JOIN AGEN FREE

JOIN RESELLER FREE DAN BIMBINGAN SAMPAI BERHASIL

JOIN RESELLER FREE BIMBINGAN SAMPAI BERHASIL

PUSAT DESAIN WEBSITE

JASA WEB DESAIN PROFESIONAL 082226009834 (WA Only)

JASA WEB DESAIN PROFESIONAL 082226009834 (WA Only)

Arsip Konten

JASA PEMBUATAN WEBSITE MURAH 082226009834 (WA Only)

JASA PEMBUATAN WEBSITE MURAH 082226009834 (WA Only)

JASA DESAIN WEB MULAI 150.000

Follow by Email

Anda bisa mendapatkan FREE Buku di bawah ini


Buku Rahasia Sukses Pelaku Bisnis Online ISBN 978-602-61666-0-9 harga normal Rp 390.000,-

Buku Mahir Jualan Online ISBN 978-602-61666-1-6 harga normal Rp 290.000,-

ISBN Buku Website Gratisan Pencetak Uang 978-602-61666-2-3 harga normal Rp 480.000,-



Translate

FREE DOWNLOAD MODUL




https://api.whatsapp.com/send?phone=6282226009834&text=Saya%20ingin%20belajar%20dan%20konsultasi%20tentang%20panduan%20bisnis%20online%20jangka%20panjang%20ini
Anda bisa mendapatkan ebook karya M. Andis Wiyanto dari hasil praktek dan belajar bagi siapa saja yang ingin belajar memperoleh penghasilan dari internet. Anda memperoleh bimbingan, konsultasi FREE secara private sampai Anda berhasil selama kami dan tim mampu memberikan pelayanan maksimal untuk Anda. Penulis saat ini menjalankan bisnis online dengan beberapa bidang dengan produk antara lain yaitu kaos, percetakan, desain, sepatu, website, kursus, sambel pecel, buku, tikar, kosmetik, suplemen herbal, dan lain-lain. Anda bisa download GRATIS beberapa modul yaitu tentang Cara Mendulang Uang dengan Blog, Kunci Monestisasi Blog, Kunci Sukses Promosi Website, Menghasilkan Dollar Lewat Adsense, Panduan Etika Dalam Berinternet, Panduan Lengkap Agar Blog Anda Sakti dan Perkasa, Promosi Blog Spektakuler, Strategi Pemasaran Lewat Email, Tips agar Blog Disukai Search Engine, Tips Mempopulerkan Blog untuk Pemula, Tips Sukses Menjadi Affiliater, Yang Perlu Disiapkan untuk Bisnis Lewat Blog.

Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Paling Populer

Keuntungan Anda

> Langsung Online dalam 24 Jam
> Respon Cepat
> Tim Berpengalaman dan Profesional
> Keamanan Website Terjamin
> Backup data dan sistem daily
> Harga Terjangkau
> Garansi Uang Kembali 100%
> Desain Custom
> Akses Website Cepat
> SEO Friendly
> Tersedia Panduan Lengkap
> Gratis Konsultasi
> Pelayanan 24 jam

Anda bisa mendapatkan ebook karya M. Andis Wiyanto dari hasil praktek dan belajar bagi siapa saja yang ingin belajar memperoleh penghasilan dari internet. Anda memperoleh bimbingan, konsultasi FREE secara private sampai Anda berhasil selama kami dan tim mampu memberikan pelayanan maksimal untuk Anda. Penulis saat ini menjalankan bisnis online dengan beberapa bidang dengan produk antara lain yaitu kaos, percetakan, desain, sepatu, website, kursus, sambel pecel, buku, tikar, kosmetik, suplemen herbal, dan lain-lain.

Anda bisa download GRATIS beberapa modul di bawah ini.

Cara Mendulang Uang dengan Blog
Kunci Monestisasi Blog
Kuni Sukses Promosi Website
Menghasilkan Dollar Lewat Adsense
Panduan Etika Dalam Berinternet
Panduan Lengkap Agar Blog Anda Sakti dan Perkasa
Promosi Blog Spektakuler
Strategi Pemasaran Lewat Email
Tips agar Blog Disukai Search Engine
Tips Mempopulerkan Blog untuk Pemula
Tips Sukses Menjadi Affiliater
Yang Perlu Disiapkan untuk Bisnis Lewat Blog


Office

Administration
Jl. Ir. Soekarno, no. 183 Kota Blitar, Jawa Timur

Course
Jl. Sentot Prawirodirjo Kota Blitar, Jawa Timur

Nomor Rekening Pembayaran :
Atas Nama Mahasika Yulanda
No.Rek BCA 0901107474
Kode Bank : 014


Nomor Rekening Pembayaran :
Atas Nama M. Andis W
No.Rek BCA 0901171733
Kode Bank : 014

Selasa, 19 September 2017

Jadwal Acara MENTORING BISNIS BOGOR BERDAYA ke 8 Kang Rendy Saputra dan Bapak Subiakto Priosoedarsono

Jadwal Acara MENTORING BISNIS BOGOR BERDAYA ke 8 Kang Rendy Saputra dan Bapak Subiakto Priosoedarsono 



VIRALKAN!!

