KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Investasi Kuartal IV Akan "Rebound" Saat Kondisi Politik Mereda

Banyak hal yang terjadi ketika peristiwa politik mulai membaik atau memburuk karena hal itu berpengaruh pada sektor investasi. Maka dari itu, harus diperhatikan dengan baik perkembangan politik yang ada di Indonesia.

Riset PT Mandiri Sekuritas memperkirakan, investasi pada kuartal IV-2014 bisa lebih meningkat lagi pasca pemilihan presiden dan wakil presiden usai.

"Momentum investasi dapat naik ke depannya dengan asumsi risiko politik menurun," kata analis PT Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra dalam risetnya, Senin (20/10).

Dia mengatakan, proyeksi itu didasari pertimbangan bahwa investasi dapat naik setelah pemilihan politik rampung. Diketahui, sejauh ini, pelaksanaan pemilihan dan pelantikan presiden berjalan dengan lancar.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akhir pekan lalu menyatakan realisasi investasi kuartal III (Juli-September) tahun 2014 sebesar Rp 119,9 triliun, atau meningkat 19,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 100,5 triliun. Jika diakumulasikan dari kuartal I-2014 hingga kuartal III-2014, maka nilai investasi sudah mencapai Rp 342 triliun.

Lebih jauh Aldian mengatakan, posisi investasi yang diumumkan BKPM adalah indikator terdepan untuk formasi modal tetap kotor pada gross domestic product (GDP). "Kami menilai akan ada rebound pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2014," kata dia.

Mengacu pada data BKPM, Aldian menyatakan, total investasi langsung melanjutkan momentum peningkatannya naik 19,3 persen  pada kuartal III-2014 dari 5 persen pada kuartal I/2014. Investasi domestik langsung (domestic direct investment/DDI) membukukan kenaikan lebih tinggi daripada investasi asing langsung (foreign dirct investment/FDI) pada kuartal III-2014 yakni 24,2 persen berbanding 6,8 persen.

"Meski demikian, karena FDI memiliki porsi lebih besar yaitu 65 persen dari total investasi, kontribusinya terhadap pertumbuhan investasi menjadi lebih besar yaitu 11,2 persen berbanding investasi lokal 8,1 persen.

Dia juga mengungkapkan, kenaikan FDI dikontribusi pertumbuhan sektor tersier yakni investasi telekomunikasi. "Itu tak lepas dari komparasi investor asing pada investasi di sektor modal intensif," kata dia.

Di sisi lain, investasi asing pada sektor primer dan sekunder justru bertolak belakang akibat kenaikan beban bahan mentah material dan biaya tenaga kerja. Hal ini diperburuk dengan melemahnya investasi tambang. Hal lain adalah menurunnya harga komoditas. "Batu bara dan minyak turun masing-masing 10 persen dan 7,4 persen sejak awal tahun hingga September," kata dia.

Di sisi lain, sektor primer dan sekunder menjadi pendorong investasi domestik langsung yang rebound menjadi 24,2 persen YoY pada kuartal III-2014 dari 15,3 persen pada kuartal II/2014. Berbeda dari investasi asing, kenaikan investasi domestik terjadi pada sektor primer dan sekunder.

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP , Jakarta - beritasatu.com
 
Top