Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Norma dan Etika yang harus diperhatikan dalam Investasi Syariah

Setiap orang perlu belajar lebih dahulu supaya bisa memutuskan hal yang baik dan lebih baik atau yang terbaik. Namun, perlu belajar lebih dalam. Dalam hal ini, perlu juga memahami tentang beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan atau memilih investasi syariah.


Prinsip dasar Investasi atau bisnis yang dilakukan seseorang dalam Islam, motivasinya sangatlah didominasi tujuan yang antara lain adalah:

Bertujuan mencari ridha Allah
Jika motivasi ingin mendapat Ridha Allah dalam melakukan investasi/bisnis maka dapat dipastikan bahwa bisnis yang dilakukan merupakan investasi terbaik. Tujuan dan maksud investasi terbaik ini selain untuk meraih manfaat ekonomi, juga bertujuan meraih kemanfaatan non finansial.

Plesure of Allah (kebahagiaan)
Yaitu ingin mendapatkan kebahagiaan dari Allah. Dengan menyadari bahwa investasi yang dilakukan diyakini oleh pelaku bisnis, Allah merestui dan menjadikan kesenangan bagi pelaku bisnis dan hal ini dilakukan dengan harapan mendatangkan kesenangan, kebahagiaan dan kesejahteraan lahiriah  dan batiniah bagi umat manusia yang lain, maka diakini kebenarannya sesuai dengan aqidah Islam bahwa bisnis atau investasi yang dilakukan mendatangkan kenikmatan dan kesenangan hidup bagi para pelaku bisnis  dan manusia pada umumnya.
Mercy of Allah (Mencari Rahmat Allah)
Istilah rahmat ini diartikan sebagai karunia atau berkah. Jika bisnis didirikan dengan investasi yang dilakukan denga motivasi ingin memperoleh berkah dan karunia dari Allah maka secara filosofi pasti bisnis ini diyakini merupakan bisnis yang terbaik.  Karena Berkah dan karunia Allah merupakan suatu kondisi kehidupan yang sangat menentramkan dan menyenangkan bagi setiap muslim yang beriman.

Memperoleh Pahala dari Allah dan Niat Berdimensi Dunia Akhirat
Keuntungan meteri dan ekonomi bukan satu-satunya tujuan yang menjadi ujung tombak dalam meraih sukses suatu kegiatan bisnis. Tetapi lebih dari itu yang meliputi pahala atau ganjaran Allah di dunia dan di akhirat merupakan keuntungan yang utama. Meski mungkin harus mengalami kerugian materi atau keuntungan finansial harus dilalui sementara waktu. Dalam keyakinan bisnis yang didasari bahwa perjalanan bisnis di dunia ini penuh dengan misteri yang sulit dinalar dengan perhitungan manusia. Prinsip ini mengindikasikan bahwa di atas manusia ada yang mengatur dan mengendalikan bagi sukses dan gagalnya suatu kegiatan bisnis yang dilakaukan. Oleh karena itu tingkat ikhtiar dan kepasrahan sama-sama penting untuk dijadikan etos kerja bagi pelaku bisnis Islam dan  beriman.
Dengan menjalankan bisnis didasari motivasi bisnis dalam Islam di atas maka tentunya seorang pebisnis Islam tentu akan menjalankan bisnisnya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam muamalah yang diantaranya adalah:

1.   Tidak mencari rizki pada hal yang haram, baik dari segi zatnya maupun cara mendapatkannya, serta tidak menggunakannya untuk hal-hal yang haram.
2.   Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi.
3.   Keadilan pendistribusian kemakmuran.
4.   Transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha.
5.   Tidak ada unsur riba, maysir (perjudian/spekulasi), dan gharar (ketidakjelasan/samar-samar).
6.   Manajemen yang diterapkan adalah manajemen islami yang tidak mengandung unsur dan menghormati hak asasi manusia serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Sumber : warungekonomiislam.blogspot.com
 
Top