Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Orang Terkaya di Indonesia Menyatakan Investasi Kayu di Indonesia sangat Luar Biasa di KAA (Konferensi Asia Afrika)

Industri kayu  kini semakin diminati para investor dalam negeri investor luar negeri karena salah seorang konglomerat atau orang paling kaya di Indonesia menyatakan bahwa investasi di bidang kayu di Indonesia sangat menguntungkan. Hal itu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya iklim yang sangat cocok untuk mengembangkan sektor kehutanan dan kesehatan.

Bos Mayapada Group, Dato Sri Tahir menjadi pembicara dalam Asian African Business Summit (AABS) yang merupakan rangkaian acara peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60. Tahir yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia ini mengundang investor untuk berinvestasi Indonesia.

"Silakan bawa uang ke sini dan berinvestasi dan rasakan keuntungannya," kata Tahir di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Pernyataannya yang cukup sederhana itu dihadiahi tepuk tangan yang meriah oleh para tamu yang hadir. Di mana ada 600 pengusaha dalam dan luar negeri menyimak pidatonya.

Banyak sekali potensi investasi di Indonesia dan sekitarnya, misalnya saja dari sisi Sumber Daya Alam (SDA). Indonesia memiliki banyak kayu terbaik dunia dan sekaligus menyimpan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan keahlian kerajinan tangan.

"Hutan kita besar, kayu kita banyak dan banyak pekerja ahli untuk mengolahnya menjadi furnitur yang bagus," kata Tahir.

Selain itu, juga ada peluang untuk berinvestasi di sektor kesehatan, seperti perusahaan yang dikelolanya yang merambah bisnis Rumah Sakit (RS) adalah sektor yang cukup menjanjikan. Selain di Indonesia, namun juga Singapura, Thailand, India dan lainnya.

"RS sangat dibutuhkan. Apalagi untuk penduduk yang jumlahnya sangat besar seperti negara di Asia Afrika. Berinvestasi di sini akan sangat menguntungkan," katanya.

"Begitu juga dengan alat pendukung sektor rumah sakit, seperti farmasi, alat-alat kesehatan. itu nantinya akan ikut berkembang," tegas Tahir. (mkl/hen)

Sumber : finance.detik.com
 
Top