KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Industri Kayu sekarang Berpindah ke Jawa

Dahulu pulau di luar jawa sangat berpotensi untuk produksi bahan baku kayu. Namun, sekarang produksi bahan baku sudah banyak yang berpindah di Pulau Jawa. Industri pun juga banyak sudah mulai berpindah ke Pulau Jawa, meskipun dahulu memang banyak yang ada di luar pulau Jawa.

Sekarang pulau Jawa masih menjadi wilayah favorit kalangan industri untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satunya adalah industri kayu. Jika sebelumnya berbasis di luar Jawa, seperti Papua, Kalimantan, dan Sumatera, kini kegiatan industi ini bergeser ke pulau padat penduduk tersebut.

Menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, pengusaha kayu melirik Jawa karena ketersediaan baku, berupa kayu sengon, gabon, dan gamelina. Kayu-kayu yang biasa digunakan untuk pertukangan kini banyak dikembangkan di Jawa. “Hampir setiap kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur punya industri pengolahan kayu,” katanya, Selasa, 25 Maret 2014.

Masyarakat di Jawa kini banyak menanam sengon karena harganya di pasar internasional cukup menggiurkan. Di pasar Cina, kayu sengon dari Indonesia dihargai sampai Rp 4 juta per meter kubik. Sedangkan di tingkat petani, kayu sengon, gamelina, dan jabon dihargai Rp 1,2 juta per meter kubik.

Setiap satu hektare lahan, kata Zulkifli, bisa ditanami sekitar seribu batang pohon sengon. Jumlah itu bisa menghasilkan sekitar 400 meter kubik kayu sengon. “Kalikan saja berapa yang bisa dihasilkan petani,” ucapnya.

Menteri Zulkifli berharap minat menanam sengon yang sedang berkembang di Pulau Jawa bisa diikuti Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang lahannya masih luas. “Bukan tidak mungkin Indonesia akan merajai industri kayu lagi,” ujarnya.

Namun data Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menunjukkan nilai ekspor mebel nasional kalah jauh dibandingkan dengan Vietnam dan Cina. Pada 2013, ekspor mebel nasional hanya US$ 1,2 miliar, sedangkan Vietnam dan Cina melambung sampai US$ 4 miliar lebih. (baca: Asosiasi Mebel Tolak Rencana Ekspor Kayu Mentah)

“Nilai ekspor mebel Jawa Tengah hanya US$ 550 juta. Bahkan Jepara sebagai sentra mebel saja kalah dari Semarang,” kata Anggoro Ratmodiputro, Ketua Asmindo Jawa Tengah. Menurut dia, kekalahan Indonesia dalam ekspor mebel nasional itu karena kurangnya kepedulian negara terhadap industri padat karya.

Sumber : tempo.co
 
Top