KLIK DI SINI untuk mengetahui PANDUAN, BIMBINGAN GRATIS sehingga Anda bisa MENGHASILKAN MILIARAN RUPIAH melalui BISNIS ONLINE cukup dengan menggunakan fasilitas GRATIS di internet KLIK DI SINI

Penipuan Investasi dari Pihak yang Tidak Jelas Sekarang Banyak di Internet

Saat ini, banyak sekali pihak yang tidak jelas (ilegal), tidak memiliki surat izin, dan mengatasnamakan investasi untuk membuat orang Indonesia tergiur untuk menyetorkan dana yang dimiliki kepada pihak yang tidak tersebut. Padahal, banyak perusahaan resmi, mendapatkan surat izin dari pemerintah dan BKPM. Untuk menghindari penipuan berkedok investasi melalui internet sangat perlu memahami ciri-cirinya. Misalnya, untuk berinvestasi dengan aman dan tenang, calon investor wajib mengetahui dan memahami LEGALITAS dari Perusahaan Investasi tersebut. Itu sangat penting, selain itu juga prestasi yang diraih oleh perusahaan tersebut dan masih banyak yang lainnya. Calon investor harus berhati-hati dalam memilih investasi untuk menghindari penipuan-penipuan investasi di internet maupun tempat investasi di sekitar tempat tinggal para calon investor.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, mengimbau masyarakat agar mewaspadai upaya penipuan melalui Internet yang bermodus investasi.

"Kepolisian telah menerima laporan terkait penipuan yang pada umumnya ditawarkan melalui dunia maya ini," kata Boy. "Sudah ada korban di mana kasusnya masuk dalam penipuan dan cyber-crime," kata Boy.

Boy menjelaskan modus penipuan yang paling marak adalah menarik minat korban dengan tawaran investasi hingga mencapai US$ 1 juta.

"Modus operandinya adalah dengan meminta korban mengirimkan sejumlah uang sebagai pajak sebelum investasi diterima," kata Boy. Boy mengatakan, jumlah pajak yang diminta pelaku biasanya sampai Rp 100 juta.

Setelah pajak dikirimkan, kata Boy, investasi yang dijanjikan bakal raib dan tidak akan pernah diterima oleh korban. Boy mengatakan kejahatan semacam ini termasuk terorganisir dengan kisaran jumlah uang bervariasi. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak menghiraukan penawaran semacam ini terlebih dari sumber yang tidak jelas," kata Boy.

Sumber : .tempo.co
 
Top