KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Lahan di Indonesia semakin memprihatinkan. Dengan keadaan yang seperti sekarang ini, perlu adanya campur tangan pemerintah demi mengatasi  keadaan yang sangat sulit untuk dipercaya. Karena, tanpa adanya partisipasi pemerintah Indonesia maka keadaan akan semakin buruk.




Puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini dalam kondisi kekeringan akibat debit air di sembilan bendungan menyusut dan rusak.

Wardi, petani di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan ini telah mengakibatkan puluhan hektare sawah kekeringan dan gagal panen.

"Pada kondisi normal, petani mampu melaksanakan dua musim tanam per tahun. Akan tetapi akibat kekeringan maka kini kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena hasil panen tidak maksimal," katanya.

Menurut dia, para petani sudah berusaha mendapatkan air untuk menyirami tanaman padi dengan menggunakan mesin diesel dan membuat sumur pantek tetapi hasilnya tidak maksimal.

Kepala Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukanto mengatakan bahwa musim kemarau ini mengakibatkan sumber air di pegunungan, seperti di Kecamatan Kandangserang, Lebak Barang, dan Paninggaran menyusut bahkan mulai mengering.

Menyusutnya sumber air di pegunungan itu, katanya, berdampak pada debit air di sembilan bendungan daerah setempat juga mengering.

"Sebanyak sembilan dari 11 bendungan sudah mengering dan hanya Bendungan Rogoselo dan Tapak Menjangan masih cukup lumayan," katanya.

Menurut dia, sebenarnya pada kondisi normal, 11 bendungan itu mampu mengairi sekitar 260 hektare lahan pertanian.

"Akan tetapi, akibat musim kemarau maka kini 70 persen tanaman padi terancam kekeringan," katanya.
(ANT) Pekalongan (ANTARA News) - Puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini dalam kondisi kekeringan akibat debit air di sembilan bendungan menyusut dan rusak.

Wardi, petani di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa musim kemarau yang berkepanjangan ini telah mengakibatkan puluhan hektare sawah kekeringan dan gagal panen.

"Pada kondisi normal, petani mampu melaksanakan dua musim tanam per tahun. Akan tetapi akibat kekeringan maka kini kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena hasil panen tidak maksimal," katanya.

Menurut dia, para petani sudah berusaha mendapatkan air untuk menyirami tanaman padi dengan menggunakan mesin diesel dan membuat sumur pantek tetapi hasilnya tidak maksimal.

Kepala Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukanto mengatakan bahwa musim kemarau ini mengakibatkan sumber air di pegunungan, seperti di Kecamatan Kandangserang, Lebak Barang, dan Paninggaran menyusut bahkan mulai mengering.

Menyusutnya sumber air di pegunungan itu, katanya, berdampak pada debit air di sembilan bendungan daerah setempat juga mengering.

"Sebanyak sembilan dari 11 bendungan sudah mengering dan hanya Bendungan Rogoselo dan Tapak Menjangan masih cukup lumayan," katanya.

Menurut dia, sebenarnya pada kondisi normal, 11 bendungan itu mampu mengairi sekitar 260 hektare lahan pertanian.

"Akan tetapi, akibat musim kemarau maka kini 70 persen tanaman padi terancam kekeringan," katanya.

Semoga dengan adanya informasi ini, bisa menggugah hati kita untuk bisa turut serta dan berusaha untuk merubah keadaan menjadi lebih baik.

Sumber : Antara News
 
Top