KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Masalah dalam Belajar yang Sering Dihadapi Pelajar



Nama    : Mohammad Andis Wiyanto
NIM     : 209811422874
Off    : C / 2009

Kondisi Keluarga
Bunga adalah seorang siswi SMP berumur 15 tahun. Jika dilihat dari luar, secara materi kebutuhannya bisa dipenuhi setiap hari. Dari kebutuhan belajar hingga kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi dia belum mampu berfikir mengenai kondisi orang tuannya. Dia hanya berusaha belajar dengan baik. Bunga adalah  anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakak yang pertama kuliah, kakak yang kedua duduk di bangku SMA. Bunga sendiri juga anak yang agak sering marah. Dia kurang bisa menahan emosinya jika tugas sekolahnya dan kebutuhannya belum terpenuhi.
Ayah Bunga adalah orang yang bekerja sebagai tukang las (di bengkelnya sendiri). Biasanya jika ada waktu luang, Ayahnya menggunakan waktunya untuk pergi ke sawah. Sementara Ibunya sebagai Ibu rumah tangga dan kadang-kadang juga membantu suaminya pergi ke sawah. Ayah Bunga kadang-kadang juga sering marah-marah jika ada suatu pekerjaan yang belum selesai. Akan tetapi jika dalam kebutuhan tentang sekolah, orang tua Bunga segera mengusahakan supaya kebutuhannya bisa terpenuhi.
1.    Identifikasi Gejala Masalah Belajar
Seorang anak bernama Bunga (bukan nama asli), umur 15 tahun, memiliki beberapa gejala masalah belajar yang dia hadapi saat ini. Beberapa gejala masalah belajar itu timbul karena dia memiliki masalah dalam belajarnya, seperti :
a.    Bunga juga pernah mengerjakan pekerjaan rumah (PR) di lapangan basket.
b.    Bunga melakukan ujian ulang (remidi) pada mata pelajaran yang ada di sekolahnya.
c.    Bunga tidak boleh mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.
d.    Bunga tidak bisa konsentrasi pada saat kegiatan belajar mengajar di sekolah.
e.    Nilai Bunga di sekolah turun.
f.    Bunga dinasehati guru dan orang tuanya kadang-kadang sampai dimarahi oleh orang tuanya supaya hasil belajarnya di sekolah bisa lebih maksimal.
2.    Penentuan Masalah Belajar
Dari beberapa gejala masalah belajar yang telah disebutkan di atas, ada beberapa masalah belajar yang sedang dialami Bunga. Masalah yang timbul pada poin (a) karena Bunga tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) yang seharusnya tugas itu Dia kerjakan di rumah. Gejala pada poin (b) muncul karena Bunga mendapatkan nilai jelek pada ujian yang ada di sekolahnya. Pada poin (c), gejala itu timbul karena Dia tidak membawa buku tugas yang seharusnya dibawa ke sekolahnya (buku tugas ada sendiri, di samping buku-buku yang lain). Pada poin (d), (e) dan (f), gejala masalah belajar itu muncul karena Bunga teringat teman-temannya di sekolah dan atau seorang laki-laki, sampai-sampai Dia melamun. 
3.    Identifikasi Alternatif Penyebab Masalah
Dari masalah-masalah yang muncul di atas, ada beberapa identifikasi penyebab munculnya masalah-masalah tersebut. Untuk masalah (Bunga tidak mengerjakan PR) disebabkan karena Bunga lupa tidak mengerjakan PR itu, bisa juga Dia tidak belajar sebelum hari itu atau malam tidak belajar. Masalah (Bunga mendapatkan hasil ujian yang jelek) disebabkan Bunga tidak belajar sebelumya, Dia belajar tapi tidak masuk atau pelajarannya sulit dipahami walaupun sudah belajar giat. Masalah (Bunga tidak membawa buku tugas) disebabkan oleh Bunga tidak menyiapkan buku tugas itu sebelumya atau bahkan Dia tidak belajar sebelum ke sekolah. Masalah ini (Bunga teringat teman-temanya di sekolah dan atau seorang laki-laki, sampai-sampai Dia melamun) disebabkan Bunga digosipkan dengan pria oleh teman-temannya, padahal Bunga memang benar-benar tidak suka dengan pria itu, Bunga tidak terima dengan hal itu. Selain itu, Bunga merasa sungkan dan canggung kepada temannya yang sama-sama suka dengan seorang pria yang disukai Bunga.
4.    Penentuan Penyebab Dominan
Dari berbagai keterangan di atas, penentuan penyebab masalah yang dominan itu karena suatu masalah bisa menimbulkan gejala masalah belajar yang lebih banyak dan lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Selain itu, masalah (Bunga digosipkan ........ disukai Bunga.)  ini dapat menimbulkan suatu sikap dan perilaku yang tidak biasa yang dilakukan oleh Bunga. Misalnya saja, karena Bunga benar-benar suka dengan laki-laki itu, Dia ingin sekali mendapatkan laki-laki itu dan berusaha membuat teman yang sama-sama menyukai pria itu terluka jiwanya dan fisiknya dengan berbagai cara [entah dengan mengejek temannya itu di depan pria yang disukainya supaya pria itu memberikan perhatian lebih kepada Bunga dan bahkan Bunga berusaha memukul atau menampar temannya itu dengan memanfaatkan kondisi yang memungkinkan walaupun temannya itu hanya bercanda dan tidak memiliki maksud yang jelek kepada Bunga (Misalnya ketika mereka bercanda, secara tidak sengaja temannya itu mengucapkan perkataan yang membuat hati Bunga kecewa, tiba-tiba Bunga menampar temannya itu)]. Jika peristiwa ini terjadi, berarti tindak kekerasan bisa terjadi karena Bunga berusaha mendapatkan pria itu dengan berbagai cara.
5.    Identifikasi Alternatif Pemecahan Masalah
Masalah-masalah belajar akan semakin besar jika tidak segera ditanggulangi, untuk itu ada beberapa alternatif pemecahan masalah supaya masalah ini tidak menjadi lebih besar, antara lain :
(a)    Membuat jadwal rutin untuk belajar dan melaksanakannya.
(b)    Mencatat tugas yang harus dikerjakan di rumah (PR) supaya tidak lupa dan segera mengerjakan tugas itu. Jika belum bisa, bertanya kepada teman atau orang lain yang lebih tahu dan mengusai materi tersebut.
(c)    Belajar dengan lebih giat lagi ketika akan ujian, walaupun mungkin dirasakan lebih berat, akan tetapi belajar lebih giat itu diharapkan supaya persiapan untuk ujian bisa lebih baik lagi.
(d)    Setelah belajar, buku-buku disiapkan atau dimasukkan ke dalam tas supaya ketika akan berangkat sekolah tidak ada yang tertinggal, entah itu buku atau alat tulis yang lain.
(e)    Jika tiba-tiba teringat tentang seorang pria ataupun teman-teman yang menyebalkan, sebaiknya melakukan aktivitas yang menyenangkan (hobi) untuk menghilangkan ingatan itu atau melakukan kegiatan yang lebih berguna (seperti, membantu orang tua, menyapu, mencuci, dll)
(f)    Jika orang tua tahu tentang masalah yang dialami oleh anaknya, segera ditanggulangi supaya masalah itu menjadi cepat terselesaikan. Jika tidak bisa diselesaikan sendiri, maka dibawa kepada orang yang lebih tahu tentang masalah yang sedang dialami ank tersebut.
(g)    Hubungan antara Bunga dan keluarganya lebih dekat kepadanya Ibunya. Jika ada masalah tentang cinta dan mengganggu sekolah, maka Bunga bisa bercerita lebih dulu kepada Ibunya supaya tidak ada salah paham antar anggota keluarga. Hal itu juga bisa mempererat hubungan kekeluargaan karena adanya saling percaya dan saling membantu.
(h)    Berusaha berbuat sesuatu dengan diawali membaca do’a terlebih dahulu.

