Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Faktor-faktor Penyebab Mengapa Indonesia belum bisa Menjadi Negara Maju

Banyak sekali wacana atau informasi yang menyatakan bahwa Indonesia belum bisa menjadi negara maju, ada yang mengatakan hukum, budaya, faktor pendidikan dan lain sebagainya. Namun pada intinya Indonesia belum bisa menjadi negara maju memang masih ada beberapa kekurangan yang ada pada bangsa Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, negara kita (Indonesia) belum bisa menjadi negara-negara maju seperti negara di Eropa, Asia Timur maupun Amerika. Negara Indonesia terlalu jauh tertinggal dengan negara tersebut dalam bidang pendidikan, pemerintahan, budaya, ilmu, teknologi, sektor industri, pertanian pangan dan sebagainya yang masih banyak lagi. Itu dikarenakan Indonesia masih terlalu bergantung dengan negara-negara tetangganya. Misalnya dalam sektor pertanian masih banyak adanya impor hasil cocok tanam luar negeri, dikarenakan hasil pertanian Indonesia yang masih belum memenuhi kuota kebutuhan pangan dalam negeri serta hasil panennya yang jauh lebih bagus impor daripada hasil dalam negeri. Hal tersebut tentu menjadi masalah bagi para petani karena akan berpengaruh juga dalam harga jual hasil tanaman lokal. Apa sih yang menjadikan hasil tanaman impor lebih baik daripada hasil tanaman lokal? Iya, jawabannya adalah soal teknologi dan ilmu. Kenapa begitu? Itu dikarenakan dalam bercocok tanam luar negeri didasari dengan research (penelitian) agar tanaman yang dihasilkan lebih unggul dalam segi kualitas, ukuran maupun rasa yang dihasilkan. Di luar negeri sering mengadakan penelitian untuk menciptakan hasil penemuan yang hasilnya bakal diberi hak paten jika sudah memenuhi kualifikasi. Negara Indonesia memang dikenal dengan negara agraris, tapi mengapa negara agraris lebih mengandalkan hasil impor daripada hasil lokalnya? Nah, itu tadi baru sedikit dari jawaban tersebut.

Sedangkan dalam segi pendidikan Indonesia juga tertinggal juga. Ini dikarenakan rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia yang masih minim jika dibandingan dengan kelayakan. Karena masyarakat beranggapan kalo sekolah itu cuma mengabiskan uang dan belum tentu mendapatkan pekerjaan. Sebenernya anggapan tersebut tidak salah juga, dikarenakan angka pengangguran di Indonesia yang masih sangat banyak. Itu juga yang menjadi mengapa maraknya orang yang lebih suka bekerja dengan menjadi seorang pengamen maupun pengemis yang minta-minta yang terutama di daerah perkotaan/metropolitan. Faktanya lowongan pekerjaaan di Indonesia itu banyak, tapi upah yang diberikan oleh perusahaan tersebut terlalu minim yang menjadikan ekonomi Indonesia banyak yang dibawah kriteria menengah ke bawah. Tapi ada juga orang-orang Indonesia yang menjadi sosok sorotan publik dikarenakan usaha dan upayanya. Banyak  yang sekolah sampai jenjang yang lebih tinggi dan akhirnya telah menjadi orang sukses seperti pejabat, pengusaha, dan sebagainya. Tapi ketika telah menjadi orang yang sukses mereka lupa dengan jati dirinya yang dulu dan menjadikan mereka murka. Seperti maraknya praktek korupsi di Indonesia yang menjadikan rakyatnya semakain miskin. Dari pejabat yang tingkat pusat sampai dengan yang tingkatnya bagian desa saja banyak yang melakukan korupsi. Itu karena telah menjadi budaya masyarakat Indonesia yang menurun sampai sekarang ini.

Banyak yang melakukan praktek tersebut karena masih minimnya hukuman bagi koruptor yang ada Indonesia. Banyangin aja, koruptor dipenjara dengan fasilitas seperti di dalam hotel berbintang. Penjara sekarang juga mengikuti trend ya sampe dimodifikasi segala. Hukuman kaya gitu gak bakalan bikin jera bagi koruptor dan apa lagi vonis yang dijatuhkan gak nyampe 10 tahun. Dan denda yang diberikan aja gak nyampe angka yang mereka korupsi. Inikah yang dinamakan dengan negara hukum? Padahal kalo masyarakat biasa aja ada yang nyolong ayam sampe dipenjara berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Apa ini yang dinamakan keadilan dari negara hukum? Hukum aja masih berpihak sebelah gitu masih aja dipraktekkan sampai sekarang. Mau jadi apa negara kita kelak? Hal tersebut disebabkan karena praktek manipulasi uang yang sudah marak di negara kita. Masalah apa pun sekarang jika diselesaikan dengan uang pasti sudah selesai. Itu juga yang menyebabkan orang-orang Indonesia diperbudak oleh uang. Karena menurut mereka uang adalah segalanya. Bayangin aja, orang sekarang mau jadi PNS pasti dengan uang. Mau jadi polisi pasti dengan manipulasi uang juga. Biar bisa diterima di sekolah favorit dengan manupulasi uang juga. Biar vonis yang dijatuhkan hakim tidak terlalu berat dengan manipulasi uang juga. Itulah yang menyebabkan pemerintahan Indonesia belum berjalan dengan baik. Orang kaya semakin bahagia, sedangkan masyarakat miskin semakin menderita dan merajalela.

