KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Hal-hal yang Menentukan Harga Kayu




 Mulai dari dahulu hingga sekarang, kayu sangat diminati oleh para pengusaha. Kayu menjadi simbol kemewahan di suatu tempat. Beberapa waktu yang lalu, ketika datang ke sebuah hotel yang sangat bagus dan memiliki pelayanan yang sangat bagus, sampir semuanya terdiri dari kayu, tangganya juga terbuat dari kayu. Kayu memang sangat banyak peminatnya (bagi yang tahu). DI bawah ini adalah penjelasan mengenai sesuatu atau hal-hal yang berkaitan dengan faktor-faktor yang memperngaruhi harga kayu ketika dijual. Dengan adanya kayu yang langka membuat harga kayu kian meninggi. Untuk memperoleh kayu dengan kwalitas bagus perlu waktu bertahun-tahun, jabon perlu 5-6 tahun untuk panen pertama, sengon kadang-kadang juga 7 tahun, kemudian jati juga malah sekitar 20 tahun. Namun, untuk menghabiskan kayu itu hanya perlu waktu beberapa jam saja atau beberapa hari saja (mungkin untuk kursi, vinir, triplek, korek api, bahan bangunan dan lain sebagainya). Dengan adanya informasi ini, diharapkan banyak orang yang menanam kayu dan peduli terhadap lingkungan alam (go green atau penghijauan) untuk membantu pemerintah Indonesia menggalakkan program penanaman 1 Milyar Pohon.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi mahal atau tidaknya harga kayu:

    Jenis kayu: Jenis kayu adalah faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan harga. Sebab tiap-tiap jenis kayu memiliki harga pasaran yang berbeda-beda, ada yang mahal dan ada juga yang murah. Contoh: harga untuk jenis kayu mahoni jelas tidak akan sama dengan harga kayu pinus.

    Tingkat kepopuleran: Selain jenis kayu, tingkat kepopuleran sebuah kayu juga merupakan faktor yang menentukan mahal atau tidaknya harga kayu. Semakin populer sebuah kayu (banyak dibutuhkan), maka harganya pun akan semakin mahal. Contoh : Jika dulu orang enggan membeli kayu sengon atau jabon walaupun dengan harga murah sekalipun, tapi, seiring banyak berdirinya pabrik-pabrik pengolahan kayu, kini kayu sengon ataupun kayu jabon memiliki nilai tawar yang cukup baik di pasaran. Sebab baik kayu sengon ataupun kayu jabon banyak dibutuhkan oleh pabrik untuk dijadikan bahan baku dalam proses produksinya. Itu berarti kayu ini semakin populer saat ini dan bahkan tidak sedikit orang yang berinvestasi untuk membudidayakannya.

    Persediaan: banyak-sedikitnya persediaan atau stok sebuah kayu di alam juga merupakan faktor yang mempengaruhi harga kayu. Semakin langka sebuah kayu, pasti harganya juga semakin mahal. Itulah sebabnya mengapa harga kayu cenderung naik untuk setiap tahunnya. Contoh: mungkin anda juga sering mendengar orang-orang tua bilang jika dulu ( tahun 90-an) harga kayu jati masih tergolong murah, tidak heran sebab mungkin waktu itu persediaan akan kayu jati di alam memang masih terbilang cukup banyak. Lain cerita untuk sekarang, sudah berapa juta meter kubik kayu jati yang telah digunakan hingga saat ini. Dan parahnya lagi, masa tumbuh pohon jati sangat lama, jadi persediaannya selalu berkurang dari tahun ke tahun.

    Ukuran: Ukuran ini ada dua macam yakni panjang dan lebar diameter. Dan umumnya, ukuran ini berlaku untuk kayu gelondong atau kayu log. Semakin besar ukuran diameter batang sebuah kayu, harganya juga akan semakin mahal, dan semakin panjang sebuah kayu, harganya juga pasti semakin mahal.
 
Top