Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Menteri Perindustrian Saleh Husin Memprioritaskan Hasil Karya Lokal untuk Pameran sampai-sampai Mencoba Gitar Rickhaness Guitar




Tidak banyak orang yang tahu dan memahami tentang hasil olahan kayu yang sangat luar biasa. Salah satu yang dicoba oleh Menteri Perindustrian adalah gitar yang dibuat oleh pihak lokal. Dengan adanya contoh tersebut diharapkan seluruh bangsa Indonesia menjadi bangga dan mau menggunakan produk dalam negeri.



Foto Menteri Perindustrian Saleh Husin bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo mencoba Gitar Rickhaness Guitar di Anjungan Produk Unggulan pada Pameran Produksi Indonesia di Grand City Surabaya yang menampilkan produk-produk unggulan dalam negeri pada 6-9 Agustus 2015.
 

Berbagai strategi diusung pemerintah untuk memperkuat industri nasional, salah satunya dengan menggelar ajang pameran. Guna meraih hasil maksimal, Kementerian Perindustrian memprioritaskan produk industri  yang memiliki kandungan lokal tinggi untuk dipamerkan.

Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam siaran pers, menegaskan beberapa alasan memprioritaskan produk industri berkandungan lokal tersebut. Pertama, sebagai penghargaan bagi pelaku industri yang telah menggunakan komponen produk dalam negeri dalam proses produksi mereka.

“Ini sekaligus penghargaan, wujud ‘fairness’, dan hubungan timbal balik. Pemerintah kan mendorong rekan-rekan pengusaha menambah komponen lokal, jadi sudah selayaknya mereka mendapat apresiasi berupa prioritas pameran,” kata Menperin Saleh Husin di Surabaya, Kamis (6/8/2015).

Menperin di Surabaya untuk meresmikan pembukaan Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2015 bertema “Bangga Menggunakan Produk Indonesia”. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Soekarwo, anggota Komisi VI DPR RI Slamet Junaidi, Bambang Haryo Soekartono dan Wakil Ketua Kadin Bambang Sujagad. Pamaeran diselenggarakan di Grand City Convention and Exhibition Hall, Surabaya pada 6-9 Agustus 2015. Pameran ini merupakan bagian dari peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka.

Sebanyak 150 perusahaan dari berbagai daerah termasuk Jawa Timur sebagai tuan rumah. Produk yang dipamerkan beragam seperti garmen, tekstil, tenun, alat transportas, elektronika, telematika hingga furnitur dan perhiasan.

Pada waktu bersamaan, Kemenperin juga menggelar pameran serupa di BSD City, Tangerang Selatan bertajuk “Industrialisasi untuk Kemandirian Bangsa”.

Pemerintah, imbuh Saleh Husin, tidak akan sungkan mempromosikan kemampuan industri dalam negeri dalam menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Tujuannya supaya masyarakat mengenal, membeli, memakai dan bangga dengan produk-produk Tanah Air.

“Bangga itu kan memperkuat cinta. Kalau bangga memakai produk nasional maka pasti selalu mencintai buatan dalam negeri. Dan kalau sudah cinta pasti akan bangga, berputar begitu seterusnya,” ujarnya.

Penggunaan produk dalam negeri juga menjadi strategi menghadapai pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015. Hal ini menjadi upaya kolektif bangsa untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri dalam negeri.

“Makin bertambahnya penggunaan dalam negeri bukan saja membuka peluang, tapi juga menciptakan lapangan kerja dari industri hulu hingga hilir,” kata anggota DPR RI Slamet Junaedi.

Dialog dengan Pengusaha

Menperin juga menggelar pertemuan antara pimpinan Kementerian Perindustrian dengan dunia usaha dan instansi terkait. Pertemuan ini mengusung topik “Pembangunan Industri ke depan dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)”.

Program P3DN bertujuan  antara lain meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, mengurangi ketergantungan kepada produk impor, dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Salah satu tindak lanjutnya, pemerintah memberi prioritas pada produk dalam negeri untuk memasok ke proyek-proyek infrastruktur. Seperti pada jaringan transmisi listrik 46 ribu km dan mewajibkan instansi serta kementerian membeli kapal dari galangan dalam negeri,” ujar Menperin.

Selama Triwulan I 2015, industri pengolahan non-migas tumbuh sebesar 5,21%, lebih besar dari pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama sebesar 4,71%.

Di sisi lain, investasi PMDN pada triwulan II mencapai Rp 25,56 triliun atau tumbuh sebesar 111,83%. Sedangkan investasi PMA sebesar US$ 2,51 milyar. Sehingga nilai total investasi yang masuk pada triwulan II pada tahun 2015 mencapai US$ 5,07 milyar.

Sumber : br-online.co
 
Top