6.    Penentuan Satu Alternatif  Terpilih Disertai Alasan Kuat
Keterangan yang telah dikemukakan di atas telah memberikan pandangan yang cukup banyak tentang alternatif pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh pelajar, untuk itu satu alternatif  terpilih yang paling baik adalah pada poin (a) Membuat jadwal rutin untuk belajar dan melaksanakannya. Pada poin (a) berarti segala aktivitas yang tidak berkaitan dengan belajar yang pada saat itu juga dilakukan, harus berusaha dihentikan karena belajar rutin itu dianggap lebih penting daripada apapun. Dengan belajar rutin sesuai jadwal diharapkan hasil ilmu yang diterima siswa bermanfaat dan materi yang belum bisa dipahami dengan baik bisa lebih dipahami dan dimengerti serta nilai ujian bisa lebih baik. Selain itu, belajar rutin itu lebih baik daripada belajar 1x dalam satu waktu yang panjang, karena jika otak digunakan untuk berfikir secara terus menerus atau dalam jangka waktu yang lama akan merasa lelah dan akan mempengaruhi hasil belajar yang dilakukan oleh anak itu. Di luar tentang belajar, kondisi tubuh juga harus tetap dijaga supaya tidak mengganggu aktivitas dan konsentrasi dalam belajar.

 
Top