MENTORING BISNIS BOGOR BERDAYA]

Pendaftaran Temu ke-8 telah dibuka.

Info lengkap dan pendaftaran, silakan klik:
http://bit.ly/mentoringbogorberdaya

agar tidak tertinggal updatenya, silakan follow Bogor Berdaya di:
-Page FB Bogor Berdaya
-IG @bogorberdaya
-Telegram @channelbogorberdaya













Beberapa hari yang lalu, di grup Alumni ITB, terjadi diskusi yang asyik akan sebuah buku : "Why Nations Fail", mengapa sebuah negara bisa menjadi negara yang gagal. Mengapa ada negara yang makmur, tetapi disaat yang sama, ada negara yang miskin luar biasa.

Karena belum baca bukunya, akhirnya Saya bela-belain mampir ke Gramedia. Alhamdulillah dapat. Ini buku memang sangar, walau banyak tulisan yang kontra akan buku ini.

Saya tentu gak akan menbahas semua isi buku ini, karena memang baru membaca sedikit. Tetapi ada yang menohok di batin saya.

Sebuah negera menjadi sukses sejahtera, ternyata bukan karena letak gegrafis, sumber daya alam atau bahkan sumber daya manusia. Negeri ini buktinya, banyaknya orang pintar dan cerdas sama sekali tidak dapat menahan laju impor garam ke negeri dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia.

Ternyata, sebuah negara yang berhasil menciptakan kesejahteraan, adalah negara yang berhasil membangun kesempatan yang sama diantara warga negaranya. Akhirnya peran besarnya ada di pemerintah.

Diberi kesempatan yang sama untuk mengakses pasar.
Diberi kemampuan dan kesempatan yang sama untuk mencapai layanan pendidikan.
Diberi kesempatan yang sama untuk mengakses politik.

EQUAL.

Akhirnya Saya memahami mengapa Pak Jokowi mati-matian mengusahakan infrastruktur. Sangka baik Saya, ada semangat untuk meratakan kesejahteraan ini. Agar setiap daerah punya kesempatan yang sama. Dengan hadirnya jalan-jalan ke desa-desa, pemerataan ini tercipta.

Pada buku tersebut, Mesir hanya memiliki GDP senilai 12% dari US. Sementara Housni Mubarak yang sudah amsiong mengumpulkan harta senilai 70 juta USD. hahaha.. tega bener ini Housni.

Dibahas juga beberapa contoh negara yang tidak berhasil mendistribusikan kekayaan secara merata. Jadi kata kunci nya sebenarnya sederhana : "MERATA"

*****

Kebiasaan Saya setelah membaca buku adalah merenungkannya. Biasanya saya berhenti di halaman-halaman tertentu, lalu memandang kosong ke luar jendela, sambil menatap rumput yang bergoyang. Hehehehehe...

Perenungan Saya : Mau sampai kapanpun, selama yang "berperang" di market itu itu saja. Maka kekayaan negara tidak akan terdistribusi merata.

Masih saya simpan video pendek, 5 keluarga terkaya di Indonesia. Dalam video tersebut, ternyata 90% kekayaan negeri ini hanya dikuasai oleh 10% populasi saja. Menurut saya ini mengerikan. Kok bisa.

Saya tidak ingin berfokus pada 10% populasi ini, karena mereka yang memutuskan "berperang" di marker. Wajar mendapatkan marketshare.

Yang perlu disoroti adalah 90% populasi bangsa Indonesia yang masih tidur. Jika tetap terus tidur dan tidak bergerak, jarak kemakmuran dan kemiskinan di negeri ini akan makin terbentang lebar. Dan ini tidak sehat bagi stabilitas politik dan pemerintah. Karena negeri ini akan dipenuhi oleh orang-orang lapar. Dampaknya ngeri.

Rekomendasi Saya untuk negeri, semoga masuk akal dan mudah diaplikasikan.

1. Kita harus mendorong banyak entrepreneur yang terjun ke pasar, dengan membawa bisnis model yang variatif. Semua segmen dan bidang bisnis harus dilayani.

