Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Inspirasi yang Timbul dari Lawan dan Lawan Menjadi Pahlawan dalam Kehidupannya

Umumnya, seseorang yang saling berlawanan atau bermusuhan tidak mau menghargai lawannya meskipun menang atau kalah atau masib bersaing. Namun, pihak dari Google dan Apple menjadi teladan yang baik karena meskipun kedua pihak melakukan persaingan mereka saling memberikan kritik atau saran yang positif dalam perkembangan teknologi.

Persaingan Google dan Apple sudah tersebar ke seluruh dunia. Kendati demikian, rivalitas kedua perusahaan tidak mengurangi kekaguman Chairman Google, Eric Schmidt, kepada salah satu pendiri sekaligus mantan Chief Executive Officer (CEO) Apple, Steve Jobs.

Schmidt adalah salah satu orang yang tak takut mengkritik Apple. Bahkan pada pekan lalu, dia mengatakan bahwa persaingan antara dua raksasa teknologi itu adalah kompetisi paling 'brutal'. Namun dalam sebuah kesempatan terpisah, ketika ditanya tentang pahlawannya, Schmidt memberikan jawaban sederhana: "Bagi saya, itu sangat mudah. Steve Jobs."

"Kita semua bisa bercita-cita menjadi sebagian kecil dari Steve (Jobs)," tutur Schmidt di Commonwealth Club of Silicon Valley, saat mempromosikan buku yang ditulisnya bersama VP Produk Google, Jonathan Rosenberg, 'How Google Works'.

Dilansir Business Insider, Senin (6/10/2014), Schmidt pertama kali bertemu Jobs pada 1993. Jobs saat itu telah keluar dari Apple dan bekerja di perusahaan lain yang didirikannya, NeXT. Sedangkan Schmidt bekerja di Sun Microsystems.

Keduanya bertemu ketika Jobs mengundang sejumlah anggota tim Sun, termasuk Schmidt, untuk mempelajari tentang bahasa komputer baru. Schmidt mempertanyakan sejumlah aspek teknis dari presentasi Jobs, tapi dia tertarik dengan teknik persuasi Jobs.

Saat Schmidt dan timnya berusaha membedah teknologi baru Jobs di tempat parkir NeXT, Jobs menyadari mereka masih berbincang dan segera berlari ke luar untuk ikut melanjutkan pembicaraan.

Schmidt dan Jobs menjalin hubungan pertemanan selama bertahun-tahun. Hingga pada 2006, Jobs mengundang Schmidt untuk bergabung dengan dewan direksi Apple.

Hubungan dekat Schmidt dan Jobs terus berlanjut dan melibatkan Google. Raksasa mesin pencari ini merupakan bagian besar dari acara perkenalan iPhone pertama pada 2007, karena Google Search dan Maps menjadi bagian utama dalam ekosistem awal iOS. Schmidt yang saat itu telah bergabung dengan Google, tampil di atas panggung untuk memperkenalkan produk-produk tersebut dan berbicara tentang iPhone.

Namun ketika Google memperkenalkan Android di tahun yang sama, rivalitas antara Google dan Apple mulai memanas. Jobs merasa dikhianati, terutama karena pada Agutus atau beberapa bulan sebelum Android diperkenalkan, Jobs sudah mendapat kabar tentang sebuah sistem operasi (OS) open source milik Google yang menjadi kompetitor iOS. Jobs dilaporkan menghujat Schmidt, serta marah mengenai rencana kehadiran smartphone dan menyebutnya bermuka dua.

Kebencian Jobs terhadap Android memang sudah terlihat dari awal. Bahkan kepada penulis biografinya, Walter Isaacson, Jobs mengatakan, "Saya akan menghancurkan Android karena itu adalah produk curian. Saya bersedia perang termonuklir untuk hal ini."

Schmidt akhirnya mundur dari jajaran dewan direksi Apple pada Agustus 2009. Kendati persaingan di pasar mobile dan ruang sidang, terutama soal sengketa paten produk-produk Android terus berlanjut, Schmidt tetap memiliki kekaguman mendalam pada sosok Jobs.

Pada 2008, Schmidt pernah menyebut Jobs sebagai CEO terbaik di dunia. Dia menggambarkan Jobs sebagai orang yang luar biasa. "Orang-orang luar biasa memang layak untuk diajak bergaul karena ada kesempatan yang baik bahwa mereka akan mengubah dunia," ungkap Schmidt.

Sumber : Liputan6.com
 
Top