Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

FAKTA : Solusi Dahsyat untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis Online dari Zulfadhli Ashari



Praktekin ini deh, dijamin laris!
Dan Kisah dari Fenomena ini sungguh terjadi. waspada!

Pernah gak Anda iklan gila-gilaan, tapi closing rendah?
Pernah gak, Anda melakukan spamming malah di banned?
Pernah gak, Anda melakukan hal yg sia-sia, ternak akun ribuan cuma buat nyepam,
hasilnya juga sia-sia?

Cara di atas, tidak salah, tapi kurang elegan. Karena saya pun pernah mengalaminya, tapi itu dulu, karena mencoba-coba akhirnya tidak efektif, jadi kemungkinan itu menjadi opsi kedua.

Saya mencoba mengamati, perkembangan musik di Indonesia pun sedikit bergeser drastis, coba perhatikan musik-musik papan atas yang di gandeng oleh Label record besar (major label), sudah jarang sekali tampil dan bahkan terseok-seok akibat meningkatnya pembajakan musik di Indonesia.

Bayangkan, kenapa dulu kita selalu menikmati musik itu-itu saja?
semua sudah di atur oleh bisnis, kita di paksa mendengarkan musik dari Radio, MTV, Dahsyat Acara-acara musik pagi di TV, bahkan ia memberikan top lagu/ tangga lagu.

Jadi kita memang dipaksa berulang-ulang kali mendengarkan lagu yang itu-itu saja, sesuai budget promosinya, semakin besar, maka semakin sering tampil di radio, di TV dan media masa lainnya.

Di Era digital Disrupted sekarang, hanya yang mampu beradaptasi, inovasi dan fokus pada customer yang menang.

Musik/Band seperti yg kita sering dengarkan dulu, satu persatu bubar jalan atau jarang tampil offair maupun onair.

Faktanya di Era digital sejarang, banyak Band Indie bermunculan hanya bermodalkan Channel youtube, Soundcloud dan media online lainnya. Mereka berani memperlihatkan keterampilan dan karyanya melalui media2 online.

Contoh : Sangat banyak sekali yang terkenal lewat youtube, di Indonesia ada juga Mocca, White Shoes and the Couples Company, Sore, Payung teduh, Rich chigga, yang ujung-ujungnya akan bekerja sama pada label jika mereka melepas idealisnya.

Dan salah satu contoh sukses bermusik ialah Erik soekamti dari Band endang soekamti yang mencentuskan Does university dan membuat konten2 gokil di channel youtube..Ini salah satunya saja lho...masih banyak yg lainnya.

Saya bisa menyebut mereka startup musik, memulai dari kecil dengan idealis yang kuat, fokus pada karya dan customer.. Booming dan sukses, Major label sebagai Venture capital/Investor yang mendanai musik tersebut saja. (Ini menurut pandangaku saja lho)

Nah, Dulu tidak bisa seperti sekarang ini, dulu harus mengikuti prosedur musik, dan jika musik Anda tidak di sukai oleh produser, maka dipastikan Anda tidak bisa rekaman. Atau jika ingi diterima maka hapus isealis Anda dan Anda harus mengikuti saran dari produser. Titik. Hehhe

Fenomena ini bisa juga di sebut sebagai PULL MARKETING VS PUSH MARKETING
Kalau di Metodologi Inbound Marketing pendekatannya adalah Marketing Centric VS Customer Centric.

Bagi yang menerapkan Fenomena PUSH MARKETING sepertinya benar-benar terseok-seok, dan Anda harus waspada.... jangan paksa customer Anda membeli produk Anda, namun buatlah produk Anda menjadi produk yang dibutuhkan.

Dulu itu sebelum ada online marketing, masih berpedang teguh kepada PUSH Marketing dan Marketing Centric, tidak terlalu mementingkan Customer. Yang penting produk ada, lalu marketing segila-gilanya.

Sekarang Eranya Pull Marketing dan Customer Centric yang mementingkan keinginan dan memberikan kepuasan Customer.

Kalau dulu itu dari Produsen/pabrik -> Retail -> Ruko/penjual -> Customer (ini push marketing)
Sekarang Website/blog -> Customer -> Retail/Online Shop -> Promoters

Menurut Metodologi Inbound Marketing "The Old Marketing Playbook is BROKEN" seperti TV, Email spam, telepon database dari nomor tidak jelas.

Coba bayangkan, jika Anda beriklan dengan membabi buta, tanpa memperhitungkan "Database subscriber email, visitor website, Ranking Search engine, Likers & followers di sosmed, bahkan data Pixel facebook sangat penting" jika Anda mengabaikannya, maka akan sangat rugi membuang uang dengan sia-sia.

Maka praketkan sekarang pola pull marketing dan Inbound marketing dengan fokus pada customer centric.

Ingat perkataan Jack Ma, nanti akan tiba masanya era BIG DATA. apapun itu Pengertiannya dari sekarang data sangatlah penting.

Di Inbound marketing selalu pendekatan pada ATTRACT Customer alias menarik perhatian customers.. Misalkan contohnya : Anda ingn sukses menjual Produk Herbal, maka coba Anda buat Website, lalu berikan konten tentang khasian herbal, pro dan kontra obat kimia, dan coba juga buat channel di beberapa media seperti youtube, dll

Content is King, But Context is God - begitu kira-kira quotes dari Gary Vaynerchuk (author & businessman) yang artinya konten itu sangat penting, namun jangan lari terlalu jauh dari konteks.

Nanti bersambung dulu ya, saya akan tulis lebih lanjutnya!
ditulis pukul 05:22 subuh hari.

Share jika bermanfaat dan jika ingin mengetahui ilmu-imu serta sambungan cerita selanjutnya!

Happy Connecting :)
Zulfadhli Ashari
 
Top