KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Investasi di Bursa Indonesia Lebih Mengntungkan Dibandingkan dengan Investasi di AS dan ASEAN

Banyak tempat untuk berinvestasi saat ini. Hampir di seluruh dunia memiliki tempat untuk investasi baik investasi itu dilakukan oleh orang / lembaga di dalam negeri atau dari pihak luar negeri.

Sejumlah pialang mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. Bursa Efek Indonesia menilai imbal hasil (return) investasi di pasar modal Indonesia lebih tinggi dibanding pasar lain di kawasan ASEAN maupun Amerika.

Secara kumulatif rata-rata tingkat imbal hasil per tahun hasil investasi di pasar saham Indonesia tercatat yang tertinggi sejak 2009 silam dengan angka mencapai 28,08 persen.

Adapun rata-rata tingkat imbal hasil di delapan bursa lainnya, New York Stock Exchange 11,42 persen, Australia Stock Exchange 7,45 persen, Bursa Malaysia 15,6 persen, Hongkong Exchange 9,3 persen, Philiphine Stock Exchange 27,10 persen, Singapore Exchange 2,2 persen, dan The Stock Exchange of Thailand 25,7 persen. Korea 11,85 persen

"Pasar Indonesia sangat menarik, sayangnya potensi ini belum diketahui sepenuhnya oleh investor lokal khusunya," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Medan M. Pintor Nasution dalam ketenagan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Jumat (31/10).

Ironisnya, literasi pasar modal masyarakat masih sangat minim. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2013, masyarakat yang tergolong well literate tentang pasar modal masih berada di angka 3,79 persen. Hal ini diikuti rendahnya Indeks Utilitas Produk dan Jasa Pasar Modal yang menunjukkan hanya satu orang dari setiap 1.000 penduduk menggunakan produk dan jasa pasar modal.

Padahal, penelitian McKinsey memperkirakan lima tahun ke depan jumlah individu yang berasal dari keluarga dengan pendapatan di atas US$ 100.000 per tahun naik menjadi 1,93 juta jiwa, dan jumlah individu yang berasal dari keluarga dengan pendapatan di antara US$ 50.000 hingga US$ 100.000 per tahun sebanyak 2,2 juta jiwa.

Data Bank Dunia tahun 2010 sendiri menunjukkan peningkatan jumlah masyarakat menengah Indonesia menjadi 134 juta jiwa atau 60 persen total jumlah penduduk, dibanding 37,7 persen pada 2003.

"Artinya peluang untuk meningkatkan jumlah pengguna produk dan jasa pasar modal masih terbuka lebar, mengingat potensi jumlah kelas menengah di Indonesia juga semakin meningkat, salah satunya dengan melakukan Workshop Wartawan di beberapa daerah, termasuk Medan," katanya.

Workshop Wartawan Daerah di Medan, menghadirkan Kepala Divisi Hukum dan Keanggotaan KPEI Reynant Hadi, Kepala Divisi Pengembangan, Sumber Daya Manusia dan Umum KSEI Rasmi Maryda Ramyakim.

Berbagai tema-tema teraktual di industri pasar modal pun dibahas, diantaranya seperti Upaya BEI Meningkatkan Daya Saing Global, Peran dan Fungsi KPEI di pasar modal Indonesia, AKSes dengan Fokus Pemisahan Rekening Dana Nasabah oleh KSEI, lengkap dengan simulasi perdagangan saham.

Penulis: Yosi Winosa/FMB

Sumber:PR , Jakarta , beritasatu.com
 
Top