KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Indonesia Membuka Kesempatan Investasi bagi Investor Korea Selatan untuk Berinvestasi di Indonesia

Setelah Jokowi dilantik menjadi presiden RI, banyak negara-negara maju ingin berinvestasi di Indonesia karena di Indonesia sangat potensial untuk investasi. Selain Amerika Serikat, dan Jepang, kini Korea Selatan diberikan kesempatan yang luas untuk berinvestasi di Indonesia.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman menyatakan, kesempatan berinvestasi di Indonesia terbuka lebar bagi investor Korea Selatan (Korsel).

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato kunci (keynote speech) di depan 1.000 CEO dan manajer di Seoul, Korea Selatan, Rabu (19/11/2014).

Dalam pidatonya, Irman mengemukakan sejak reformasi tahun 1998, demokrasi di Indonesia terus berkembang, dan kebutuhan untuk transparansi semakin kuat.

"Kedua hal itu sangat didambakan oleh para praktisi bisnis. Terlebih, tahun ini Indonesia telah berhasil melaksanakan transisi kepemimpinan nasional dengan lancar, aman dan tertib, dan situasi ini tentu juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bisnis dan investasi di semua sektor," ujarnya, melalui siaran pers.

Irman menegaskan, bahwa Indonesia telah melaksanakan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Di mana kesempatan investasi terbuka lebar di seluruh provinsi, kabupaten dan kota.

Dia mengajak para pebisnis Korea untuk meningkatkan investasi di berbagai sektor. Saat ini, Korea menempati peringkat ketiga dalam investasi di Indonesia setelah Jepang dan Singapura. Kekuatan ekonomi Korsel yang meningkat pesat, tidak musathil Korea akan menduduki peringkat teratas dalam investasi di Indonesia.

Dalam kesempatan pidato kunci tersebut, Irman menegaskan, konsep pembangunan ekonomi yang telah diperkenalkan oleh pemerintah selama ini, yakni percepatan pembangunan berbagai koridor ekonomi, meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, selain Papua serta Maluku.

Delapan sektor terbuka untuk investasi meliputi pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, turisme, telekomunikasi dan sektor strategis lainnya.

Ketua DPD RI, dari Dapil Sumatera Barat ini menekankan, sembilan arah kebijakan pembangunan yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo, yang meliputi penyediaan lingkungan yang sehat bagi masyarakat, tata kelola demokratis, pembangunan pedesaan, penegakan hukum, perbaikan kualitas hidup, pemberdayaan sektor-sektor domestik, pembangunan karakter dan reformasi sosial.

"Semua upaya itu juga dimaksudkan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, aman dan ramah bagi para investor," tandasnya.

Sumber : sindonews.com, Seoul
 
Top