Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Menteri Kehutanan Menyetujui Perjanjian Kayu Legal ke Eropa

Banyak negera menginginkan hasil bumi dari Indonesia bisa di ekspor ke negera tersebut. Namun, hanya negara tertentu yang disetujui oleh pihak dari Indonesia. Semua itu perlu didukung dengan adanya pelaksanaan kebijakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena, meskipun aturan sudah dibuat, jika tidak dilakukan oleh pihak yang berwenang maka akan merugikan orang lain bahkan sangat merugikan Indonesia.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan dirinya akan bertolak ke Brussel, Belgia, untuk menandatangani perjanjian Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) pada 30 September mendatang. "Penandatanganan akan dilakukan bersama Ketua Uni Eropa," kata Zulkifli, saat ditemui usai acara Sambutan Mahasiswa Baru Universitas Hamka di Jakarta, pada Sabtu, 21 September 2013.

Sebelumnya, Zulkifli menjelaskan, kayu asal Indonesia sudah memiliki jaminan mengenai asal-usul serta proses pengolahan. Ia berharap pasar global menutup kesempatan untuk peredaran kayu ilegal.

Dia menyatakan, melalui penandatanganan perjanjian tersebut, tidak akan ada lagi perdagangan kayu ilegal. "Dengan demikian, illegal loging diharapkan akan dapat dihentikan," kata Zulkifli.

Selain itu, Zulkifli mengatakan, perjanjian ini akan membuka kesempatan pasar yang lebih baik bagi kayu Indonesia. "Nantinya harga kayu akan menjadi lebih baik dan lebih banyak yang terserap," kata Zulkifli.

Mengenai pihak Uni Eropa, Zulkifli menyatakan, kesepakatan sudah selesai dibahas. "Tanggal 30 nanti benar-benar tinggal penandatanganan."

Zulkifli menyatakan melalui perjanjian ini, kinerja ekspor dapat terpacu. "Target produksi kayu kita sampai tahun 2020 itu 60-70 juta metrik ton," katanya. Saat ini, produksi kayu Indonesia tercatat 40 juta metrik ton.

Sumber : Tempo.co
 
Top