Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Investasi untuk Proyek Shinkansen dari Jepang perlu Rp 60 Triliun


Sebuah proyek yang besar kereta super cepat ternyata memerlukan dana yang cukup lumayan. Perlu anggaran sekitar Rp 60 triliun untuk bisa merealisasikannya. Perlu diketahui juga bahwa proyek itu berasal dari Jepang. Pemerintah Jepang menawarkan kepada pemerintah RI investasi yang nilainya kurang lebih Rp 60 triliun untuk pembangunan kereta supercepat (Shinkansen) Jakarta-Bandung.

Pada Jumat (10/7/2015), Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yakni Hiroto Izumi menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membahas rencana kerjasama proyek ini. "Tentu ada nilai investasi mereka, totalnya kalau Shinkansen kira-kira Rp 60 triliun," kata Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi di Kantor Wakil Presiden Jakarta.

Sebelum menemui Wapres, utusan PM Jepang ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Sekretaris Wapres Mohamad Oemar menyampaikan bahwa suku bunga yang ditawarkan Jepang di bawah 0,5 persen.

"Pinjaman 100 persen dr jepang. Suku bunganya di bawah 0,5. 40 masa pinjaman dengan grace periode 10 tahun," tutur Oemar.

Dalam pertemuan dengan Wapres, Jepang menawarkan usul-usul khusus terkait rencana pembangunan proyek shinkansen. Selain nilai investasi, Jepang menjanjikan penggunaan konten lokal dan transfer teknologi.

"Dia kandungan konten lokalnya tentu Indonesia, dia janjikan itu. Ya pasti lah kereta api (PT Kereta Api Indonesia jadi BUMN) yang ditunjuk. Tentu dengan macam-macam janji mereka, local content, transfer teknologi semua juga dijanjikan," tutur Sofjan.
Penulis    : Icha Rastika
Editor     : Bambang Priyo Jatmiko

Sumber : JAKARTA, KOMPAS.com
 
Top