KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Para Investor diharap Tenang dan Santai untuk Berinvestasi di Indonesia karena semua sudah dilindungi oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko 

Bagi siapa saja yang ingin berinvestasi di suatu tempat mengharapkan hasil investasi tersebut bisa tumbuh dengan cepat, namun tidak bisa dipungkiri bahwa hasil investasi bisa juga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Maka dari itu, siapa saja yang berinvestasi kini bisa lebih merasa tenang dan nyaman karena mendapat perlindungan dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Panglima TNI Jenderal Moeldoko meminta kalangan investor untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia, karena TNI siap mengamankan dan menjamin stabilitas keamanan.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga stabilitas keamanan nasional untuk seluruh aktivitas yang lebih kondusif," kata Jenderal Moeldoko pada acara The 14th Annual Citi Economic and Political Outlook, di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Panglima mengakui, investor akan mencari negara beriklim stabil dengan kinerja ekonomi yang baik agar bisa menginvestasikan modalnya.

“Negara yang paling cocok adalah Indonesia. Jangan ragu datang ke Indonesia, karena negaranya damai dan sangat cocok untuk investasi," ujar dia.

Menurut Panglima TNI Moeldoko, Indonesia kini memiliki 4 prioritas dalam hal ekonomi dan politik.
Pertama, pemilu 2014 harus sukses, demokratis, aman, dan damai.

Kedua, Indonesia harus mampu mengelola ekonomi di tnengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global. Ketiga, kerukunan dan toleransi harus dijaga di tengah kemajemukan bangsa. Keempat, bangsa Indonesia harus mempertahankan kedaulatan secara tegas.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga menjelaskan pengabadian nama dua prajurit TNI AL Usman-Harun sebagai nama ke dalam dua kapal perang.

Dia menegaskan, penamaan dua kapal jenis fregat (perusak) itu tidak dimaksudkan untuk memancing emosi Singapura. Keputusan itu, telah dibuat sejak Desember 2012 dan sudah melalui proses panjang.

"Sekali lagi mohon maaf. Bahwa apa yang kami pikirkan tidak sama sekali berkaitan dengan membangun kembali emosi.  Tidak sama sekali,” ucap Moeldoko.

Panglima TNI menjelaskan, hubungan dengan Singapura saat ini sedang diperbaiki, dan sudah ada komunikasi antar pemimpin. “Kepala militer singapura dan saya telah bertemu,” tukas dia.

Usman-Harun adalah prajurit Korps Komando Angkatan Laut (Marinir) yang terlibat peledakan hotel McDonald di Singapura pada 1965. Ketika itu, Singapura masih menjadi bagian Malaysia.

Atas aksinya dalam misi Dwikora, Usman-Harun harus meregang nyawa lantaran digantung aparat setempat. Sebagai bentuk penghormatan, kedua prajurit itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan diberi gelar sebagai pahlawan nasional. Untuk mengapresiasi misi Usman-Harun, TNI AL mengabadikan nama keduanya ke dalam kapal perang.

Credit: nurmayanti

Sumber : Liputan6.com
 
Top