia: 73

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-38

Total kekayaan: US$ 830 juta

Sumber kekayaan: Ritel



12. Murdaya Poo

Usia: 73

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-15

Total kekayaan: US$ 1,7 miliar

Sumber kekayaan: Diversifikasi



13. Benny Subianto

Usia: 72

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-32

Total kekayaan: US$ 1 miliar

Sumber kekayaan: Investasi dan batubara



14. Prajogo Pangestu

Usia: 70

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-48

Total kekayaan: US$ 570 juta

Sumber kekayaan: Diversifikasi



15. Theodore Rachmat

Usia: 70

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-14

Total kekayaan: US$ 1,9 miliar

Sumber kekayaan: Diversifikasi.


(Sis/Nrm)

Penjelasan tentang Diversifikasi :

Diversifikasi dapat mengacu kepada beberapa hal berikut (dari wikipedia.org):

Diversifikasi (ekonomi): involves spreading investments

Diversifikasi (strategi marketing): sebuah strategi perusahaan untuk menaikkan penetrasi pasar

Diversifikasi ekonomi adalah usaha penganekaragaman product (bidang usaha) atau lokasi perusahaan yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan sehingga arus kas perusahaan dapat lebih stabil, ini dilakukan perusahaan untuk mengatasi krisis ekonomi, sehingga apabila suatu perusahaan mengalami kemerosotan pendapatan di salah satu product atau negara/daerah, di product atau negara/daerah lain mendapatkan kelebihan pendapatan, sehingga kekurangan yang terjadi bisa tertutupi. 

Sumber : Liputan6.com, Jakarta

 
Top