Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Fakta Penyebab Para Pengusaha sangat Sedikit yang Bersedia Masuk Bisnis Bank

Di kalangan tertentu, orang yang masuk di bidang perbankan terlihat sangat mempesona dan seperti memiliki banyak uang. Namun, ada beberapa penyebab mengapa bisnis bank tidak banyak disukai oleh para pengusaha. Meskipun, para pengusaha memiliki banyak uang, namun para pengusaha lebih memilih bidang yang lain.

Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro menilai, banyak pengusaha Indonesia yang tidak tertarik untuk membuat bank. Hal tersebut menurut dia, disebabkan beberapa faktor, yang salah satunya, itu adalah regulasi yang ketat.

Bambang mengatakan, dulu hampir semua pengusaha Indonesia dari kelas atas sampai menengah berlomba-lomba membuat bank, sebab belum menjadi pengusaha bonafid kalau belum mempunyai bank. Tetapi, saat ini justru hampir tidak ada pengusaha besar yang tertarik untuk memiliki bank.

Kalaupun ada, tutur Bambang, itu dengan mengakuisisi bank yang sudah ada sebelumnya atau menjalankan usaha bank dengan low profile. Keadaan seperti itu, jelas dia, yang membuat kepemilikan bank di Indonesia mau tidak mau didominasi asing.

Bambang menilai, saat ini banyak pengusaha yang tidak berminat membuat bank karena terkendala beberapa hal.

"Besar kemungkinan, disebabkan sektor industri perbankan memiliki regulasi yang sangat ketat sehingga tidak banyak pengusaha yang bisa masuk. Artinya, pengusaha yang dapat masuk itu harus yang besar, karena perlu modal yang kuat dan harus siap mengikuti aturan yang selalu berubah," papar Bambang di Jakarta, Rabu (10/12).

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Bank DKI (Bank DKI) Eko Budiwiyono mengatakan, kebutuhan perbankan terhadap modal semakin lama akan berkembang. Sebab, menurut dia, penerapan manajemen risiko untuk perbankan juga semakin ketat. "Jadi kalau mau masuk ke bisnis perbankan itu harus siap konsekuensinya, yaitu setiap saat harus siap menambah modal," jelas dia.

Penulis: Devie Kania/YUD

Sumber : beritasatu.com dan yahoo.com
 
Top