Makin maraknya praktek-praktek seperti itu dikarenakan pendidikan karakter dan moral di Indonesia yang masih kurang. Dengan pendidikan moral yang dilebihkan pada usia dini sebenarnya dapat mengurangi praktek-praktek tersebut kelak ketika anak tersebut telah dewasa. Karena pendidikan moral dan pendidikan formal itu harus seimbang agar generasi muda Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Tidak berat sebelah yang menjadikan tidak seimbang. Seperti orang yang memang berpendidikan tinggi  akan tetapi kelakuannya seperti tikus berdasi. Tapi sifat kaya gitu juga menular, karena faktor dari lingkungan sangat berpengaruh terhadap etika moral seseorang. Misalnya aja, praktek korupsi di lingkungan pajak. Pasti semua karyawannya tersebut diajak bersama melakukan, jika ada yang tidak mau pasti diberi ancaman. Pola hidup yang mencari gampangnya saja yang menjadikan praktek-praktek tersebut semakin marak. Itu juga akibat dari keinginan seseorang untuk memiliki sesuatu yang mewah, tapi ada juga yang disebabkan untuk memenuhi hawa nafsu semata seperti praktek korupsi oleh pejabat untuk gratifikasi seks. Dengan adanya sanksi yang lebih tegas dan pendidikan moral sejak usia dini mungkin bisa menghilangkan kebiasaan yang cenderung merusak moral bangsa dan bisa menjadikan negara semakin rusak.

Dan dari segi teknologi Indonesia juga tertinggal jauh dengan negara luar. Sebenarnya ada orang-orang Indonesia yang ahli dalam bidang tersebut. Tapi orang-orang tersebut tidak dipelihara oleh negara dan akhirnya malah dipelihara oleh negara lain sehingga bekerja di negara tersebut. Sedangkan orang-orang yang dipelihara oleh negara Indonesia sendiri ketika sudah sukses malah membalas budi pemerintah dengan melakukan praktek-praktek korupsi. Ya itulah Indonesia dengan segi berkebalikan yang sampai sekarang masih memarak. Untuk seperti barang-barang industri elektronik, otomotif dan sebagainya Indonesia masih mengandalkan impor dari negara luar juga. Ini dikarenakan Indonesia lebih suka produk luar negeri yang kualitasnya memang lebih baik. Selain itu, dengan adanya impor Indonesia bisa mendapatkan penghasilan dari pajak impor barang tersebut. Tapi apakah kita harus selalu menggantungkan diri dengan negara lain tersebut? Kalau terlalu banyak impor yang dilakukan maka akan terjadi inflasi rupiah yang semakin lama tertinggal dengan dollar. Sehingga rupiah pun semakin payah. Tidak lama ini ada penemuan dari anak bangsa yang sangat membanggakan karena produksi mobil yang hampir semuanya dari jerih payah anak bangsa. Kejadian tersebut bisa menjadikan pelajaran bagi kita untuk selalu berusaha menciptakan sesuatu dengan usaha sendiri. Mobil tersebut gak kalah juga kok jika dibandingkan dengan produk luar negeri. Asalkan jika terus dimodifikasi dan bisa diproduksi secara massal ketika sudah dikatakan layak uji pakai. Sehingga kan kita gak perlu lagi memakai produk impor lagi. Maka, cintailah produk dalam negeri.

Dan yang terakhir adalah masalah budaya. Sebenarnya kalo masalah budaya Indonesia tidak tertinggal, malahan Indonesia kaya akan budaya karena Indonesia merupakan negara multikultural. Dengan budaya tersebut bisa menjadikan negara Indonesia lebih dikenal negara lai karena ciri khas suatu negara adalah budaya asli dari negara tersebut. Sayangnya, masyarakat Indonesia banyak yang telah melupakan budaya setempat. Karena telah terpengaruh oleh budaya luar yang lebih modern. Menurut mereka budaya luar lebih bagus, modern dan gak ketinggalan jaman. Dan akhirnya budaya kita sendiri sampai digunakan oleh negara lain seperti kasus Reog yang dianggap sebagai budaya Malaysia. Padahal reog sendiri kan merupakan budaya asli Indonesia yang berasal dari Ponorogo, Jawa Tengah. Sebaiknya kita belajar dari negar Korea dan Jepang yang cinta akan budaya mereka sendiri. Contohnya gaya Korea yang menjadi trend yang dikenal di seluruh dunia dengan jati diri aslinya. Kita bisa kok seperti itu dengan corak budaya kita sendiri. Yang terpenting adalah merasa bangga dengan budaya sendiri lebih baik daripada meniru budaya orang lain karena mengikuti trend semata. Dan yang paling parah lagi adalah budaya barat yang telah meraja lela di Indonesia. Seperti dalam etika berpakaian, berbicara bahkan dalam minum-minuman maupun berjudi. Sebenarnya negara kita telah dikenal di dunia dengan sosok masyarakatnya yang ramah dan beretika tinggi. Tapi mengapa kita menghilangkan anggapan tersebut dengan meniru budaya barat? Sebaiknya kita menjaga anggapan tersebut dengan cara menonjolkan budaya kita sendiri yang telah ada dari nenek moyang jaman dulu.

Sekian ulasan tentang alasan mengapa negara Indonesia belum bisa negara maju. Itu baru sedikit yang bisa saya ceritakan karena masih terlalu banyak yang belum diceritakan. Terima kasih atas kunjungan dan semoga bermanfaat.

Sumber : http://damarseptiiawan.blogspot.com
 
Top