Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Pemerintah Menyiapkan Dana Rp 2,1 Triliun untuk Para Pelaku Usaha atau Bisnis Kayu  




Pemerintah Indonesia sangat mendukung adanya para pengusaha yang menggeluti bidang perkayuan. Dana untuk pengembangan usaha dalam bidang perkayuan itu mencapai lebih dari 2 Trilun Rupiah. Akan tetapi hanya beberapa miliar saja yang tersalurkan padahal dana yang disiapkan oleh pemerintah Indonesia jelas-jelas lebih dari Rp 2 Triliun khusus untuk para pengusaha yang menjalakan bisnis kayu.



 
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup sejak 2007 punya dana bergulir untuk dipakai pembiayaan sektor hutan rakyat pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Furnitur dan Kelompok Hutan rakyat yang dananya mencapai Rp 2,1 triliun.

Dana besar tersebut tak banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Sepanjang 2015 akad kredit baru tersalur Rp 150 miliar. Berikut alur permohonan dana bergulir dari Kementerian Kehutanan.

Pertama, pengusaha datang ke Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kehutanan mengajukan proposal. Lalu akan dilakukan penilaian berkas dan lapang. Jika memenuhi syarat, akan diberi surat penawaran dana bergulir. Pengusaha lalu akan melakukan akad kredit dan dibuatkan rekening.

Wirausaha Kehutanan Masyarakat (CBFEE) dan IKM baik perorangan maupun yang berbadan hukum yang melakukan kegiatan pemanfaatan hasil hutan tanaman rakyat (HTR). Ada 4 Pinjaman yaitu pinjaman pembuatan/pengayaan hutan rakyat, pinjaman pemelihaaan hutan rakyat, pinjaman wanatani, dan pinjaman tunda tebang.

Syaratnya, pengusaha kelompok IKM Furnitur telah berbadan hukum. Kelompok hutan rakyat akan dibina mengantongi sertifikasi verifikasi legalitas kayu (SVLK) dan wajib mengantongi izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IIUPHHK-HTR). Dana bergulir tenggang waktunya 8 tahun.

Berapa dana yang bisa diperoleh?

Pinjaman pengayaan hutan rakyat. Setiap KTH/Koperasi hutan rakyat paling banyak mendapat pembiayaan 80.000 pohon. Setiap anggota paling banyak 2.000 pohon dengan pembiayaan yang bisa didapat Rp 20.000/pohon.

Pinjaman pemeliharaan hutan rakyat paling banyak 80.000 pohon dengan pembiayaan Rp 10.950/pohon. Pinjaman wanatani maksimal tiap kelompok mendapat Rp 1,6 miliar dengan jumlah pohon 80.000 batang, setiap anggota bisa mendapat Rp 40 juta.

Lalu pinjaman Tunda Tebang, setiap kelompok bisa dapat maksimal Rp 1,6 miliar atau Rp 100 juta/kelompok.

Tingkat suku bunga pinjaman per tahun untuk badan usaha yaitu maksimal 10% (BI Rate+4%), masyarakat sesuai BI Rate maksimal 8%, dan lembaga perantara 50% dari BI Rate atau maksimal 4%.

"Target penyaluran BLU tahun ini Rp 400 miliar dalam satu tahun. Kami ingin Pelakunya tepat, lokasinya tepat, tanah milik sendiri. Kami tidak ingin kredit disalurkan dan pemanfaatan nggak maksimal ujung-ujungnya macet," jelas Kepala Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (P3H) Kementerian Kehutanan Kuntoro Wisnu di acara Business Investment Forum IKM Furnitur & Kelompok Hutan Rakyat di Menggala Wanabakti Kementerian Kehutanan, Selasa (2/8/2015).

Fasilitas dana bergulir diberikan untuk mendukungan permodalan para pelaku usaha terkait hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat.

"Tahun lalu hanya tersalur Rp 80 miliar. Jumlah yang kecil, kami tidak mau macet namun diharapkan tahun ini bisa bertambah penyalurannya. Ada alokasi Rp 2,1 triliun sejak 2007," katanya.

Dampaknya memang belum terlihat sekarang, kayu minimal bisa ditanam 8 tahun. Pinjaman maksimal 8 tahun. "Kami lakukan cara baru dengan menggandeng lembaga keuangan penyalur kredit termasuk koperasi kredit kita sedang siapkan," katanya.

(hen/hen)


Sumber : finance.detik.com
 
Top