Jasa pembuatan website dan toko online murah mulai Rp 150.000.- sampai 50 juta segera hubungi 082226009834 (WA Only)

Penjelasan dari Dewa Eka Prayoga tentang tentang Tax Amnesty (TA)



Duh "gatel" pengen ngomong ini...

Jadi barusan secara tak sengaja Saya lihat berita di TV tentang Tax Amnesty (TA). Konon katanya per tadi siang, uang yang terkumpul udah nyampe 129 Triliyun. Wow!

Saya pribadi gak akan mengomentari perihal TA. Walaupun memang, Saya termasuk orang yang ikutan TA. Hehe...

Karena seperti yang sering Saya bilang pada teman-teman, "vajak itu dibayar, bukan didiskusikan".

Nah yang ingin Saya sampaikan disini justru bukan tentang itu, melainkan tentang perihal psikologis pelapornya. Termasuk strategi Menkeu.

Gini...

Kalau dihubung-hubungkan sama bisnis, uang yang dilaporkan dalam TA itu kan kemarin terbagi menjadi 3 tahap. Lucunya, data uang yang masuk mirip dengan kurva penjualan Launching produk. Maksudnya?

Jadi kalau Anda launching produk, sama halnya yang sedang Saya lakukan sekarang di http://monsteraffiliate.co , kurva penjualan akan berbentuk huruf "U", dimana puncak penjualan akan terjadi di hari pertama dan terakhir. Kegambar? Sip.

Begitupula dengan TA kemarin...

Tahap pertama terkumpul 20.000+ SPH.
Tahap kedua terkumpul 10.000+ SPH.
Tahap ketiga terkumpul 30.000+ SPH.

Begitulah data yang Saya dapat dari berita tadi sore, kalau salah harap maklum. Bukan pakar begituan. Kagak ngerti.

Apa Hikmahnya?

Kalau mau launching produk, jangan cuma dibuat sekali saja. Lakukan beberapa kali. Misal: internal launch, JV launch, re-Launch, dst.

Kebayang? Baguss...

Lalu kalau pas launch produk, promo di awal dan akhir kudu maksimal. Kenapa? Karena memang orang-orang akan action kebanyakan di awal dan akhir.

Awal, karena GAIN (rasa senang)
Akhir, karena PAIN (rasa sakit)

Itu psikologisnya...

Di tengah-tengah?
Cenderung nunda-nunda.

Pikirnya, "Ah, nanti aja ah belinya, pas akhir-akhir". Bener gak? Hayo ngaku. Hehe

Itu dari segi psikologis pelapor TA.

Selanjutnya, dari segi Strategi Menkeu...

Jujur, Saya gak terlalu paham soal beginian. Tapi selaku orang awam (yang lagi iseng mikir), Saya rasa adanya TA ini sangat powerful banget. Kenapa?

Kalau dalam bisnis, ini namanya LIST BUILDING. Kok bisa?

Jelas bisa.

Karena dengan adanya TA ini seolah-olah Menkeu sedang mencari siapa saja orang yang selama ini gak taat vajak.

Dengan denda yang sangat besar dan pain yang dibesar-besarkan, disadari atau tidak, hal tersebut membuat orang-orang yang selama ini "ngemplang" vajak, justru keluar, ngaku, dan ngumpul, karena ketakutan.

Tentu itu list building premium buat dirjen vajak. Paham?

Ya iya lah, kan kalau nanti udah lapor, kedepannya akan ketrack terus siapa orangnya. Dan dengan mudah akan melakukan tagihan vajak kedepannya ke orang tersebut. Hayooo... hehe

Ini mirip ketika Anda subscribe ke email seseorang, Saya misalnya, di http://bit.ly/monsteraffiliate, ya tentu kedepannya setelah email Anda masuk, bakal Saya bayang-bayangi terus dengan penawaran dan jualan. Huahaha 😅

So, jangan salahkan Saya kalau misalkan jualan terus, lha wong Anda yang ngasihin emailnya ke Saya. Makanya... #BukaBukaan

Saran Saya, join http://MonsterAffiliate.co untuk dapatkan ilmu gendengnya. Dan gunakan http://bit.ly/kirimemailaja untuk paham strategi List Building emailnya. Oke?

tag Fikry Fatullah yang punya Kirim Email dan lagi nyiapin versi terbarunya.

Udah ah curhatnya.... Bye!

NB:
Selain ngelakuin TA, jangan lupa ikut Allah's amnesty juga ya. Ajak teman-temannya..
 
Top