Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Ketua DPD RI Irman Gusman Mengajak Para Pebisnis Korsel untuk Meningkatkan Investasi di RI di Hadapan 1.000 CEO Korsel

Berbagai usaha dilakukan oleh Indonesia untuk meyakinkan negara-negara lain supaya mau berinvestasi di Indonesia. Berbagai pihak dalam bidangnya masing-masing dimaksimalkan oleh presiden Jokowi untuk bisa menarik minat para investor luar negeri supaya bersedia melakukan investasi di Indonesia.

Ketua DPD RI, Irman Gusman menyampaikan pidato kunci (keynote speech) di depan 1.000 CEO dan manajer di Seoul, Korea Selatan (Korsel) bulan lalu.

Pidato dengan judul "Indonesia-Korea Today for a Better Tomorrow" itu disampaikan dalam pertemuan tahunan para manajer dan CEO berbagai perusahan terkemuka Korea yang diorganisir Great Place to Work, lembaga yang bergerak di bidang pengembangan organisasi.

Pidato tersebut disampaikan di tengah pemberian anugerah 100 perusahan terbaik Korea Selatan 2014.

Dalam pidatonya, Irman menuturkan, sejak reformasi 1998, demokrasi Indonesia makin berkembang, dan kebutuhan transparansi semakin kuat. Kedua hal ini sangat didambakan para praktisi bisnis.

Apalagi, pada 2014 Indonesia berhasil melaksanakan transisi kepemimpinan nasional dengan lancar, aman dan tertib. Pasalnya, situasi ini menciptakan lingkungan kondusif bagi bisnis dan investasi di semua sektor.

Indonesia telah melaksanakan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Di mana, kesempatan investasi terbuka lebar di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.

Dia mengajak para pebisnis Korea untuk meningkatkan investasi di berbagai sektor. Saat ini Korea menempati peringkat ketiga dalam investasi di Indonesia setelah Jepang dan Singapura.

Kekuatan ekonomi Korsel yang terus meningkat pesat, tidak musathil Korea akan menduduki peringkat teratas dalam investasi di Indonesia. 

Selain itu, Irman juga menegaskan konsep pembangunan ekonomi yang telah diperkenalkan pemerintah selama ini, yakni percepatan pembangunan berbagai koridor ekonomi meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, selain Papua dan Maluku.

Delapan sektor terbuka untuk investasi meliputi pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, turisme, telekomunikasi dan sektor strategis lainnya.

Irman juga menekankan, yang berasal dari dapil Sumatera Barat itu, sembilan arah kebijakan pembangunan yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo, yang meliputi penyediaan lingkungan yang sehat bagi masyarakat, tata kelola demokratis, pembangunan pedesaan, penegakan hukum, perbaikan kualitas hidup, pemberdayaan sektor-sektor domestik, pembangunan karakter dan reformasi sosial.

Semua upaya tersebut juga dimaksudkan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, lebih aman dan lebih ramah bagi para investor. 

Namun, dalam pidato yang disambut hangat para manajer dan CEO itu, Irman Gusman juga dengan tegas meminta Korsel membangun kerja sama teknologi yang sehat di antara kedua negara.

Para pebisnis Korsel diminta bersedia terus melakukan transfer teknologi kepada industri-industri domestik di Indonesia, sebab dengan teknologi dan keahlian yang makin maju akan menjamin kemajuan dan kelangsungan hidup industi domestik tersebut.

Menurutnya, hal ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan pada gilirannya secara jangka panjang juga akan meningkatkan daya beli pasar yang besar bagi hasil industri Korsel.

Sementara, Sekjen DPD RI Sudarsono melaporkan dari Seoul bahwa pertemuan para manajer dan CEO Korsel tersebut dilanjutkan pada sesi siang. 

Dalam kesempatan tersebut, Irman Gusman memberikan sambutan pengantar makan siang khusus di depan sekitar 100 CEO Korsel. Ketua DPD RI ini lebih spesifik mengajak para pebisnis Korsel untuk tidak ragu-ragu memperluas investasi di Indonesia.

Dalam era desentralisasi dan otonomi daerah saat ini, Irman menegaskan pentingnya para Senator dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mendorong para gubernur dalam memastikan layanan terbaik kepada para investor.

Dia juga memperkenalkan senator yang hadir yakni Muhammad Saleh (Bengkulu), Bahar Ngitung (Sulsel), dan Habib Said Ismail (Kalteng).

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran peluang investasi, dalam makan siang para CEO Korsel terkemuka itu, turut memberikan paparan adalah Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam.

(izz)

Sumber : SEOUL - sindonews.com
 
Top