Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Meningkatnya Bisnis dan Investasi di Serang Banten Memberikan Dampak Positif dan Menyerap 100032 Tenaga Kerja pada Awal tahun 2016



Setiap daerah di Indonesia kini memberikan kontribusi yang sangat luar biasa dan memberikan prestasi yang luar biasa karena setiap daerah di Indonesia memiliki potensi yang saagat luar biasa. Kinerja di Provinsi Banten dalam realisasi investasi mencatat pertumbuhan yang signifikan dari 40 persen dengan investasi Rp 42,5 triliun dan dampak produktif menyerap 100 032 pekerja. Hal ini sangat luar biasa dan istimewa. Angka tenaga kerja itu menyumbang 12 persen dari total tenaga kerja di Jawa sebesar 823 678. Penyerapan implikasi positif dari pertumbuhan investasi Banten yang tumbuh pada realisasi investasi nasional 17,8 persen. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi lain di Jawa.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyambut hasil kerja yang positif, berhasil diperoleh dari realisasi investasi di Wilayah Provinsi Banten. "Korelasi positif antara pertumbuhan investasi dan lapangan kerja di Banten harus dilindungi dan dipertahankan," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (2016/02/11). Franky optimistisdengan positif dicapai Banten pada tahun 2015 akan terus tumbuh pada tahun 2016. Hal ini ditandai dengan masuknya dua investor yang menggunakan jasa investasi selama 3 jam memilih Banten sebagai lokasi investasi yang potensial

"Keduanya adalah investor dari Negara China, yang pertama merupakan industri peralatan rumah tangga dengan nilai investasi Rp 125 miliar, yang menyerap 1.500 pekerja. Dan yang kedua adalah pembangkit listrik dengan investasi US $ 1,8 miliar yang memberikan dampak positif sampai 315 tenaga kerja, "katanya. Franky sangat memahami dan mengetahui bahwa investasi ke Banten terdiri dari 2.104 proyek dan diharapkan terus memberikan peningkatan investasi sehingga proses untuk membuat lapangan kerja juga meningkat. "BKPM juga menjaga dan  terus menjadi dengan perhatian pemerintah daerah terhadap pertumbuhan investasi di daerah. Dalam kunjungan ke 80 perusahaan di tahun 2015, salah satu kesimpulan yang kita dapatkan adalah tidak ada investasi bisa berhasil tanpa dukungan dari pemerintah daerah," pungkasnya.

Salah satu dukungan nyata BKPM untuk realisasi investasi di Banten, Kepala BKPM, Jumat (2016/12/02) telah merencanakan untuk melakukan kunjungan kerja ke salah satu perusahaan di Banten, yang memproduksi bahan kimia dasar dan memiliki nilai ekspor rencana dari US $ 800 juta. Kunjungan ini adalah untuk menunjukkan pergerakan investasi perusahaan tersebut.

Selain Banten, ada juga provinsi lain di area pulau Jawa yang juga berhasil mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di investasi di Jawa Tengah dengan pertumbuhan 40 persen dengan nilai Rp 26 triliun. Kemudian disusul oleh Jawa Timur, yang tumbuh 18 persen senilai Rp 67600000000000, Sedangkan di Jawa Barat tumbuh 9 persen menjadi Rp 98 triliun serta informasi yang kami dapatkan bahwa di wilayah DI Yogyakarta tumbuh 4 persen senilai Rp 1,5 triliun. Hanya Jakarta mencatat dikurangi investasi pertumbuhan 8 persen dengan nilai Rp 60800000000000. Franky menilai bahwa setiap provinsi yang ada di pulau Jawa mempunyai karakteristik dan daya tarik investasi. "Jawa Barat dan Jawa Tengah, lokasi yang dapat dengan mudah ditemukan industri Intensif, sementara Jawa Timur dan Banten lebih pada industri substitusi impor dan berorientasi ekspor," imbuhnya.

Dalam hal sektoral, Franky menjelaskan bahwa mereka masih mengandalkan investasi sektor padat karya. Sepanjang 2015, sektor ini menyerap mampu  414 347 pekerja, 29 persen dari tenaga kerja pada tahun 2015 sebanyak 1,43 juta orang. Data dari BKPM, pertumbuhan investasi di Jawa menunjukkan tren positif dan diperkirakan akan terus meningkat dan memberikan kontribusi pada pencapaian target investasi 2016 sebesar Rp 594800000000000. "Dari proporsi investasi masih lebih besar dari Pulau Jawa dan luar Jawa, untuk mencapai 2016 target, realisasi investasi di Jawa perlu ditingkatkan," katanya. (Yas / NRM)


Sumber : Liputan6.com, Jakarta
 
Top