KLIK DI SINI untuk mengetahui ONLINE BUSINESS COURSE sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Menteri Kehutanan Berani Menjamin Investasi Tanam Pohon Paling Menguntungkan  sekaligus Mengalahkan Investasi Emas

Saat ini, mungkin masih sedikit asing tentang investasi kayu. Namun, pada kenyataanya pada kalangan tertentu, investasi tanam pohon atau investasi kayu sangat menguntungkan. Menteri Kehutanan Berani Menjamin bahwa Bisnis kayu atau usaha di bidang kehutanan hasilnya sangat luar biasa dan mampu mengalahkan investasi emas.

Perusahaan penanaman hutan, PT HJM menawarkan investasi lahan pohon jati dengan keuntungan berlipat-lipat. Menanggapi tawaran investasi ini, Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan menegaskan investasi pohon termasuk janis jati lebih menguntungkan daripada investasi lain.

"Saya mendukung penuh kegiatan bisnis di sektor kehutanan. Itu lebih menguntungkan dari investasi manapun," kata Zulkifli ditemui di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Selain pohon jati, ia mencontohkan kini juga ada pohon sengon yang bisa ditanam dengan investasi murah namun dengan keuntungan yang berlipat-lipat setelah beberapa tahun pasca tanam.

"Bayangkan sengon itu bibitnya Rp 100, 5 tahun jadi Rp 300.000. Pokoknya keuntungannya berlipat-lipat jauh dari investasi yang lain. Kalau ada kelompok investasi apakah jati, sengon, dan lain sebagainya pasti sangat menguntungkan," tegasnya.

Ia juga menambahkan, investasi di bidang kehutanan ini minim risiko, bahkan cenderung tidak ada risiko asalkan pengurus atau perusahaan yang mengelola ini tidak bermasalah. Selain itu, masyarakat juga bisa mengelola sendiri investasi pohonnya.

"Menanam pohon itu nggak ada risikonya. Tinggal menyiram saja. Yang risiko itu ya pengurusnya. Cek pengurusnya benar apa tidak," tegasnya.

Menurutnya berinvestasi pohon di Indonesia sangat menguntungkan dibandingkan melakukan hal sama di negara lain. Indonesia punya keunggulan karena kawasan tropis.

"Kita modalnya tanah sepanjang tahun ada sinar matahari, 5 tahun sudah bisa panen. Di Eropa, Amerika itu 100 tahun kita 5 tahun. Kalah semuanya," katanya.

Selain itu, menanam pohon merupakan kegiatan investasi yang terbarukan, artinya tak akan habis proses siklusnya. Sedangkan investasi mineral seperti pertambangan ada batas habisnya,

"Investasi yang lain kalah semua, emas diambil habis," tegasnya.
(zul/hen)

Sumber : finance.detik.com - Jakarta
 
Top