Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Mahasiswa UGM dari Nganjuk Menciptakan Inovasi Dahsyat dan Sangat Istimewa Tahun 2016 yaitu Bisnis dan Investasi di IWAK



Para mahasiswa UGM ini sangat luar biasa dan sangat inovatif karena mereka menciptakan inovasi baru di bidang invstasi yaitu di IWAK. Mereka sangat peduli pada masyarakat sekitar karena saat ini masih ada orang di sana yang menjadi pengangguran atau tidak punya pekerjaan. Dengan adanya inovasi dari warga Nganjuk ini maka bisa memberikan manfaat bagi banyak orang untuk bisa memperoleh penghasilan warga Nganjuk dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia khususnya di Nganjuk.

Padahal pada umumnya investasi itu ada di bidang saham, reksadana, properti obligasi, emas hingga deposito. Tapi, hasil inovasi warga Nganjuk ini sangat luar biasa dan memberikan inspirasi positif dan dampak positif bagi Indonesia dan para pemuda.

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri Ade Armyanta Yusfantri, Anggita Arum Pertiwi, dan Rian Adam Rajagede menciptakan sebuah alternatif investasi. Dimana investasi ini berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Sehingga investor tidak hanya medapatkan keuntungan tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ketua Pengembangan IWAK, Hestyriani Anisa Widyaningsih menjelaskan bila ide brilian tersebut lahir dari keluhan salah seorang teman yang prihatin atas kondisi kampungnya yang berada di Desa Kebon Agung, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Di desa tersebut masih banyak warganya yang menganggur dan kurang mampu.

"88 persen lahan di desa Kebon Agung masih berupa lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Kami berpikir untuk memanfaatkan lahan itu sebagai lahan untuk kolam budi daya ikan," ungkapnya seperti dinukil dari laman UGM, Selasa (16/2/2016).

Dengan program IWAK ini, selain bisa berinvestasi juga bisa memperdayakan masyarakatnya melalui budidaya ikan air tawar. Program ini sendiri menghubungkan antara investor dengan keluarga petani.

"Berinvestasi melalui IWAK selain bisa memberikan keuntungan bagi investor, juga dapat membantu menyejahterakan masyarakat. Soalnya, dalam program ini melibatkan dan memberdayakan masyarakat bawah," ujarnya.

Cara kerja investasi ini sendiri yakni dengan memberikan dua sampai tiga kolam kepada keluarga petani setiap ada investor yang masuk. Dengan begitu, mereka bisa memulai untuk mmebudidayakan ikan tersebut dari awal hingga panen. Kolam yang diberikan bersifat portabel dengan ukuran 4x1 meter.

Investasi yang ditawarka mulai dari Rp150 ribu sampai Rp15 juta. Saat ini IWAK hanya menyediakan budidaya ikan lele, namun kedepannya tidak menutup kemungkinan untuk IWAK bisa membudidayakan ikan lainya.

"Sekarang, kami baru melakukan riset untuk budidaya ikan nila," imbuhnya.

Demi menghasilkan budidaya ikan yang baik, para petani juga diberikan pelatihan mengenai budidaya ikan air tawar. Selain itu, mereka juga didampingi serta diawasi oleh tim ahli di bidang perikanan.

"Hasil panen akan dijual kepada pedagang berskala besar dan keuntungan penjualan dibagi kepada investor, tim manajemen, dan petani," ungkapnya.

Investor nantinya akan menerima keuntungan sebesar 55 persen dari setiap panen setiap dua bulan sekali. Periode investasi yang dijalani selama 3,5 tahun. Di bulan ke sembilan setelah investor sudah berbalik modal maka hasilnya akan dibagi sebesar 35 persen.

Bila terjadi kegagalan pun ada dana yang digunakan untuk bisa meng-cover itu. Dana tersebut berasal dari tujun persen dana investasi yang masuk.

"Dana bersama ini juga berasal dari penyisihan keuntungan yang diperoleh setiap kali panen," tuturnya.

Selain bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, ide bisnis ini juga telah menjadi 2nd Winner dalam Asean Young Socialpreneurs Program 2015. Serta masuk dalam nominasi Indonesia ICT Award 2015. (afr)

(rfa)


Sumber : okezone.com
 
Top