KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Kelemahan Emas yang TIDAK semua orang tahu

Pada umumnya, setiap orang ingin memiliki kekayaan yang lebih besar daripada sebelumnya. Perlu bekerja lebih keras dan juga bisa memilih investasi yang tepat. Namun, pada umumnya belum bisa memilih jenis investasi yang tepat karena kurangnya pengetahuan tentang jenis investasi yang ingin diikuti. Maka dari itu, perlu belajar terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Kecuali, sudah ada pakar investasi yang diikuti. Karena dengan adanya pakar investasi memudahkan setiap orang untuk mengambil keputusan jenis investasi apa yang akan diambil untuk lebih cepat meningkatkan kekayaan dengan cara investasi.

Setiap jenis-jenis investasi tentunya selalu memiliki karakter masing-masing, mempunyai kekurangan serta kelebihan. Begitu pula dengan investasi emas, selain memiliki banyak kelebihan, investasi emas juga memiliki kelemahan dan ini patut kita kenali dan pahami. Apa saja kelemahan di investasi emas ? mari kita coba membahasnya. Kelemahan yang pertama adalah dari segi leverage. Tidak banyak yang dapat anda lakukan untuk menambah penghasilan dengan investasi emas ini. Apalagi bila anda berinvestasi dengan teknik mencicilnya lewat bank syariah, jadi anda tidak memiliki kendali akan emas anda sebab masih dititipkan di bank tersebut. Berbeda bila anda berinvestasi di properti misalnya, walaupun properti anda seperti rumah, ruko, tanah, atau apartemen yang diperoleh melalui cara KPR, tetapi secara seketika anda dapat menghasilkan profit dengan cara menyewakan properti tersebut, sehingga anda bisa membayar cicilan KPR anda ke bank. Selain harga properti yang terus naik setiap tahunnya, anda juga memperoleh profit tambahan yaitu dari hasil sewa properti tersebut. Kelemahan selanjutnya adalah kecilnya impak terhadap ekonomi mikro secara nyata (riil). Artinya semakin besar anda berinvestasi emas yang tidak secara otomatis, maka membuat perputaran ekonomi semakin membesar juga. Berbeda bila anda berinvestasi dengan reksadana atau saham, dimana uang investasi berperan secara langsung terhadap perputaran ekonomi serta menambah kinerja dari perusahaan-perusahaan yang anda beli sahamnya. Berbeda juga bila anda memiliki cukup banyak emas, lalu emas tersebut anda gadaikan serta uang dari hasil gadai anda perputarkan ke dalam perdagangan yang nyata (riil), sehingga membuat ekonomi berputar. Berikut beberapa kelemahan investasi emas :
1. Harus memiliki tempat khusus. Sangat beresiko tinggi jika kita menyimpan emas batangan di dalam rumah apalagi jumlahnya banyak, walaupun anda yakin rumah sudah aman, anda masih memerlukan brankas untuk menyimpan emas tersebut. Berbeda dengan investasi properti yang komoditinya riil, seperti bangunan yang tidak mungkin akan dicuri. Untuk itu jika bermain dengan investasi emas anda harus memikirkan secara matang akan keamanan emas tersebut. Jika anda takut menyimpan dirumah anda bisa menyimpannya di bank yang sudah menyediakan tempat sendiri agar anda merasa aman. KLIK DISINI untuk lebih memahami tentang Investasi Green Property yang memiliki pertumbuhan hingga 100% per tahun.
2. Kenaikan harga yang lambat. Saat kondisi ekonomi stabil dan tenang, maka kenaikan harga emas akan cenderung lambat. Tetapi saat terjadi krisis ekonomi nilai emas akan semakin naik dengan cepat, alasannya adalah karena pada saat krisis ekonomi terjadi, para investor akan cenderung memilih investasi yang lebih aman dan emaslah yang dinilai paling aman. Jadi kenaikan harga emas akan terjadi saat krisis ekonomi datang, jika ekonomi stabil maka kenaikan harga emas akan lambat. Untuk menyiasati hal ini anda harus jeli dalam melihat keadaan pasar emas dunia jadi mengetahui kapan waktunya membeli dan kapan waktunya menjual. Solusi terbaik adalah dengan berinvestasi di Green Property, karena dengan memiliki aset di Green Property investasi anda menjadi lebih aman, dengan pertumbuhan yang sangat luar biasa.
3. Selisih nilai beli dan jual yang sama dengan saat anda membeli mata uang asing yaitu sekitar 2 4 %.

Sumber : pakarinvestasi.blogdetik.com
 
Top