Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Melepas kemelekatan menuju kematian dari Mbak Tiwi Tri Widayanti

😢

Pagi ini saya membaca tentang kisah ibrahim kembali. Hati ini bergetar tatkala memikirkan keadan Ibrahim ketika diminta melepaskan kemelekatan. Tak ada di dunia ini yang milik kita, termasuk suami dan anak anak kita.

Bukankah Ibrahim sudah memberikan contoh yang luar biasa ketika diminta melepas kemelekatannya terhadap istri dan anak kesayangannya? Kemelekatan memang harus dilepaskan sebagai latihan menuju kematian.

Teladan “melepas kemelekatan” yang diajarkan Ibrahim adalah ketika dia diperintah Allah untuk meninggalkan isteri dan anaknya yang masih kecil di padang pasir tanpa perlidungan apa-apa. Padahal, sudah puluhan tahun Ibrahim mendambakan seorang anak.

Sebagaimana sering dikisahkan, isteri Ibrahim, Siti Hajar harus berlari-lari dari bukit Safa dan Marwah untuk mendapatkan air, sampai akhirnya muncullah mata air yang kemudian bernama zamzam itu. Di tempat itulah kemudian dibangun Ka’bah dan berkembang menjadi kota yang ramai bernama Makkah.

Barangkali Allah “cemburu” karena kecintaan Ibrahim terhadap anaknya (juga pada isterinya) terlalu berlebihan. Maka Ibrahim harus melepaskan kemelekatan itu.

Teladan kedua, ketika Ismail sudah berusia remaja, Ibrahim mendapat perintah lagi untuk membunuh anak satu-satunya itu.

Ini perintah yang sama sekali “tidak masuk akal” dan rasanya merupakan satu-satunya perintah paling aneh dalam sejarah manusia. Toh Ibrahim menurut saja, bahkan Ismail sendirilah yang mendesak ayahnya agar segera melaksanakan perintah itu.

Seperti diketahui kemudian, ketaatan Ibrahim untuk melepas kemelekatan (baca: kecintaan berlebihan) terhadap anak lelakinya itu diganjar oleh Allah dengan membatalkan perintahNya dan mengganti dengan perintah menyembelih seekor kambing.

Ya Allah… ampuni hambaMU ini. Bantu saya melepaskan kemelekatan ini Ya Robb...

Astaghfirrullah hal adziiiim….
 
Top