Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Investasi jangka panjang akan baik-baik saja dan tidak terpengaruh karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Dengan adanya kebijakan dari Presiden Joko Widodo terhadap kelangsungan bisnis di Indonesia menjadi semakin baik. Apalagi dengan investasi jangka panjang yang ada di Indonesia. Investasi jangka panjang akan tetap aman meskipun kondisi BBM naik.

Deputy Country Director Indonesia Resident ADB Edimon Ginting mengungkapkan, investasi jangka panjang tidak akan terpengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Menurut dia, investasi jangka panjang akan baik-baik saja, terlebih Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa Indonesia akan terbuka untuk bisnis.

"Kalau investasi domestik jangka pendek mungkin akan terpengaruh gara-gara suku bunga ya tapi jangka panjang saya pikir semua investasi akan membaik," tuturnya di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Edimon menambahkan, Jokowi tampaknya menyadari untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 7% harus melibatkan foreign direct investment (FDI).

"Jadi menurut saya jangka menengah investasi no question akan naik, jangka pendek kemungkinan akan terpengaruh karena suku bunga tapi itu sebentar, begitu subsidi habis inflasi ke depan itu kan yang mempengaruhi semakin turun," tambahnya.

Menurutnya, dua hal yang selama ini mempengaruhi inflasi adalah BBM dan makanan. Sementara sekarang BBM pun sudah dinaikkan. Sehingga, ke depan inflasi akan dalam posisi terjaga serta suku bunga pun akan turun.

"Sekarang jangka pendek inflasi naik, suku bunga naik tapi jangka panjang ini sekarang kita udah punya pondasi untuk menurunkan inflasi jangka panjang wich is good for investment," tukasnya.

(gpr)

Sumber : sindonews.com
 
Top