Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Bismillahirrohmaanirrohiim
Part 6.

Ga terasa Kang Rendy, hari ini hari ke 5 saya menulis.
Kok part 6...iya ada yg bandel sehari nulis 2x :)
tapi besok libur dulu, waktunya jatah dengan keluarga fulltime.

Pada saat ini saya berusaha membuat summary dari pola P-D-R-U vs P-R-U terpusat vs P-R-U melalui branch/depo dari kaca mata sebagai produsen.

1. Sebagai pelaku pasar, idealnya pola P-D-R-U adalah yg paling baik. Kenapa?
Jika semuanya berjalan dengan baik produsen dapat fokus mengoptimalkan kapasitas produksinya dan bahkan memikirkan bagamana untuk terus meningkatkannya, memikirkan investasi produksi.  Tidak perlu memikirkan siapa yg menampungnya, ada peran Distributor disana yg mengambil peran. Produsen tinggal mengumpulkan distributor untuk menggali suport apa yg bisa dilakukan oleh produsen untuk membantu peran Distributor sehingga mereka (read: distributor) dapat lebih mudah, dan lebih optimis dalam menjalankan perannya. kesuksesan distributor adalah kesuksesan produsen.

produsen tidak perlu membuka cabang ataupun depo ataupun warehouse di area tersebut. Semua bisa dikendalikan dari pusat. Cukup monitoring saja dan kunjungan berkala serta konsistensi terhadap support matketing terhada distributor sesuai yg telah disepakati.

Negatifnya Produsen sangat tergantung dengan distributor. Baiknya dalam satu area tidak ditunjuk distributor tunggal, karena akan bisa menimbulkan iklim persaingan yg berdampak positif terhadap produsrn. Namun harus diingat tidak boleh terlalu banyak, sehingga secara keuntungsn tidak nenarik lagi untuk diperjuangkan.

Dari sisi Distributor, ketika Anda menjadi distributor tunggal, maka produsen benar-benar menaruh Asa terhadap Distributor, sehingga wajar jika semisal distributor di evaluasi oleh Produsen. Yang tidak etis adalah terkadang produsen menilai secara sepihak dan tanpa parameter yg diketahui bersama. Alasan itulah yg seringkali di "akali" oleh distributor dengan menhadi distributor produk lainnya yg terkadang serupa ataupun sama fungsinya atau ada juga dengan produk yg berbeda sama sekali. Inipun dilakukan dengan 2 cara, yaitu terbuka dan tertutup. Terbuka artinya produsen tahu bahwa distributor tahu bahwa distributornya juga sebagai distributor produk lain.  Ada juga yg tertutup, dimana distributornya membuat berbagai identitas perusahaan sehingga terdaftar juga di produk kompetitor dengan nama yg berbeda walau sebenarnya sama saja pemiliknya.

2. Pola P-R-U terpusat, pola ini sebenarnya mirip dengan P-D-R-U hanya saja peran D digeser menjadi komponen R yg lebih kecil dibawahnya. Pola ini dipercaya dapat membesarkan R yg ada, dan mereka merasa di hargai karena bisa berhubungan dengan produsen langsung. Jika mereka terus besar, maka akan lebih loyal kepada kita dibanding D yg sudah besar.

Dimaksud terpusat, karena produsen tidak membuat kantor cabang/depo di daerah tersebut. Semua di percayakan langsung ke R. Produsen hanya melakukan visit/teleconference secara berkala. Kalaupun ada perwakilan produsen, bisa hanya orang saja yg bertugas memonitor dan support beberapa R, namun pengiriman langsung dari pusat dan tetap tidak memiliki kantor fisik disana.

Kelemahan pola ini adalah memindahkan resiko piutang tidak tertagih, melesetnya TOP pembayaran, serapan target yg lebih kecil dari D, menjadi rediko yg lebih tinggi di Produsen. Lebih banyak yg dimaintain artinya problem lebih banyak.

3. Pola P-R-U melalui branch/depo, pola ini biasanya dilakukan oleh perusahaan besar yg kuat modal. Dibangun kantor cabang agar monitoring dan support terhadap R lebih optimal. R ini sendiri kebanyakan sudah dianggap sebagai D lokal. Pola ini lebih memiliki bounding yg kuat dilapangan, dimana Produsenpun sebenarnya memonitoring langsung aktivitas pasarnya. Hanya saja pola ini padat modal dan padat sdm.

Ada 1  pola yg terlewat yaitu P-U,
P-U disini bukan hanya via online saja, ada beberapa Pola P-U

1. Jaringan Retail Nasional - Produsen
Pola ini dibangun karena Produsen ingin tahu karakter U secara langsung, dan sangat ingin sustain dan promo produk baru langsung ke konsumen untuk membantu marketing produsen melakukan support yg tepat sesuai karakter konsumen. Produsen juga tidak terlalu mau tergantung D saja sehingga mereka menciptakan Jaringan Retail Nasional.

Ini untuk sustain dan branding. Siapa produsen yg melakukan ini
Pharos group dengan Century, Generik & Pharmanet
Kimia Farma dengan Kimia Farma
Hero group - Guardian, Giant, Hero
Pigeon dengan Baby World
Alfamart dan Indomart untuk homebrand mereka
Lippo group - hypermart, matahari

2. Direct Sales
Divisi direct sales menjadi pola P-U yg dijalankan oleh Ptodusen untuk selalu lihat potensi pasar dibawah. Kadang sumber barang tidak selalu murni dari Produsen, kadang menggunakan barang/produk produsen di D maupun R. Ini dijalankan oleh perusahaan yg sudah sustain hingga merintis. Perusahaan merintis malah lebih gencar lagi melakukan ini, biasanya oleh pay tv dan operator internet, untuk perusahaan lain pola ini sudah dilakukan oleh D atau R nya.

3. Delivery Service
Produsen makanan jadi terbesar menggunakan pola ini (P-U) dengan salah sstu layanannya adalah via delivery. Walaupun mereka sudah memiliki tempat untuk konsumen datang, namun tetap mereka ingin menjangkau lebih luas dengan delivery. Jaringan Retailpun melakukan ini.

4. Internet
Tidak dapat dipungkiri internet telah menjadi jembatan penghubung yg kuat ke User/perorangan secara langsung. Hal ini tentu ssja dimanfaatkan produsen sebagai media promosi semata atau bahkan menjadikan pasar utama bisnis mereka. Baik perusahaan besar maupun kecil menggunakan sarana ini, berupa
web perusahaan secara langsung, market place, social media dll.

Demikianlah aneka pola distribusi yg dapat saya bagi kupasannya. Semoga menambah wawasan bagi pembaca semua. Apapun pola yg anda pilih harus diperhitungkan masak-masak sesuai dengan modal anda baik berupa uang, waktu, sdm dll, juga tidak lupa pertimbankan jenis dan karakter produk anda. Hal-hal tersebut akan menjadikan pemilihan pola distribusi secara lebih tepat.

Sampai jumpa senin dengan materi baru dari saya tentang warehousing dan logistics.

Elang Andhika
 
Top