Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Penjelasan Asset itu Bernama Hubungan dari Coach Rendy Saputra



Lama Saya tidak menulis tentang bisnis secara khusus. Besarnya event Kopdar Saudagar Nusantara membuat Saya harus melakukan edukasi terus menerus tentang event. Belum lagi proyek layanan UMKM Nusantara Berdaya. Saya faham, beberapa teman-teman ada yang rindu tulisan bisnis murni tanpa edukasi event. Hehehehe...

Baiklah... alhamdulillah ada bahan..

Pagi ini diatas ketinggian 27 ribu kaki diatas permukaan laut, Saya merenung mendalam tentang berbagai kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Salah satunya adalah kerjasama solid yang terjadi antara Saya dan Guru Dewa Eka Prayoga

Saya benar-benar gak menyangka, bahwa judul film dan novel Saya diangkut kedalam salah satu halaman di Novel Bidadari Surga untuk Dewa. Saya ngerti bener gimana cara kerja sahabat Saya ini, nampak akan tembus 1 juta eksemplar lebih. Dan ini jadi promo gratisan buat Saya. Padahal Dewa gak ada saham apa-apa di proyek Saya.

Jejaring penjualan pun dihelat melalui PejuangKeluarga.com , ada 3000 marketer yang siap menjualkan novel ini. Saya merasa terbantu dalam proses marketing.

Yang paling mengharukan, Saya dijapri Bro Dewa, beliau siap jadi panglima pre-sales penjualan tiket film Bunda - Cinta Dua Kodi. Rasanya mau nangis.

Saya bersyukur atas hubungan baik yang terjalin, ditengah Saya sebenarnya banyak salah juga sama Guru Dewa ini, tetapi satu sama lain saling sabar dan terus membangun komunikasi.

Hubungan kami bukan tanpa ujian cinta dan kesabaran. Allah menguji urat cinta diantara kami berdua. Guru Dewa yang ceplas ceplos dan Saya yang baperan, adalah kombinasi menantang yang harus kami lalui. Hahahaha...

Tapi ya itu ... hubungan tetap dijaga. Kesabaran tetap diutamakan. Saling memahami dan saling menyelami dilakukan. Dan ujungnya baik : sinergi, saling menguntungkan, dan saling membesarkan.

Membalas kebaikan Guru Dewa, mulai kemarin Roadshow di Cirebon, Saya juga mulai campaign softselling tentang Novel Bidadari untuk Dewa. Saya juga ngajak temen-temen untuk siap-siap daftar ke pejuangkeluarga.co , kali-kali pendaftarannya dibuka lagi.

Sampai saat ini, kerjasama di melekfinansial.co tetap terjalin. Kerjasama di Buku Understanding Business Language tetap terjaga, insyaAllah sampai berbagai proyek peradaban kedepannya.

*****

Dari kisah sederhana diatas, Saya ingin mengingatkan kawan-kawan yang sedang menjalani bisnis, agar mengutamakan hubungan diatas segalanya. Jannganlah memutus atau terputus silaturahmi.

Hari ini, mungkin saja belum bisa ketemu sinerginya, hari ini bisa saja ada orang-orang yang gak setuju sama kita, tapi semaksimal mungkin jangan balas menyakiti, jangan balas menjauhi, jangan balas memblock silaturahmi.

Hari ini, mungkin ada orang yang mengecewakan Anda. Saya pernah mengecewakan Gesa Falugon Saya bersalah dengan adik angkatan Saya yang satu ini. Ya tetapi Gesa tetap sabar, masih mau menjalin hubungan, dan sekarang Saya benar-benar bertekad membalas kebaikannya, dengan mengangkat penetrasi brand ke komunitas saya. Toko Mesin Ramesia harus saya majukan. Titik.

Saat Saya roadshow ini, Saya berhubungan dengan kawan-kawan kordinator SSN wilayah di setiap kota. Mereka adalah panitia lokal yang mengadakan event Saya. Laporan demi laporan, aduan demi aduan masuk ke diri Saya.

Ternyata gak semua orang suka sama Saya.
Ternyata ada yang bahkan menghadang event Saya di daerah-daerah.
Printscreen demi printscreen serangan terhadap Saya dilaporkan. Bahkan jelas nama dan sosoknya. Mereka yang didarat penuh senyum kepada diri Saya.