Hari ini kita menyerahkan serapan home care dan body care pada perusahaan tertentu. Relatif hanya satu perusahaan yang menyerang market sabun deterjen. Akhirnya, semua arus uang ke perusahaan ini. Tidak ada pemerataan.

UMKM yang jumlahnya puluhan juta itu, perlu didorong untuk menggerogoti market share sabun dan deterjen. Sedikit demi sedikit. Walau sedikit, minimal sudah ada usaha untuk melakukan PEMERATAAN.

Gerakan ini beda dengan boikot. Faham politik saya jauh dari gerakan boikot. Silakan semua produk hadir di pasar secara terbuka. Market akan tersebar pilihannya, jika memang ada pilihan. Dan dengan demikian kekayaan negeri ini bisa merata.

Begitu juga dengan penguasaan lahan. Terbingung-bingung bangsa ini, ketika ada satu dua perusahaan yang menguasai jutaan hektar lahan. Padahal dengan pendekatan masal, 10.000 entrepreneur property yang masing-masing mengerjakan 100 hektar total project, itu juga 10 juta hektar. Hehehehe.... misal ini ya.. moga kebayang.

2. Akses modal yang merata.

Untuk membuat 1 Bank sekarang syaratnya rumit. Harus ada sekian triliun disetor, dan harus ada 1 orang yang memiliki 40% saham bank tersebut. Begitu yang samar-samar saya dengar. Hehehee.. semoga salah.

Akhirnya, yang memiliki Bank adalah lapisan tertentu yang memang sudah punya uang banyak. Di titik ini, kembali lagi jadi tidak merata.

Lalu, Dikumpulkanlah dana dari masyarakat, dan relatif masyarakat bertransaksi dengan e-money. Maka uang yang terkumpul menjadi energi bagi bank tersebut untuk menyalurkannya ke nasabah.

Pertanyaannya, jika Anda jadi bank, jika Saya jadi bank, lebih baik menyalurkan receh2 ke banyak nasabah, atau ke 1 nasabah tapi besar? Tentu yang kedua, repot banget mendistribusikan dana kecil-kecil, sementara uang yang terkumpul di Bank sudah tinggi.

Akhirnya permodalan hanya milik mereka yang bisa menyerap dana besar. Bankable. Dan punya trackrecord. Bahkan punya garansi dari jejaring terdekat.

Nasib pengusaha kecil yang baru memproduksi deterjen sekitar 10 ton sebulan, tentu sulit mau akses modal ini.

Para pengusaha kecil hanya bisa akses dana KUR. Kredit 50 sd 100 juta. Itupun tidak banyak membantu apabila targetannya adalah akuisisi lahan dan mesin.

Hufftt...

Di poin 2 ini, Saya merekomendasikan agar "pengumpul dana masyarakat" ini tidak hanya BANK. Teman-teman yang faham keuangan harus mengusahakan hadirnya Ventura Capital, Koperasi yang benar-benar berbagi hasil, dan instrumen lembaga finansial yang secara riil hadir fair di masyarakat.

Fair : memberikan nilai balas yang sesuai dengan hasil bisnis kepada nasabah penyetor dana, dan mendukung gerak sektor riil di masyarakat dengan melakukan penyaluran yang merata.

Beri modal mereka yang mau berusaha bikin pabrik pasta gigi. Danai distribusinya. Hadirkan produk-produk lokal dalam skala kota dan kabupaten. Produk harian masyarakat, jangan didominasi oleh produk nasional brand. Ini fikiran saya bisa bener bisa nggak. Tapi nampaknya, kalo setiap kota dan kabupaten punya produk hebat, uang tuh gak kemana-mana.

3. Akses Informasi dan Edukasi yang merata.

Saya kaget juga, begitu Walikota Bogor tetiba hadir ke Bogor Berdaya, beliau langsung ajak kami untuk meramaikan Kota Bogor.

"Mau pake taman, mau pake fasilitas kota, hayuk aja, gak usah bayar apa-apa. Yang penting programnya bagus, wisatawan datang."

Menurut saya, selama ini kita banyak sangka buruk nih sama pemerintah. Padahal, isi kepala bapak-bapak dan ibu-ibu di Public Sector juga mendukung kesejahteraan. Kepala Negara dan para Kepala Daerah tentu punya misi agar rakyatnya sejahtera dan berdaya. Tinggal bangun komunikasi saja. Apa yang bisa kita kontribusikan untuk negara dan apa yang pemerintah bisa bantu. Klop.

