Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Jenis-jenis Investasi Syariah dan Hikmah Memilih Investasi Syariah

Berbagai macam investasi ada di Indonesia. Selain itu, macamnya juga beragam sehingga perlu pemahaman lebih detail tentang  investasi syariah itu. Di sini adalah penjelasan tentang beberapa macam investasi syariah dan juga Hikmah memilih investasi syariah tersebut.

Investasi yang aman secara duniawi belum tentu aman secara akhiratnya. Maksudnya investasi yang sangan menguntungkan sekalipun dan tidak melanggar hukum positif yang berlaku, belum tentu aman kalau dilihat dari sisi syariat Islam. Investasi hanya dapat dilakukan pada instrumen keuangan yang sesuai  dengan syariat Islam dan tidak mengandung riba. Untuk sistem perekonomian di Indonesia pada saat ini, berdasarkan UU pasar modal hanya meliputi beberapa hal, yaitu instrumen saham yang sudah melalui penawaran umum dan pembagian dividen berdasarkan pada tingkat laba usaha, penempatan dalam deposito pada bank umum syariah, surat utang jangka panjang, baik berupa obligasi maupun surat utang jangka pendek yang telah lazim diperdagangkan di antara lembaga keuangan syariah yaitu termasuk jual beli utang dengan segala kontroversinya.

Dewasa ini, meningkatkan modal dalam jumlah besar melalui pasar primer adalah praktik sehari-hari diseluruh dunia dan keuangan Islam secara pesat tengah mengembangkan tehnik baru untuk melaksanakan praktik tersebut. Pool modal yang paling penting saat ini adalah dana mudharabah, saham umum diperusahaan, dan obligasi pendapatan Islam yang dibayarkan tanpa bunga. Dalam dana mudharaba, mekanisme tersebut dapat menciptakan kesempatan bagi investor untuk bersama-sama membiayai proyek besar dengan membagi keuntungan dan risiko. Membagi proyek besar inilah yang seharusnya menjadi peran bank-bank Islam, namun bank-bank ini telah menghindari proyek-proyek besar atau beresiko dengan lebih memilih pembiayaan transaksi jangka pendek.

Dalam hal menerbitkan saham maupun melakukan investasi, OIC Academy menyetujui perusahaan saham selama mereka tidak didirikan untuk tujuan yang tidak sah secara Islam (diharamkan), seperti produksi minuman keras. Hal ini menunjukkan bahwa dalam investasi bisnis syariah ada beberapa kriteria tertentu agar suatu investasi dapat diperbolehkan, misalnya apakah sekuritas tersebut memuat prosentase tertentu aktivanya. Apakah pendapatan dari bunga yang mereka terima di bawah prosentasi tertentu  dari seluruh pendapatannya, dan apakah sekuritas tersebut di investasikan pada kegiatan yang dilarang seperti perjudian, produksi miniman keras, daging babi dan lain-lain. Singkatnya, pilihan investasi yang dapat dikatakan sesuai dengan prinsip syariah di antaranya adalah:

Tabungan Bagi Hasil (Mudharabah)
Tabungan bagi hasil adalah tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah. Dalam hal ini bank syariah mengelola dana yang diinvestasikan oleh penabung secara produktif, menguntungkan dan memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam. Hasil keuntungannya akan dibagikan kepada penabung dan bank, sesuai perbandingan bagi hasil atau nisbah yang disepakati bersama. 

Deposito Bagi Hasil (Mudharabah)
Deposito Bagi Hasil merupakan produk investasi jangka waktu tertentu. Nasabahnya bisa perorangan maupun badan. Produk ini menggunakan prinsip mudharabah muthlaqah. Dengan prinsip ini bank akan mengelola dana yang diinvestasikan nasabah secara produktif, menguntungkan dan memenuhi prinsip-prinsip hukum Islam. Hasil keuntungannya akan dibagikan kepada nasabah dan bank sesuai nisbah yang disepakati bersama sebelumnya.

Investasi Khusus (Mudharabah Muqayyadah)
Investasi khusus adalah suatu bentuk investasi nasabah yang disalurkan langsung kepada pembiayaan tertentu sesuai dengan keinginan nasabah. Perbandingan atau nisbah bagi hasil yang ditetapkan berdasarkan kesepatan antara bank, nasabah serta penasihat keuangan jika diperlukan (dapat dinegosiasikan). Dana akan diinvestasikan kepada sektor riil yang menguntungkan sesuai keinginan nasabah.

Investasi Saham Sesuai Syariah di Pasar Modal
Salah satu bentuk investasi yang sesuai dengan syariah adalah membeli saham perusahaan, baik perusahaan non publik (private equity) maupun perusahaan publik/terbuka. Cara paling mudah dalam melakukan investasi saham sesuai syariah di BEJ adalah memilih dan membeli jenis saham-saham yang dimasukkan dalam Jakarta Islamic Index (JII).

Reksadana Syariah
Dalam reksadana konvensional, pengaturan atau penempatan portofolio investasi hanya menggunakan pertimbangan tingkat keuntungan. Sedangkan reksadana syariah selain mempertimbangkan tingkat keuntungan juga harus mempertimbangkan kehalalan suatu produk keuangan. Sebagai contoh bila reksadana syariah ingin menempatkan salah satu jenis investasinya dalam saham, maka saham yang dibeli tersebut harus termasuk perusahaan yang sudah dibolehkan secara syariah. Lebih mudahnya sudah termasuk dalam jenis saham yang ada dalam daftar JII (Jakarta Islamic Index). Demikian juga jenis investasi lainnya seperti obligasi, harus yang menganut sistem syariah. Manajer investasi reksadana syariah harus memahami investasi dan mampu melakukan kegiatan pengelolan yang sesuai dengan syariah. Untuk itu diperlukan adanya panduan mengenai norma-norma yang harus dipenuhi Manajer Investasi agar investasi dan hasilnya tidak melanggar ketentuan syariah, termasuk ketentuan yang berkaitan dengan praktek riba, gharar dan maysir. Dalam praktek syariah maka Manajer Investasi bertindak sesuai dengan perjanjian atau aqad wakalah. Manajer investasi akan menjadi wakil dari investor untuk kepentingan dan atas nama investor. Sebagai bukti penyertaan dalam reksadana syariah maka investor akan mendapat unit penyertaan dari reksadana syariah.

Hikmah Memilih Investasi SyariahDiantara hikmah yang dapat kita peroleh ketika kita berinvestasi syariah antara lain yaitu:
a.       Mendapat Ridho Allah SWT
b.      Mendapat rahmat Allah SWT
c.       Menjauhkan kita dari sikap dzalim-mendzalimi.
d.      Menambah keimanan kita kepada Allah SWT
e.       Sukses Dunia-Akhirat
f.       Pendistribusian kemakmuran sesuai peritah Allah terlaksana
g.      Rezeki yang halal
h.      Terhidarkan dari unsure magrib (maysir, gharar, dan riba)

Sumber : http://warungekonomiislam.blogspot.com
 
Top