Tapi jujur lho ya...
Awalnya sih nyesek.. aku manusia biasa.

Tapi saya mikir, hari ini mungkin ada kefahaman yang belum ketemu. Mungkin hari ini ada syahwa sangka yang salah. Mungkin  ada sikap saya juga yang salah. Jadi semua yang gak klop hari ini, ya itu hari ini. Esok masih terbuka kesempatan untuk bersama dan bersinergi.

Tugas Saya kemudian adalah tetap menjaga hubungan. Tetap baik. Tetap mendoakan. Tetap tersenyum waktu ketemu. Tetap berusaha menjahit kebaikan demi kebaikan. Dan tidak ada niat sama sekali untuk memutus silaturahmi. Hatiku harus positif dan tetap mencinta.

Karena ya itu... Kita gak pernah tahu masa depan seperti apa. Bisa jadi, beliau yang hari ini menyerang Anda, gak suka sama Anda, menyinggung perasaan Anda, adalah sosok yang akan menjadi mitra strategis Anda di masa depan nanti. Ini kesadaran Saya. Saya tanam dalam-dalam.

Saya suka ngobrol sama diri sendiri...

"Kamu ini mau mimpin negara, kalo kebanyakan musuh ya repot, namanya pemimpin ya harus sebisa mungkin bekerjasama dengan seluruh elemen negeri. Ini Indonesia gede banget, gak bisa kerja sendirian. Hari ini berseberangan, bisa jadi 10 tahun lagi malah jadi jajaran menteri loyal terbaik."

Hahahaha... iklan...

*****

Begitulah sahabat. Hubungan ini asset intangible. Asset tak terlihat. Tetap bisa jadi duit. Percaya gak percaya, it works, trust me.

Dengan PKPU Saya menjaga hubungan baik. Gak minta minta honor saat di Korea Selatan. Gak mau rewel ini itu. Alhamdulillah, dapat hotel gratis di setiap kota Roadshow.

Saya sama Khalifah Tour juga jaga hubungan baik. Memaksimalkan kontribusi walau hanya sekedar konseling ringan ke Khalifah. Alhamdulillah dapat tiket roadshow untuk perjalanan 40 kota. Bahkan 3 trip umroh gratis sebagai pembimbing.

Saya sama teman-teman wilayah SSN, panitia lokal, gak mau menyakiti. Saya gak ada urusan sama jumlah peserta. Saya gak mau kritik sana sini. Saya jaga perasaan panitia yang sudah setengah mati ngadain acara, bahkan dihadang sama yang mendengki. Saya jaga perasaan orang-orang yang dukung Saya. Semampu dan sekuat saya.

Alhamdulillah, beberapa kordinator wilayah malah ada yang ngajak kerjasama bisnis. Bantu Saya terhubung dengan banyak pihak. Sebagian malah menyiapkan paket wisata Saya bersama keluarga ditahun depan. Free. Ya Rabb. Terus malah ada yang ngajak ke Luar Negeri. Qatar.. Qatar...

Ya itu lah temen-temen. Menjaga hubungan.
Bicara di grup WA hati-hati. Jangan tempramen. Jangan ujug-ujug ngamuk. Yang baca kan ratusan orang. Persepsi beda-beda. Mending diam aja. Silent reader. Muncul haha hihi aja. Lucu-lucu. Hehehehe...

Di grup WA, ngobrol sama orang, juga hati-hati. Kalo sekiranya menyakiti, mending diam. Tegur temen via Japri aja. Jangan di grup 256 member. Jaga hubungan. Kalo tersakiti repot. Maafnya di dia soalnya. Tombol maaf gak di kita.

Gitu ya.. ojo baperan. Gerak yang tulus ikhlash. Saya juga terus belajar.

Di misi pemberdayaan UMKM ini, yang kita bela kan edukasi ke UMKM, yang kita bela layanan ke temen-temen UMKM. Bukan membela brand diri, bukan membela ego diri, bukan membela personal diri kita kan.

Jadi kalo ada yang aneh-aneh sama kita ya sabar aja. Fokus ke yang berkenan dilayani, dan tetap jaga hubungan. Kalo kitanya kesel, malah jadi pertanyaan besar. Gerak kita ini untuk brand diri atau untuk ummat?

Salam,
Rendy Saputra
#WorkForNation




 
Top