Akses edukasi juga harus dibuka selebar-lebarnya. Saat ini, yang kuliahnya bisnis malah kerja jadi profesional di perusahaan-perusahaan besar. Sementara yang berbisnis hari ini kebanyakan adalah mereka yang memang harus survive dengan berdagang. Gimana mau kerja jadi karyawan... sertifikat S1 aja gak punya... hehehhehe...

Informasi dan edukasi. Harus ada sosok-sosok yang mewakafkan dirinya jadi pipa-pipa hubungan, jembatan network dan menjahit satu elemen demi satu elemen.

Kita punya 40.000 lebih buruh migran di Korea Selatan. Relatif setelah 5 tahun, mereka membawa kurang lebih 500 jt sd 1M untuk bisnis. Dan akhirnya banyak habis di pola bisnis start up yang berisiko.

Bayangkan jika kekuatan ratusan M ini dipertemukan dengan pengusaha menengah yang memang punya demand tinggi untuk tumbuh. Pasti lebih menguntungkan. InsyaAllah.

*****

Sudah panjang saya menuliskannya. Awalnya saya hanya berfokus mengedukasi UMKM. Pengen ngajar teknis bisnis saja. Tetapi begitu di lapangan, yang dihadapi teman-teman Saya ini bukan hanya teknis bisnis, tetapi juga willingness dari pemerintah, arah politik, kesempatan dan dukungan terhadap usaha nasional. Dan mau gak mau Saya harus utarakan pendapat ini.

Pemerintah membutuhkan mitra sinergis dan produktif. Pengusaha-pengusaha besar juga sangat membutuhkan kelas ekonomi kecil dan menengah. Siapa yang mau membeli barang dan produk Anda jika dominan masyarakat INA gak punya daya beli? Akan repot juga pada ujungnya.

Pemerintah yang sudah perhatian dengan UMKM, diharapkan lebih concern lagi. Saya siap berkomunikasi sebagai jembatan ke puluhan ribu kawan-kawan UMKM. Keliling ke 40 kota besar, menjadi penerus semangat pemberdayaan pemerintah. Saya siap.

Pengusaha besar harus memperhatikan adik-adiknya di sektor menengah. Segera rangkul. Daripada jadi david yang mengancam goliath. Lebih baik dirangkul dan dibantu dari sekarang. Seperti hebatnya Samsung memberdayakan vendor-vendor UMKM di negara Korea Selatan.

Teman-teman UMKM harus menunjukkan eksistensinya. Berkumpullah dalam jumlah yang banyak dalam pusaran offline atau online. Bersama lebih didengar. Jika Anda teriak sendirian, maka suaranya berat untuk menggema.

Berkumpullah dalam satuan ribu.. satuan puluh ribu.. satuan ratus ribu...

Suarakanlah gelombang pemberdayaan dalam satu kerangka yang jelas : kesejahteraan, perputaran arus uang di sektor riil, hadirnya diversifikasi bisnis yang merata di masyarakat.

Terima Kasih sudah membaca,
Rendy Saputra

Berjejaring ke Grup WA yuk... biar update... klik bit.ly/masukzidclub


[KUIS BOGOR BERDAYA]

Assalamu'alaikum, Akang dan Teteh semua...

Pastinya banyaaak banget yg kita dapetin dengan ikut Mentoring Bisnis Bogor Berdaya. Ilmu bermanfaat dari para Guru, kenalan2 baru sesama pelaku UMKM, inspirasi tiada henti.

Hayu kita bantu supaya sahabat2 akang-teteh dapet kesempatan yg sama.

Caranya gampang:
1. Share postingan dan foto ini di wall FB akang-teteh. Sertakan caption yg nyeritain manfaat yg akang-teteh dapetin dari ikut Mentoring Bisnis Bogor Berdaya.
2. Tag atau mention sebanyak mungkin teman akang-teteh. Ajak mereka datang ke Temu ke-8 hari Senin 4 Sept 2017.
3. Jangan lupa mention page Bogor Berdaya, sertakan hashtag #BogorBerdaya serta link pendaftaran bit.ly/mentoringbogorberdaya

Bagi postingan dengan caption paling menarik dan peserta yg paling banyak bawa temannya, bakal dapet hadiah super menarik: *Voucher Umroh senilai Rp 2 juta!!*

Akang-teteh jg punya kesempetan bikin produk akang-teteh jadi terkenal, cetar membahana badai di depan ratusan peserta yg datang.

Mau kaaan?? Pastinya dooong...
Hayu atuh kita mainkan... Atau kalo anak2 kekinian, "Yuk maju maju syantiiekk... Eta terangkanlah..."

Salam Bertemu-Bertumbuh-Berbagi
Tim Admin Bogor Berdaya






Tidak ada komentar:
Write komentar

Interested for our works and services?
Get more of our update !