Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Menekankan Supaya Semua Kebijakan Pro Terhadap Investasi




Investasi sangat penting untuk persiapan masa depan dan juga meningkatkan kekakayaan. Karena dengan melakukan investasi maka uang bisa tumbuh melebihi inflasi dan semakin untung setiap waktu karena melakukan investasi. Hal itu terbukti dengan himbauan atau perintah dari kepala BKPM Bapak Franky Sibarani . Beliau mengingatkan pejabat pemerintah daerah untuk terus berinovasi mengeluarkan kebijakan yang pro investasi. Kebijakan tersebut dibutuhkan untuk mendorong percepatan realisasi investasi.

Hal ini disampaikannya dalam penutupan Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN) di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa (23/2).

Di hadapan kurang lebih 500 pejabat daerah dan perwakilan BKPM di luar negeri, Franky Sibarani menyampaikan bahwa realisasi investasi tahun 2015 menunjukkan adanya perkembangan jumlah proyek investasi yang sedang realisasi di seluruh wilayah. BKPM mencatat realisasi 7.506 proyek investasi di luar Jawa, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai Rp 249 triliun. Sementara itu, di Jawa, terdapat 15.331 proyek investasi terealisasi, tumbuh 115 persen dengan nilai investasi Rp 297 triliun.

"Daerah juga dapat melakukan inovasi-inovasi kebijakan yang pro investasi untuk mendukung kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat. Tidak ada yang menduga, termasuk para investor, bahwa BKPM dapat mengintegrasikan layanan dalam bentuk PTSP pusat hanya dalam waktu 90 hari. Kemudian memangkas prosedur perizinan yang sebelumnya 23 hari menjadi tiga jam," terangnya.

Menurut Franky, daerah juga dapat melanjutkan dan mengeluarkan paket kebijakan perizinan daerah yang memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor.

"Daerah seharusnya juga bisa melanjutkan deregulasi dengan memangkas prosedur perizinan-perizinan yang dibutuhkan untuk investasi menjadi tiga jam sehingga ada keselarasan dengan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat," katanya.

Lebih lanjut, Franky mengemukakan bahwa beberapa langkah yang dilakukan BKPM dalam rangka memperbaiki iklim investasi sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo diantaranya pelayanan izin online, pembentukan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) didukung oleh 22 kementerian dan lembaga, penyederhanaan izin kelistrikan, peluncuran izin investasi tiga jam, kemudahan layanan investasi langsung konstruksi (KLIK) dan peningkatan izin investasi tiga jam untuk proyek infrastruktur.

"Tiga arah tujuan investasi tahun ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk mendukung penyerapan tenaga kerja serta mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah," imbuhnya.

Sementara itu, Menko Maritim dan Sumber Daya Air Rizal Ramli dalam paparannya di Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal (KP3MN) Senin kemarin (22/2) juga mengapresiasi positif langkah-langkah deregulasi kebijakan yang dilakukan oleh BKPM.

"Deregulasi kebijakan yang menciptakan iklim investasi yang kondusif akan membuat pertumbuhan Indonesia lebih tinggi. Tahun ini, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,2-5,3 persen ini akan terlampaui dengan kebijakan-kebijakan deregulasi yang tepat sasaran," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Rizal menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan kepada masyarakat secara keseluruhan.

"Realisasi investasi harus berperan dan mendukung upaya-upaya dalam pencapaian pertumbuhan ekonomi," bebernya.

Diketahui, selama 2015 hingga 2019, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 3.500 triliun, dua kali lipat capaian realisasi investasi periode lima tahun sebelumnya. Investasi diharapkan mampu mendukung penciptaan dua juta lapangan kerja per tahun untuk menekan angka pengangguran di Indonesia yang mencapai 7,6 juta jiwa dari total 122 juta angkatan kerja.


Sumber : rmol.co
 
Top